6 Cerita Pasien Sembuh dari COVID-19, Ada yang Usianya Lebih dari 100 Tahun

Reza Gunadha | Rifan Aditya
6 Cerita Pasien Sembuh dari COVID-19, Ada yang Usianya Lebih dari 100 Tahun
Ilustrasi pasien corona. (Antara)

Cerita mereka menjadi harapan bagi para pasien lain yang masih berjuang melawan virus corona.

Suara.com - Meskipun pasien positif virus corona baru atau COVID-19 terus bertambah, tapi jumlah orang yang sembuh juga ikut naik.

Data terbaru dari Johns Hopkins, Minggu (15/3/2020), dari 156.400 kasus virus yang terkonfirmasi terdapat 73.968 orang yang telah sembuh. Jumlah kematiannya masih berkisar 3 persen, yaitu 5.833 jiwa.

Cerita-cerita orang yang sembuh dari virus corona juga muncul ke media. Beberapa diantaranya bahkan dialami oleh orang tua yang berusia lebih dari 100 tahun.

Dilansir Jeda.id--jaringan Suara.com, berikut 6 cerita pasien yang sembuh dari virus corona.

1. Kakek berusia 100 tahun

Seorang kakek di China berusia 100 tahun benar-benar dinyatakan sembuh setelah terpapar virus corona. Kasus ini seakan mematahkan pernyataan dimana manula lebih rentan terinfeksi.

Pria itu berulang tahun yang ke-100 pada Februari. Sebelumnya, ia dirawat di rumah sakit pada 24 Februari karena terinfeksi virus corona.

Kondisinya diperparah karena menderita masalah kesehatan seperti penyakit Alzheimer, hipertensi, dan gagal jantung. Dia dirawat dengan menggunakan obat antivirus, terapi plasma penyembuhan, dan pengobatan tradisional Tiongkok.

Pada Sabtu 7 Maret, seperti dilaporkan kantor berita Cina Xinhua, kakek itu diizinkan pulang dari rumah sakit di Wuhan.

2. Nenek berusia 103 tahun

Nenek berusia 103 tahun asal Tiongkok ini didiagnosis positif terinfeksi Virus Corona pada 1 Maret 2020. Ia sempat mengalami masa kritis.

Berkat pengobatan yang serius, dirinya berhasil sembuh dari infeksi virus hanya dalam kurun waktu 6 hari di rumah sakit.

Kabar sembuhnya nenek ini disambut haru bahagia oleh banyak pihak. Ia menjadi pasien positif virus corona tertua di Tingkok.

Namun, nenek 103 tahun ini tidak benar-benar sehat seperti sedia kala. Ia memiliki penyakit bronkitis.

3. Pasien suka Anime

Seoerang pria di Wuhan, China dinyatakan sembuh seusai menonton film kesukaannya, Anime.

Ternyata dengan film Anime, pria itu berhasil mengontrol stres dengan baik. Sistem imun tubuhnya terus membaik.

Jika tidak ditangani dengan baik, stres dapat memperburuk keadaan bagi orang yang sudah dinyatakan positif terkena penyakit ini.

4. Elizabeth Schneider

Wanita berusia 37 tahun, asal Seattle, Washington, Amerika Serikat secara gamblang menceritakan kisahnya sembuh dari virus corona COVID-19.

Schneider mengungkapkan 25 Februari lalu, awalnya ia mengalami gejala mirip flu. Gejala tersebut muncul tiga hari setelah dia menghadiri pesta yang kemudian diidentifikasi sebagai tempat di mana setidaknya 5 orang lainnya terkena virus corona.

Saat siang hari, Schneider merasakan sakit kepala disertai demam dan nyeri tubuh. Otoritas Kesehatan setempat meminta wanita itu tetap tinggal di rumah selama 7 hari.

Ia hanya merawat diri dalam rumahnya. Selama satu pekan terakhir, Schneider merasa lebih baik dan mulai beraktivitas seperti biasa

Namun, Schneider masih menghindari pertemuan dengan banyak orang dan bekerja dari rumah. Kisahnya ini menjadi harapan bagi para pasien yang lain.

5. Julie

Julie, salah satu pasien asal Singapura ini dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona.

Ia merasa demam sejak 3 Februari 2020. Lalu pada 8 Februari, Julie didiagnosis positif terkena virus dan dimasukkan ke dalam ruangan isolasi.

Ketika memasuki masa kritis, Julie mengaku sangat kesulitan pernafasan. Bahkan, ia merasa sangat melelahkan hanya untuk berjalan dari tempat tidur ke kamar mandi padahal jaraknya sekitar 5 meter saja.

Saat itu, ia mengaku terengah-engah, napasnya pendek dan harus duduk. Akhirnya, Julie dinyatakan sembuh setelah sembilan hari dirawat.

6. Pasien Singapura

Wanita berusia 34 tahun ini menjadi kasus ke 48 positif virus corona di Singapura. Ia bekerja sebagai karyawan di Gereja Grace Assembly of God.

Sejak dinyatakan positif virus corona, ia mulai dikarantina dan dibawa ke Pusat Penyakit Menular Nasional (NCID).

Ia menceritakan bahwa ruang isolasi di NCID sangat ketat. Akses keluar masuk ruang isolasi harus melewati pintu kaca, untuk mencegah kontaminasi dan penularan virus.

Makanan dan obat diantar melalui lubang yang ada di dinding. Jika ingin berkomunikasi dengan para perawat harus melalui telepon.

Setelah menjalani dua kali tes swab, ia dipastikan negatif dari virus corona. Dokter berjalan ke ruang isolasinya tanpa pakaian pelindung. Ia lalu memperbolehkan pulang.

Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS