Petugas Kesehatan Kena Corona hingga Meninggal, Pemerintah: Kita Prihatin

Dwi Bowo Raharjo, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 16 Maret 2020 | 20:39 WIB
Petugas Kesehatan Kena Corona hingga Meninggal, Pemerintah: Kita Prihatin
Jubir Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 (Corona) Achmad Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta Pusat. (Suara.com/Ummi HS).

Suara.com - Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona, Achmad Yurianto, mengaku prihatin setelah petugas medis ada yang terpapar virus asal China. Bahkan ada dari mereka yang meninggal dunia.

"Ada tenaga kesehatan kita yang terpapar dan kemudian sampai meninggal, kita berprihatin juga," ujar Yurianto di RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta, Senin (16/3/2020).

Yurianto menuturkan, pemerintah Indonesia saat ini tengah melakukan penelusuran kontak dari tenaga medis yang terinfeksi virus corona.

Penelusuran kontak dilakukan untuk mengetahui apakah tenaga kesehatan tersebut tertular dari pasien atau di luar pasien.

"Kami tetap akan melakukan tracing apakah ini ketularan pasien pada saat dia bekerja atau mungkin ketularan di luar," kata dia.

"Karena di beberapa kasus kita juga punya tenaga kesehatan yang tertular positif dan sudah sembuh, ternyata ketularannya di luar, bukan saat menjalankan profesinya sebagai tenaga kesehatan. Bisa saja itu terjadi," Yurianto menambahkan.

Lebih lanjut, ia mengingatkan kalau tenaga kesehatan harus menyadari bahwa bekerja di rumah sakit memiliki risiko besar.

Karena itu pentingnya SOP perlindungan diri bagi para tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit.

"Tapi sekali lagi bahwa memang bekerja di dunia kesehatan apalagi di rumah sakit penyakit infeksi maka kita harus sadar betul bahwa risiko itu ada," ucap dia.

baca juga

Pemerintah melalui Kemenkes kata Yuri, juga sudah mengingatkan para tenaga medis perihal perlindungan diri bagaimana mengupayakan pencegahan agar tidak tertular.

"Semua pelajaran yang diberikan kepada tenaga kesehatan yang kontak pasien pelajaran pertama itu adalah perlindungan diri. Itu pelajaran nomor 1 bagaimana mengupayakan pencegahan agar tidak tertular dan basis apalagi untuk rumah sakit yang sudah terakreditasi ini sudah menjadi standar," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebar Hoaks Istana Lockdown, Pria di Medan Dicokok Polisi

Sebar Hoaks Istana Lockdown, Pria di Medan Dicokok Polisi

News | Senin, 16 Maret 2020 | 20:37 WIB

Karena Virus Corona, Neraca Dagang RI Untung Besar USD 2,34 Miliar

Karena Virus Corona, Neraca Dagang RI Untung Besar USD 2,34 Miliar

Bisnis | Senin, 16 Maret 2020 | 20:33 WIB

Deretan Pernyataan Kontroversial Para Pejabat soal Virus Corona

Deretan Pernyataan Kontroversial Para Pejabat soal Virus Corona

Video | Senin, 16 Maret 2020 | 20:31 WIB

Bupati Magelang Tetapkan Tanggap Darurat Corona Sampai April

Bupati Magelang Tetapkan Tanggap Darurat Corona Sampai April

Jogja | Senin, 16 Maret 2020 | 20:29 WIB

Terkini

Buntut Penggeledahan Ponpes, Ratusan Massa Geruduk Mabes Polri Tuntut Kapolda Jateng Dicopot

Buntut Penggeledahan Ponpes, Ratusan Massa Geruduk Mabes Polri Tuntut Kapolda Jateng Dicopot

News | Jum'at, 06 November 2026 | 15:36 WIB

Alasan KAI Batal Impor KRL Bekas Jepang, Pilih Utamakan Produksi INKA?

Alasan KAI Batal Impor KRL Bekas Jepang, Pilih Utamakan Produksi INKA?

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 15:35 WIB

Jelang Laga Besok, Pelatih PSMS Medan Waspadai Kekuatan Persiraja

Jelang Laga Besok, Pelatih PSMS Medan Waspadai Kekuatan Persiraja

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 15:30 WIB

Review Lupin Part 4: Kolaborasi Teknologi Modern dan Trik Penyamaran Klasik

Review Lupin Part 4: Kolaborasi Teknologi Modern dan Trik Penyamaran Klasik

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 15:30 WIB

Teknologi Regeneratif Ubah Tren Kecantikan, Mengapa Kualitas Kolagen Kini Jadi Perhatian?

Teknologi Regeneratif Ubah Tren Kecantikan, Mengapa Kualitas Kolagen Kini Jadi Perhatian?

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 15:29 WIB

Perdagangan Kripto Bakal Gunakan Single Orderbook, Begini Penjelasannya

Perdagangan Kripto Bakal Gunakan Single Orderbook, Begini Penjelasannya

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 15:28 WIB

PPPK Paruh Waktu Punya Dua Kabar Baik: Jadi Penuh Waktu Mulai 2027 dan Bisa Ikut Seleksi CPNS

PPPK Paruh Waktu Punya Dua Kabar Baik: Jadi Penuh Waktu Mulai 2027 dan Bisa Ikut Seleksi CPNS

News | Jum'at, 06 November 2026 | 15:27 WIB

Seleksi CPNS 2026 Dibuka Akhir November: Ini Hal yang Wajib Kamu Siapkan

Seleksi CPNS 2026 Dibuka Akhir November: Ini Hal yang Wajib Kamu Siapkan

News | Jum'at, 06 November 2026 | 15:22 WIB

MBG Prasmanan Dimulai, SD Islam Asy-Syakirin Pekanbaru Jadi Percontohan

MBG Prasmanan Dimulai, SD Islam Asy-Syakirin Pekanbaru Jadi Percontohan

Riau | Jum'at, 06 November 2026 | 15:21 WIB

Dituding Larang Suporter Pasang Spanduk Karhutla, Oki Rengga Ungkap Deal-dealan yang Ditawarkan

Dituding Larang Suporter Pasang Spanduk Karhutla, Oki Rengga Ungkap Deal-dealan yang Ditawarkan

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 15:17 WIB

×