Dilanda Corona, Iran Bebaskan 85.000 Tahanan dari Penjara

Bangun Santoso

Rabu, 18 Maret 2020 | 05:53 WIB
Dilanda Corona, Iran Bebaskan 85.000 Tahanan dari Penjara
Penampakan salah satu kondisi tahanan di dalam salah satu penjara di Iran. (Foto: AFP)

Suara.com - Iran untuk sementara membebaskan sekitar 85.000 orang dari penjara, termasuk tahanan politik, sebagai tanggapan terhadap epidemi virus corona, kata juru bicara pengadilan pada Selasa (17/3/2020).

Iran telah melaporkan 16.169 kasus virus corona dan 988 kematian akibat virus tersebut dalam salah satu wabah nasional terburuk di luar China, di mana lokasi pandemi itu berasal.

"Sejauh ini, sekitar 85.000 tahanan telah dibebaskan ... Juga di penjara, kami telah mengambil tindakan pencegahan untuk menghadapi wabah itu," kata juru bicara pengadilan Gholamhossein Esmaili.

Ditanya apakah tahanan politik termasuk di antara mereka yang dibebaskan, ia mengatakan pada briefing yang disiarkan oleh televisi pemerintah: "Ya, sekitar 50 % dari mereka adalah tahanan terkait keamanan."

Dia tidak mengatakan kapan mereka yang dibebaskan harus kembali ke penjara.

Iran mengumumkan pembebasan 70.000 tahanan pada 9 Maret sebagai reaksi tanggapan terhadap penyebaran virus itu, tetapi tidak ada pembebasan tahanan politik.

Pelapor Khusus Amerika Serikat tentang Hak Asasi Manusia di Iran, Javaid Rehman, mengatakan pada waktu itu bahwa ia telah meminta Teheran untuk membebaskan semua tahanan politik sementara dari penjara negara yang penuh sesak dan penuh penyakit untuk membantu membendung penyebaran virus.

Rehman mengatakan hanya mereka yang menjalani hukuman kurang dari lima tahun telah dibebaskan, sementara para tahanan yang didakwa dengan hukuman yang lebih berat dan mereka yang terkait dengan partisipasi dalam protes anti-pemerintah tetap di penjara.

Pegiat hak asasi manusia itu mengatakan Republik Islam tersebut telah membebaskan setidaknya selusin tahanan politik dalam beberapa hari terakhir tetapi tahanan politik paling terkemuka tetap dipenjara.

baca juga

Sebelum pembebasan 9 Maret, Iran mengatakan memiliki 189.500 orang di penjara, menurut laporan yang diserahkan Rehman ke Dewan Hak Asasi Manusia pada Januari. Mereka diyakini termasuk ratusan yang ditangkap selama atau setelah protes anti-pemerintah pada November.

Amerika Serikat mendesak Iran untuk membebaskan puluhan warga negara ganda dan orang asing yang ditahan terutama atas tuduhan mata-mata. Washington juga mengatakan akan meminta pemerintah Teheran bertanggung jawab langsung atas kematian warga Amerika.

Larangan Bepergian

Ulama penguasa Iran telah menolak mengarantina kota-kota tetapi telah mengimbau warga untuk tidak melakukan perjalanan sebelum tahun baru Iran pada 20 Maret.

Banyak warga Iran telah mengabaikan seruan otoritas kesehatan untuk tinggal di rumah, dan toko-toko dan restoran tetap buka.

Otoritas teratas Iran, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, telah mengeluarkan peraturan agama yang melarang perjalanan 'tidak perlu', kata televisi pemerintah.

"Tetap di rumah ... Berbelanja untuk tahun baru itu seperti bunuh diri akhir-akhir ini," kata seorang pejabat kementerian kesehatan melalui televisi pemerintah, yang mengatakan jutaan orang Iran bisa mati karena virus itu jika orang bepergian untuk liburan tahun baru.

Ibadah salat Jumat telah dibatalkan di seluruh negeri, katanya, dan situs-situs suci Muslim serta tempat-tempat suci di Masyhad dan Qom telah ditutup.

Polisi membubarkan sekelompok demonstran garis keras yang berkumpul pada Senin malam di Kuil Imam Reza di Mashhad dan Kuil Masumeh di Qom untuk memprotes penutupan mereka, menurut media pemerintah. Dua pengunjuk rasa telah ditangkap.

Para pejabat menyalahkan sanksi AS, yang diberlakukan kembali pada Teheran sejak Washington mundur dari perjanjian nuklir Iran 2015 dengan enam kekuatan dunia. Menurut Teheran, sanksi itu menghambat perjuangan Teheran melawan virus corona.

Teheran telah mendesak negara-negara lain untuk mendukung seruannya untuk mencabut sanksi AS karena pandemi virus corona.

"Sanksi AS yang melanggar hukum menguras sumber daya ekonomi Iran, mengganggu kemampuan untuk melawan #COVID19," Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mencuit pada Selasa.

Tetapi sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan Washington tidak mungkin meringankan sanksi.

Pekan lalu, Iran mengatakan telah meminta dana darurat sebesar $ 5 miliar untuk memerangi wabah tersebut dari Dana Moneter Internasional. Untuk mengurangi tekanan ekonomi terhadap warga Iran, pemerintah telah memerintahkan penundaan pembayaran pajak bisnis dan pinjaman hingga Mei.

Sekitar 3 juta keluarga berpenghasilan rendah tanpa pekerjaan permanen juga akan menerima bantuan tunai hingga enam juta real (sekitar $ 400) yang diberikan dalam empat tahap.

Sumber: Antara/Reuters

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Periksa Pembuat Hoaks Virus Corona Menjangkiti Warga Blitar

Polisi Periksa Pembuat Hoaks Virus Corona Menjangkiti Warga Blitar

Jatim | Rabu, 18 Maret 2020 | 05:37 WIB

Lawan COVID-19, Pemprov Banten Luncurkan Situs Infocorona

Lawan COVID-19, Pemprov Banten Luncurkan Situs Infocorona

Banten | Rabu, 18 Maret 2020 | 05:00 WIB

Lawan Virus Corona, Klub AS Roma Sumbangkan Peralatan Kesehatan

Lawan Virus Corona, Klub AS Roma Sumbangkan Peralatan Kesehatan

Bola | Rabu, 18 Maret 2020 | 03:00 WIB

Dinyatakan Positif Virus Corona, Bek Valencia: Saya Pikir Itu Lelucon

Dinyatakan Positif Virus Corona, Bek Valencia: Saya Pikir Itu Lelucon

Bola | Rabu, 18 Maret 2020 | 01:05 WIB

Gubernur Jatim Pastikan 6 Orang Positif Corona Asal Surabaya

Gubernur Jatim Pastikan 6 Orang Positif Corona Asal Surabaya

Jatim | Rabu, 18 Maret 2020 | 02:05 WIB

Tertular dari Ayah, Mahasiswa Positif Corona Sempat Berinteraksi di IPB

Tertular dari Ayah, Mahasiswa Positif Corona Sempat Berinteraksi di IPB

Jabar | Rabu, 18 Maret 2020 | 04:15 WIB

Mahasiswa IPB Asal Jakarta Positif Corona, Ngekos di Sempur Kota Bogor

Mahasiswa IPB Asal Jakarta Positif Corona, Ngekos di Sempur Kota Bogor

Jabar | Rabu, 18 Maret 2020 | 00:05 WIB

Terkini

Diplomasi AS - Iran Memanas, Utusan Donald Trump Kejar Kesepakatan Damai di Qatar

Diplomasi AS - Iran Memanas, Utusan Donald Trump Kejar Kesepakatan Damai di Qatar

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:27 WIB

Putusan MK Soal Pilkada Langsung Dinilai Beri Kepastian Hukum, Ini Alasannya

Putusan MK Soal Pilkada Langsung Dinilai Beri Kepastian Hukum, Ini Alasannya

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:06 WIB

Prabowo Beri Kenaikan Pangkat Kehormatan untuk Purnawirawan Polisi, Termasuk Mantan Ajudan Soekarno

Prabowo Beri Kenaikan Pangkat Kehormatan untuk Purnawirawan Polisi, Termasuk Mantan Ajudan Soekarno

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:21 WIB

Lalu Lintas Tol Jakarta Pagi Ini Semrawut, Kecelakaan Beruntun hingga Contraflow Picu Kemacetan

Lalu Lintas Tol Jakarta Pagi Ini Semrawut, Kecelakaan Beruntun hingga Contraflow Picu Kemacetan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:04 WIB

Prabowo Beri Hormat ke Jokowi di HUT ke-80 Bhayangkara

Prabowo Beri Hormat ke Jokowi di HUT ke-80 Bhayangkara

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 08:38 WIB

Viral Mahasiswa Unisa Yogya Diduga Kenakan Busana Perempuan dan Masuk Toilet Mahasiswi

Viral Mahasiswa Unisa Yogya Diduga Kenakan Busana Perempuan dan Masuk Toilet Mahasiswi

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 08:20 WIB

LPDB Koperasi Terapkan Zero Tolerance Pungli dan Penipuan, Pelanggaran Diproses Tegas Secara Hukum

LPDB Koperasi Terapkan Zero Tolerance Pungli dan Penipuan, Pelanggaran Diproses Tegas Secara Hukum

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 08:20 WIB

Transportasi Jerman Lumpuh Akibat Gelombang Panas, Jalan Tol Retak-retak

Transportasi Jerman Lumpuh Akibat Gelombang Panas, Jalan Tol Retak-retak

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:27 WIB

Aset Ketum Pemuda Pancasila Disita KPK, Diduga Berkaitan dengan Gratifikasi Korupsi Batu Bara

Aset Ketum Pemuda Pancasila Disita KPK, Diduga Berkaitan dengan Gratifikasi Korupsi Batu Bara

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:23 WIB

Italia Siaga Gelombang Panas, 4 Orang Sudah Jadi Korban Tewas

Italia Siaga Gelombang Panas, 4 Orang Sudah Jadi Korban Tewas

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:19 WIB

×