Minta Ada Protokol Khusus, DPR: Alat Rapid Test Corona Tak Seakurat PCR

Chandra Iswinarno, Novian Ardiansyah

Jum'at, 20 Maret 2020 | 15:28 WIB
Minta Ada Protokol Khusus, DPR: Alat Rapid Test Corona Tak Seakurat PCR
Ilustrasi virus corona (coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Komisi IX DPR menyoroti alat pemeriksaan cepat atau rapid test untuk mendeteksi Virus Corona atau Covid-19 yang baru saja diimpor dari China. Menurut Komisi IX, alat tersebut memiliki kelemahan dalam keakuratan data hasil pemeriksaan.

Karena itu, Wakil Ketua Komisi IX Melki Laka Lena meminta pemerintah membuat protokol khusus terhadap rapid test yang bakal segera dilakukan guna menghindari kesalahan hasil karena ketidakakuratan data.

"Rapid test punya kelebihan soal waktu, tapi punya kelemahan soal keakuratan dibanding pola PCR yang butuh waktu lebih lama yang digunakan selama ini, tapi lebih akurat. Rapid test butuh protokol khusus yang dibuat pemerintah melalui Kemenkes untuk memandu penggunaan dan manfaat rapid test secara proporsional sehingga butuh edukasi lebih masif dan luas secara cepat sehingga aspek positif rapid test dapat kita maksimalkan," kata Melki kepada wartawan, Jumat (20/3/2020).

Menurutnya, pemerintah juga harus mengedukasi penggunaan rapid test secara merata untuk seluruh wilayah di Indonesia.

"Butuh edukasi lebih cepat dan lebih awal terkait penggunaan rapid test oleh para ahli dan pengambil kebijakan di level pusat agar langkah pemerintah, masyarakat, elite dan para tokoh berbagai bidang di pusat dan se-nusantara lebih kokoh bergandengan tangan tangani Covid-19 jelang rapid test dipakai di seluruh negeri," ujarnya.

Selain itu, Melki meminta pemerintah agar dapat memastikan kebutuhan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis di senua rumah sakit, terutama yang ikut menangani pasien positif corona.

"Kami mendorong pemerintah dan pihak swasta yang membantu bisa mempercepat pengadaan dan distribusi alat pelindung diri (APD) dan sarana prasarana yang dibutuhkan ke semua fasilitas kesehatan yang membutuhkan khususnya RS rujukan Covid-19. Pemerintah dan pihak swasta yang mampu bisa membantu pengadaan melalui produksi dalam negeri atau impor dan percepat distribusinya," katanya.

Sebelumnya, Staf Khusus bidang Komunikasi Menteri BUMN Arya Sinulingga menyebut, alat pemeriksaan cepat alias rapid test virus corona Covid-19 mirip seperti alat tes kehamilan.

Arya mengatakan, setiap orang bisa memeriksakan darahnya pada alat rapid test tersebut. Hasil pemeriksaan pun terbilang cepat terlihat, yakni 15 menit dan maksimal 3 jam.

baca juga

"Jadi Tes darah. Bentuknya kayak test pack kehamilan," kata Arya kepada wartawan lewat teleconference, di Jakarta, Rabu (18/3/2020).

Ia mengatakan, alat rapid test virus corona itu nantinya diimpor lewat salah satu BUMN yakni PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI.

Jumlah alat pemeriksaan cepat virus corona yang diimpor PT RNI dari China tersebut berjumlah 500.000 unit.

"RNI bekerja sama dengan pabrik di China yang memproduksi alat rapid test covid-19. Kami sedang pesan sekitar 500 ribu. Jadi, hasilnya bisa keluar hanya berapa menit 15 menit maksimal 3 jam," ucap dia.

Kendati begitu, tutur Arya, RNI saat ini sedang menunggu penerbitan perizinan dari Kementerian Kesehatan guna mengedarkan alat tersebut. Nantinya, alat itu bakal didistribusikan ke rumah-rumah sakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Bima Arya Positif Corona, Giliran Wali Kota Depok Jalani Tes Covid

Setelah Bima Arya Positif Corona, Giliran Wali Kota Depok Jalani Tes Covid

Jabar | Jum'at, 20 Maret 2020 | 13:56 WIB

Indonesia Baru Mau Mulai, Ini 4 Negara yang Tes Corona secara Drive-thru

Indonesia Baru Mau Mulai, Ini 4 Negara yang Tes Corona secara Drive-thru

News | Jum'at, 20 Maret 2020 | 14:03 WIB

Mossad Bawa 100.000 Tes Kit Virus Corona ke Israel, Sayang Tak Berfungsi

Mossad Bawa 100.000 Tes Kit Virus Corona ke Israel, Sayang Tak Berfungsi

Tekno | Jum'at, 20 Maret 2020 | 07:15 WIB

Pemerintah Rencanakan Tes Massal Corona, Anies Siap Kerahkan Jajarannya

Pemerintah Rencanakan Tes Massal Corona, Anies Siap Kerahkan Jajarannya

News | Kamis, 19 Maret 2020 | 22:29 WIB

Hoaks Tes Corona di RSUA Jutaan Rupiah, Ini Penjelasan Rumah Sakit Unair

Hoaks Tes Corona di RSUA Jutaan Rupiah, Ini Penjelasan Rumah Sakit Unair

Jatim | Kamis, 19 Maret 2020 | 21:44 WIB

Pemerintah Bakal Lakukan Tes Cepat Virus Corona secara Massal

Pemerintah Bakal Lakukan Tes Cepat Virus Corona secara Massal

News | Kamis, 19 Maret 2020 | 17:23 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×