alexametrics

Jangan Sampai Terjadi di Indonesia, 4 Kesalahan Italia ketika Atasi Corona

Reza Gunadha | Farah Nabilla
Jangan Sampai Terjadi di Indonesia, 4 Kesalahan Italia ketika Atasi Corona
Peta Italia bagian utara. [Shutterstock]

Italia telah menerapkan lockdown, tapi angka kasus masih saja tinggi.

Suara.com - Meski telah melakukan lockdown sejak dua pekan lalu, tingkat kasus dan kematian akibat virus corona Covid-19 di Italia masih tinggi.

Beberapa aturan dalam pemberlakuan lockdown  di negara ini masih dinilai lemah. Italia bahkan  menerima bantuan medis dari Tim Palang Merah China.

Namun, Kamis (19/3/2020), tim Palang Merah China menggelar konferensi pers dan mengaku kewalahan dengan kondisi yang dialami Italia.

Tim Palang Merah China mengkritik bahwa Italia telah gagal untuk melakukan lockdown di tingkat negara.

Baca Juga: Diimbangi Persija di Laga Terakhir, Bhayangkara FC Fokus 2 Hal Ini

Mereka juga mengkritik warga Italia susah untuk melakukan karantina diri, terutama di wilayah Milan dan Cordoba.

Adapun kesalahan-kesalahan yang masih terjadi selama pemberlakuan lockdown di Italia meliputi hal-hal sebagai berikut:

1. Warga masih boleh keluar rumah

Cerita Warga yang Terkena Lockdown di Italia. (Istimewa)
Cerita Warga yang Terkena Lockdown di Italia. (Istimewa)

Seorang perempuan warga Indonesia yang tinggal di Italia menjelaskan kondisi negara tersebut selama lockdown.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan dr Adhiatma Gunawan, perempuan bernama July Veronica mengungkap bahwa meski pemerintah menerapkan lockdown, beberapa warga masih bisa keluar rumah.

Baca Juga: Pemain Garuda Select akan Segera Dapat Sertifikat Kepelatihan dari FA

"Kita sudah lockdown hari kesebelas. Kami keluar ke pasar atau sekadar mengajak anjing keluar jalan-jalan," kata July.

Komentar