Jakarta Siap Lakukan Rapid Test Covid-19, Begini Prosedurnya

Reza Gunadha | Ruhaeni Intan
Jakarta Siap Lakukan Rapid Test Covid-19, Begini Prosedurnya
Rapid test virus corona. (Suara.com/Emi)

Ada dua prosedur rapid test yang bakal dilakukan oleh Puskesmas dan Rumah Sakit (RS).

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengonfirmasi kesiapan mereka dalam melakukan rapid test COVID-19.

Ini ditandai dengan adanya pendistribusian seratus ribu alat rapid test Covid-19 ke Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di seluruh wilayah DKI Jakarta pada Selasa (24/3/2020).

Hal itu disampaikan langsung oleh pihak Jakarta Smart City lewat akun Twitter mereka @JSCLounge.

"Seratus ribu alat rapid test COVID-19 sudah didistribusikan ke Puskesmas dan RSUD di seluruh wilayah DKI Jakarta, Selasa malam (24/3)," tulis mereka via Twitter.

Cuitan Jakarta Smart City soal prosedur rapid test COVID-19 (Twitter).
Cuitan Jakarta Smart City soal prosedur rapid test COVID-19 (Twitter).

Tak hanya itu, prosedur pelaksanaan rapid test Covid-19 juga turut dibagikan. Adapun tata cara pemeriksaan akan dibagi menjadi dua yaitu pencarian aktif dan pencarian pasif.

Pencarian aktif akan dilakukan oleh Puskesmas dengan cara menghubungi mereka yang memiliki riwayat kontak erat riwayat rendah, kontak erat riwayat tinggi, dan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Sementara, pencarian pasif akan dilakukan oleh Puskesmas dan RS apabila ada seseorang yang berobat ke sana dan memenuhi kriteria rapid test. Adapun kriterianya akan ditentukan oleh petugas medis.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah prosedur tata cara rapid test di Jakarta:

Pencarian Aktif Puskesmas ke Masyarakat

  1. Menghubungi pasien dengan riwayat kontak erat resiko rendah, tinggi, dan ODP untuk rapid test dengan formulir PE.
  2. Menjelaskan prosedur pemeriksaan rapid test.
  3. Melakukan rapid tes dan pencatatan.
  4. Bila hasil positif, dilakukan pengambilan swab, isolasi mandiri atau dirujuk ke shelter (sesuai kriteria) selama menunggu hasil PCR.
  5. Bila kondisi memburuk sebelum hasil PCR diperoleh, pasien dirujuk ke RS.
  6. Bila hasil negatif, pasien diinformasikan untuk:
  • Isolasi mandiri 14 hari. Bila kondisi memburuk, dirujuk ke RS dan dilakukan pemeriksaan PCR. 
  • Memeriksa ulang rapid test (satu kali) pada hari ke-7 sampai 10 setelah tes awal.

Pencarian Pasif Puskesmas dan RS

  1. Pasien datang berobat ke Puskesmas dan RS.
  2. Kriteria pasien untuk rapid test ditentukan petugas.
  3. Apabila memenuhi kriteria, pasien dirujuk ke laboratorium untuk pemeriksaan rapid test.
  4. Petugas menjelaskan prosedur.
  5. Petugas melakukan rapid test dan pencatatan.
  6. Bila hasil positif, dilakukan pengambilan swab, isolasi mandiri atau dirujuk ke shelter (sesuai kriteria) selama menunggu hasil PCR.
  7. Bila kondisi memburuk sebelum hasil PCR diperoleh, pasien dirujuk ke RS.
  8. Bila hasil negatif, pasien diinformasikan untuk:
  • Isolasi mandiri 14 hari. Bila kondisi memburuk, dirujuk ke RS dan dilakukan pemeriksaan PCR.
  • Memeriksa ulang rapid test (satu kali) pada hari ke-7 sampai 10 setelah tes awal.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS