Resmi! Kota Makassar Darurat Virus Corona, Wacanakan Lockdown!

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 26 Maret 2020 | 15:41 WIB
Resmi! Kota Makassar Darurat Virus Corona, Wacanakan Lockdown!
Pantai Losari Kota Makassar. (Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan mentarakan darurat virus corona. Kota Makassar menaikkan statusnya dari siaga.

Hal itu dilakukan karena makin banyak pasien positif corona di sana. Tercatat bertambah menjadi 11 orang positif corona.

"Makassar semenjak ada yang meninggal (positif) sudah status darurat. Apalagi saat ini kasus terus bertambah," ucap Pejabat Wali kota Makassar, M Iqbal Suhaeb saat telecopress secara daring di Makassar, Kamis (26/3/2020).

Data sementara saat ini jumlah pasien positif corona untuk Makassar tercatat 11 orang. Satu di antaranya meningggal dunia, 10 orang masih dirawat secara intesif di ruang isolasi infeksi center RSUP Wahidin Sudirohusudo.

Selanjutnya, untuk Orang Dalam Pemantauan (OPD) sebanyak 40 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 59 orang, 49 masih dirawat, tujuh diperbolehkan pulang dan empat meninggal dunia.

"Ada sebagian besar PDP sudah boleh pulang dan diminta isolasi mandiri. Pasien yang masih terindikasi terpapar virus terutama pernah kontak dan memiliki riwat penyakit komplikasi masih dirawat intensif," paparnya.

Selain itu bagi masyarakat yang masih ODP disarankan lebih baik melalukan isolasi diri di rumah masing-masing, kecuali ada gejala dan mendesak memerlukan perawatan intensif menghubungi 112 atau dilarikan ke fasilitas kesehatan maupun rumah sakit rujukan sesuai protokol standar.

Iqbal juga mengungkapkan, berdasarkan data tracking sementara yang diperoleh dari pasien positif maupun PDP, ada 670 orang yang sedang diamati. Mereka dibagi klaster atau kelompok, sesuai dengan riwayat kontaknya.

Selain itu, Pemkot Makassar melalui Dinkes membagi klaster termasuk orang yang pernah kontak dengan pasien 285 (meninggal) seusai umroh usai dirawat di RS Siloam, begitupun PDP jamaah umroh yang meninggal dunia di rumah sakit Grestelina.

baca juga

"Ada empat dari tujuh travel sudah diminta datanya untuk ditracking siapa saja yang sudah kontak, dan datanya sudah ada. Sisa tiga travel yang belum diketahui data jamaahnya," ungkap dia.

Selanjutnya, pasien PDP yang meninggal usai pertemuan keagamaan di Bogor juga ditracking, dan kemudian klaster peserta Itjima Dunia Zona Asia di Gowa terus dipantau.

Berkaitan dengan peningkatan kasus korona di Makasssar apakah ada rencana melakukan 'Lockdown' atau menutup akses masuk dan keluar antardaerah wilayah dan pembatasan warga keluar rumah, kata dia, itu memungkinkan.

"Kemungkina lockdown bisa. Bisa parsial atau secara keseluruhan kalau terjadi lonjokan pasien yang sangat besar," beber mantan Kepala Birro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel ini.

Wacana itu dimungkinkan mengingat Kota Makassar adalah daerah transit orang dari arah timur Indonesia ke barat, begitupun arah barat ke timur melewati jalur darat, laut dan udara.

"Kalau sudah dianggap sangat rawan mungkin kita lockdown. Tetapi, kebijakan lockdown harus dikonsultasikan ke Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, apakah secara parsial atau keseluruhan," ungkap Iqbal.

Kendati demikian, bila langkah itu akhinya diambil, lanjut dia, maka langkah antisipasi kesiapan pangan sudah dilakukan dengan menyiapkan strategi-strateginya.

"Kita masih melihat situasi yang terus berkembang. Untuk stok pangan kami rasa masih cukup untuk ketersediaan selama masa tanggap darurat ini," tambahnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Italia Krisis Corona, Pemain Berdarah Indonesia Ini Lebih Khawatirkan Istri

Italia Krisis Corona, Pemain Berdarah Indonesia Ini Lebih Khawatirkan Istri

Bola | Kamis, 26 Maret 2020 | 15:40 WIB

Ketua Viking Persib Club Dukung Penundaan Kompetisi, Ini Alasannya

Ketua Viking Persib Club Dukung Penundaan Kompetisi, Ini Alasannya

Bola | Kamis, 26 Maret 2020 | 15:39 WIB

Selain Grand Cempaka, Anies Tambah 3  Hotel untuk Tidur Tenaga Medis

Selain Grand Cempaka, Anies Tambah 3 Hotel untuk Tidur Tenaga Medis

News | Kamis, 26 Maret 2020 | 15:33 WIB

Sandiaga Dukung Indonesia Lockdown

Sandiaga Dukung Indonesia Lockdown

News | Kamis, 26 Maret 2020 | 15:31 WIB

Terkini

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Baru Tahu Jakmania Boikot Persija, Shin Tae-yong Kirim Pesan

Baru Tahu Jakmania Boikot Persija, Shin Tae-yong Kirim Pesan

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Rektor Unsoed Tersandung Korupsi, Pengamat Dorong Audit Menyeluruh PTN

Rektor Unsoed Tersandung Korupsi, Pengamat Dorong Audit Menyeluruh PTN

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Catatan Kritis Pukat UGM soal RUU Perampasan Aset: Ancaman Macan Kertas hingga Korupsi Aparat

Catatan Kritis Pukat UGM soal RUU Perampasan Aset: Ancaman Macan Kertas hingga Korupsi Aparat

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi

Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi

Banten | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Sengketa SD Islam Pembangunan, Yayasan: Itu Bukan Tanah Milik Negara!

Sengketa SD Islam Pembangunan, Yayasan: Itu Bukan Tanah Milik Negara!

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Pemkab Bogor Pastikan Layanan Masyarakat Tetap Prima di Tengah Proses Hukum KPK

Pemkab Bogor Pastikan Layanan Masyarakat Tetap Prima di Tengah Proses Hukum KPK

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Real Madrid Foundation Bagi Ilmu, Pelatih Indonesia Belajar Pembinaan Usia Muda

Real Madrid Foundation Bagi Ilmu, Pelatih Indonesia Belajar Pembinaan Usia Muda

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 21:50 WIB

×