9 Hal soal Virus Corona Covid-19 Ini Masih Menjadi Misteri

Reza Gunadha

Senin, 30 Maret 2020 | 17:23 WIB
9 Hal soal Virus Corona Covid-19 Ini Masih Menjadi Misteri
Ilustrasi [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Sejak mulai muncul di Wuhan China pada Desember 2019, dan kekinian sudah mewabah ke ratusan negara lainnya, masih banyak pertanyaan yang tetap menjadi misteri mengenai virus corona Covid-19.

Dikutip dari BBC, Senin (30/3/2020), berikut sembilan pertanyaan besar seputar virus corona Covid-19 yang sementara ini belum memunyai jawabannya.

Pandemi Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Pandemi Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

1. Berapa banyak orang yang telah terinfeksi?
Ini pertanyaan paling mendasar, tapi juga yang paling krusial.

Terdapat ratusan ribu kasus terkonfirmasi di seluruh dunia, tapi ini hanya sebagian kecil dari jumlah total infeksi. Dan angka sebenarnya makin samar karena jumlah kasus asimptomatik – orang yang membawa virus tapi tidak menunjukkan gejala-gejala – tidak diketahui.

Pengembangan tes antibodi akan memungkinkan para peneliti untuk melihat apakah seseorang membawa virus.

Hanya ketika itulah kita akan memahami seberapa jauh atau seberapa mudah virus corona penyebab Covid-19 menyebar.

Ilustrasi virus Corona Covid-19 - (Pixabay/geralt)
Ilustrasi virus Corona Covid-19 - (Pixabay/geralt)

2. Seberapa mematikan virus ini?
Sampai kita tahu jumlah kasus sebenarnya, mustahil untuk memastikan tingkat kematian.

Saat ini estimasinya sekitar 1 persen dari orang yang terinfeksi koronavirus itu meninggal. Tapi jika ada banyak pasien asimptomatik, tingkat kematiannya bisa jadi lebih rendah.

3. Apa saja gejalanya?
Gejala umum virus corona adalah demam dan batuk kering — ini yang perlu Anda perhatikan.

baca juga

Sakit tenggorokan, sakit kepala, dan diare juga telah dilaporkan pada beberapa kasus dan ada spekulasi kuat bahwa beberapa kasus akan merasakan kehilangan indera penciuman.

Tapi pertanyaan paling penting ialah apakah gejala ringan yang mirip demam, misalnya hidung berair atau bersin, ada pada beberapa pasien?

Berbagai studi mengisyaratkan bahwa ini mungkin dan orang-orang bisa berpotensi menularkan tanpa tahu mereka membawa virus.

Peta dan infografis terkait pasien terinfeksi, meninggal dan sembuh di Indonesia dan dunia.

Ilustrasi Virus Corona. [Shutterstock]
Ilustrasi Virus Corona. [Shutterstock]

4. Apa peran anak-anak dalam penyebaran virus?

Anak-anak bisa terinfeksi virus corona. Namun, kebanyakan dari mereka menunjukkan gejala ringan dan jumlah kematian di antara anak-anak relatif sedikit dibandingkan kelompok usia lainnya.

Anak-anak biasanya penyebar super penyakit, sebagian karena mereka berkumpul dengan banyak orang (seringkali di taman bermain), tapi dengan virus ini, belum jelas seberapa jauh mereka membantu penyebarannya.

5. Dari mana asal virus ini?
Virus ini muncul di Wuhan, China, pada penghujung 2019, ketika ditemukannya klaster kasus di sebuah pasar hewan.

Virus corona jenis baru, secara resmi disebut Sars-CoV-2, berkerabat dekat dengan virus yang menginfeksi kelelawar, namun virus tersebut diduga ditularkan dari kelelawar ke spesies hewan yang tidak diketahui sebelum ditularkan ke manusia.

"Mata rantai yang hilang" itu belum diketahui, dan bisa menjadi sumber infeksi lebih lanjut.

6. Akankah jumlah kasus menurun pada musim panas?
Demam dan flu lebih umum di bulan-bulan musim dingin daripada di musim panas, tapi belum diketahui kalau cuaca yang lebih hangat akan mengubah penyebaran virus.

Para ilmuwan penasihat Inggris telah memperingatkan bahwa tidak jelas apakah akan ada efek musiman. Jika ada, mereka berpikir efeknya lebih kecil dari efek pada demam atau flu.

Jika memang ada penurunan besar kasus koronavirus di sepanjang musim panas, ada bahaya kasusnya kembali melonjak di musim dingin, ketika rumah sakit juga menangani masuknya pasien dengan penyakit-penyakit musim dingin yang biasanya.

Ilustrasi virus. [Shutterstock]
Ilustrasi virus. [Shutterstock]

7. Kenapa sebagian orang menunjukkan gejala yang lebih parah?
Covid-19 adalah infeksi ringan bagi kebanyakan orang. Namun pada sekitar 20% orang, infeksi ini terus berkembang menjadi penyakit yang lebih parah. Kenapa demikian?

Kondisi sistem kekebalan tubuh seseorang sepertinya bagian dari masalah ini, dan barangkali ada faktor genetik juga. Pemahaman tentang hal ini dapat menuntun pada cara mencegah orang-orang sampai membutuhkan perawatan intensif.

Hak atas fotoREUTERSImage captionSejumlah petugas kesehatan hendak melakukan pengujian corona terhadap publik di area 'drive-thru' di Korea Selatan.

8. Berapa lama sistem kekebalan tubuh bertahan, dan apakah Anda bisa terinfeksi dua kali?
Ada banyak spekulasi tetapi sedikit bukti tentang seberapa tahan sistem kekebalan tubuh terhadap koronavirus.

Pasien pasti membangun respons imun, jika mereka berhasil melawan virus. Tetapi karena penyakit ini baru ada beberapa bulan, ada kekurangan data jangka panjang.

Rumor pasien yang terinfeksi dua kali mungkin disebabkan kesalahan tes yang mengatakan mereka sembuh dari virus.

Pertanyaan tentang kekebalan tubuh sangat penting untuk memahami apa yang akan terjadi dalam jangka panjang.

WHO resmi memberikan nama covid-19 untuk virus Corona baru dari Wuhan. (Shutterstock)
WHO resmi memberikan nama covid-19 untuk virus Corona baru dari Wuhan. (Shutterstock)

9. Apakah virus corona akan bermutasi?
Virus bermutasi setiap saat, tetapi sebagian besar perubahan pada kode genetiknya tidak mengakibatkan perbedaan yang signifikan.

Sebagai aturan umum, Anda bisa memperkirakan bahwa suatu virus bakal berevolusi menjadi kurang mematikan dalam jangka panjang, tetapi ini tidak dijamin.

Kekhawatirannya ialah jika virus bermutasi, maka sistem kekebalan tidak lagi mengenalinya dan vaksin tertentu tidak lagi berfungsi (seperti yang terjadi pada flu).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Kebiasaan, Mengapa Sulit Menahan Diri untuk Tidak Menyentuh Wajah?

Jadi Kebiasaan, Mengapa Sulit Menahan Diri untuk Tidak Menyentuh Wajah?

Health | Senin, 30 Maret 2020 | 14:00 WIB

Anda Sayang Keluarga di Kampung? Jangan Mudik Demi Redam Penularan Corona

Anda Sayang Keluarga di Kampung? Jangan Mudik Demi Redam Penularan Corona

Lifestyle | Minggu, 29 Maret 2020 | 08:19 WIB

Abaikan Social Distancing, Cara Polwan Bubarkan Warga Ini Ampuh!

Abaikan Social Distancing, Cara Polwan Bubarkan Warga Ini Ampuh!

Tekno | Kamis, 26 Maret 2020 | 09:15 WIB

Mengisi Waktu Luang WFH, Bisa Sambil Cek Part ini Pada Mobil

Mengisi Waktu Luang WFH, Bisa Sambil Cek Part ini Pada Mobil

Otomotif | Senin, 30 Maret 2020 | 14:44 WIB

Dampak Corona: Jumlah Kendaraan Berkurang, Kualitas Udara di Jogja Membaik

Dampak Corona: Jumlah Kendaraan Berkurang, Kualitas Udara di Jogja Membaik

Jogja | Selasa, 24 Maret 2020 | 20:39 WIB

Eksklusif, Kegiatan WNI di Roma Selama Masa Lockdown

Eksklusif, Kegiatan WNI di Roma Selama Masa Lockdown

Video | Selasa, 24 Maret 2020 | 20:07 WIB

Terungkap! Inilah Asal Usul Nama Virus Corona

Terungkap! Inilah Asal Usul Nama Virus Corona

Tekno | Selasa, 24 Maret 2020 | 10:23 WIB

Ayo! Lawan Corona Covid-19 dengan Terapkan Jaga Jarak Mulai Sekarang

Ayo! Lawan Corona Covid-19 dengan Terapkan Jaga Jarak Mulai Sekarang

Video | Selasa, 24 Maret 2020 | 06:00 WIB

Terkini

Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam

Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:00 WIB

BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera

BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas

Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward

Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward

Entertainment | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:54 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen Ectoin untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Anti Polusi

5 Rekomendasi Sunscreen Ectoin untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Anti Polusi

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:46 WIB

Sengketa 6,1 Hektare Kencana Bogor Memanas, AJB Dipersoalkan hingga Dugaan Rekayasa Hukum

Sengketa 6,1 Hektare Kencana Bogor Memanas, AJB Dipersoalkan hingga Dugaan Rekayasa Hukum

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:43 WIB

5 Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum, Ini Cara Mengakalinya

5 Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum, Ini Cara Mengakalinya

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:40 WIB

Bukan Asal Murah, Ini 5 Kriteria Tasya Kamila Saat Memilih Perabotan Rumah Tangga

Bukan Asal Murah, Ini 5 Kriteria Tasya Kamila Saat Memilih Perabotan Rumah Tangga

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:37 WIB

HP 64 GB Mulai Lemot? Coba 6 Trik Sederhana Ini sebelum Ganti Ponsel

HP 64 GB Mulai Lemot? Coba 6 Trik Sederhana Ini sebelum Ganti Ponsel

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Jetour T2 i-DM Padukan Desain Boxy Ikonik dengan Teknologi PHEV Modern

Jetour T2 i-DM Padukan Desain Boxy Ikonik dengan Teknologi PHEV Modern

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:35 WIB

×