Nasib Freelancer Kehilangan Pendapatan kalau Jakarta Lockdown

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari
Nasib Freelancer Kehilangan Pendapatan kalau Jakarta Lockdown
Kondisi di kawasan Monas, Jakarta, Senin (16/3). [Suara.com/Alfian Winanto]

Kini hidup mengandalkan sisa tabungan.

Suara.com - Negari, perempuan berusia 28 tahun ini mengeluh tidak mendapatkan pemasukan ketika pandemi virus Corona (Covid-19) menyebar di DKI Jakarta. Pil pahit lainnya yang mesti ia telan ketika tahu dirinya tidak bisa mudik karena Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang berencana untuk melakukan karantina wilayah.

Sudah 10 tahun lamanya Negari tinggal di Jakarta untuk mencari nafkah. Akan tetapi, tidak bisa pulang ke kampung halamannya Bandung untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri menjadi pengalaman pertamanya.

Negari setuju dengan rencana Anies yang hendak melakukan karantina wilayah di ibu kota agar Covid-19 tidak meluas. Di samping itu ia hanya bisa pasrah apabila menjelang lebaran ia tetap harus mengikuti kebijakan tersebut.

"Aku setuju sih dengan adanya karantina wilayah biar nggak ada penyebaran virus yang lebih luas lagi, walaupun Bandung juga sudah ada yang kena," kata Negari saat dihubungi Suara.com, Senin (30/3/2020).

"Kalau nggak bisa mudik, ya sudah mau gimana lagi...," ucapnya.

Kesedihan Negari bertambah ketika pendapatannya ikut merosot akibat adanya Covid-19. Ia adalah pekerja harian lepas atau freelancer sebagai produser untuk pembuatan video atau film.

Sebelum Covid-19 menyerang, Negari bisa mendapatkan upah Rp 10 juta hingga 15 juta per projek yang ia tangani. Akan tetapi, setelah adanya Covid-19, projek pun mulai sepi lantaran adanya kebijakan dari pemerintah kepada masyarakat untuk tidak membuat kerumunan massa.

Perempuan yang tinggal di Green Pramuka, Jakarta Pusat itu sangat merasakan dampak dari adanya pandemi Covid-19. Saat ini ia hanya mengandalkan sisa tabungan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Dengan adanya Corona ya pendapatan nol. Ngandelin tabungan yang sudah menipis," ucapnya sambil tertawa lirih.

Dengan kondisi tersebut, Negari pun hanya bisa berharap pandemi Covid-19 bisa segera berlalu dari tanah air. Selain itu, apabila karantina wilayah benar diberlakukan, ia berharap pemerintah juga memikirkan nasib daripada pekerja harian lepas yang mendapatkan upah dari jasanya.

"Berdoa semoga Corona ini cepat berlalu. Setuju-setuju saja sama karantina wilayah asal petinggi-petingginya yang berwenang bekerja dengan benar untuk kita yang dikarantina," tutupnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS