Beda Data Korban Corona Meninggal, Warganet: Siapa yang Tidak Transparan?

Dany Garjito | Ruhaeni Intan
Beda Data Korban Corona Meninggal, Warganet: Siapa yang Tidak Transparan?
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memberikan keterangan kepada pers soal penanganan virus corona Covid-19 di ibu kota pada Kamis (26/3/2020) di Balai Kota. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]

Terdapat perbedaan data korban meninggal akibat corona antara Jakarta dengan nasional.

Suara.com - Transparansi pemerintah pusat dalam merilis jumlah data corona dipertanyakan. Warganet mendapati data korban yang meninggal di Jakarta berbeda jauh dengan data nasional. 

Salah seorang pengguna Twitter bernama @podoradong mencuit soal perbedaan data tersebut. Jumlah angka antara temuan di lapangan dan data nasional sangat berbeda sehingga menimbulkan kecurigaan.

"Adakah yang aneh, sob? Jakarta menyebut 283 meninggal. Nasional menyebut 123 meninggal. Siapa yang tidak transparan?" tulisnya via Twitter.

Cuitan warganet soal perbedaan data korban meninggal akibat virus corona (Twitter).
Cuitan warganet soal perbedaan data korban meninggal akibat virus corona (Twitter).

Perbedaan jumlah data itu pun baru menyasar DKI Jakarta, belum dengan provinsi lain.

"Itu baru data Jakarta, bagaimana dengan provinsi daerah lain?" kata @podoradong.

Cuitan itu pun langsung direspon secara masif oleh warganet lain. Muncul spekulasi dari warganet yang mempertanyakan transparansi pemerintah pusat dalam merilis data korban corona.

Salah satu warganet yang merespon yaitu @gogogo_victory menjelaskan soal perbedaan angka tersebut.

"Dari link berita tersebut, 283 warga Jakarta yang meninggal belum dapat dipastikan positif corona semua karena sudah meninggal duluan. Saya rasa 283 itu gabungan dari ODP, PDP, dan yang nyata positif," tulisnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengemukakan data mengenai jumlah korban meninggal dunia yang dimakamkan sesuai protokol pemulasaran pasien COVID-19.

Berdasarkan laporan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, korban meninggal dunia yang dimakamkan sesuai protokol pemulasaran pasien COVID-19 berjumlah 283 jasad. Jumlah ini sangat berbeda dengan data nasional yang hanya menyebutkan 122 kematian akibat corona.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS