Tak Percaya Negara Atasi Corona, Daerah Kumuh di Brasil Sewa Dokter Sendiri

Bangun Santoso

Jum'at, 03 April 2020 | 12:39 WIB
Tak Percaya Negara Atasi Corona, Daerah Kumuh di Brasil Sewa Dokter Sendiri
Adelmo Carvalho, 55 tahun, seorang perwakilan penjualan yang biasa bermain di gereja, memainkan biola miliknya di balkon rumahnya saat seorang kurir bersepeda lewat dalam penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Rio de Janeiro, Brazil, Minggu (29/3/2020). (REUTERS/RICARDO MORAES)

Suara.com - Emerson Barata menggambar peta dari daerah kumuh terbesar di Sao Paulo, Paraisopolis, dan mulai menandai kasus virus corona yang dikonfirmasi dengan tinta biru.

Di tengah favela (kawasan kumuh) berpenduduk sekitar 120.000 orang, yang terletak di antara blok apartemen mewah dan rumah-rumah bertembok tinggi, ia menggambar empat titik.

"Ini akan menjadi jauh lebih buruk," kata pria berusia 34 tahun itu kepada tim medis yang berkumpul. Ia menambahkan dua titik lagi ke distrik luar favela. "Lonjakannya belum muncul."

Barata memimpin reaksi tanggap virus corona di labirin rumah-rumah blok batu merah itu, di mana, di luar enam kasus yang dikonfirmasi, timnya mencurigai ada 60 kasus lain.

Dia dan tim medis di sekitarnya tidak terhubung dengan negara bagian Brazil itu. Mantan pemain pro liga kecil ini adalah bagian dari asosiasi penduduk Paraisopolis yang sangat tidak percaya pada pemerintah dan memutuskan bertindak.

Asosiasi penghuni telah menyewa layanan medis swasta 24 jam termasuk tiga ambulans, dua dokter, dan dua perawat, serta pengemudi dan staf pendukung. Sementara Presiden Jair Bolsonaro menganggap virus itu sebagai "flu ringan" dan mengatakan kepada warga Brazil untuk kembali bekerja, Barata kurang tidur karena berusaha menyiapkan favela-nya untuk apa yang ia sebut sebagai "perang."

Barata menolak untuk mengatakan berapa biayanya atau berapa banyak sumbangan yang ia peroleh. Ia hanya mengatakan sejumlah biaya ditanggung oleh donor.

Banyak yang masih diperlukan, katanya. Tim medis ini dikontrak 30 hari, kemungkinan akan diperpanjang.

"Favela akan menjadi wilayah yang paling terdampak," katanya, berdiri di tempat parkir di luar bengkel mekanik yang berfungsi sebagai pangkalan untuk tim medis. "Tempat-tempat yang sudah diabaikan oleh negara akan semakin diabaikan."

baca juga

Para ahli kesehatan masyarakat setuju dengan pendapatnya. Tempat tinggal yang penuh sesak, sanitasi yang buruk, kurangnya perawatan kesehatan, dan pelanggaran terhadap imbauan karantina membuat daerah kumuh Brazil, "rumah bagi sekitar 11 juta orang atau 6% dari populasi” rentan terhadap virus.

Paraisopolis kemungkinan berada di garis depan. Banyak penghuninya bekerja di lingkungan kaya dekat Morumbi, yang merupakan titik nol untuk penyebaran di Brasil. Di seluruh Amerika Latin, banyak dari kasus pertama didiagnosis pada mereka yang cukup kaya untuk bepergian ke luar negeri, tetapi virus ini diperkirakan akan berdampak paling parah pada warga miskin.

Brasil adalah negara yang paling parah terkena dampak virus corona di Amerika Latin sejauh ini, dengan hampir 8.000 kasus yang dikonfirmasi dan 299 kematian.

Penduduk Paraisopolis yang telah dites positif termasuk dua yang bekerja di Rumah Sakit Albert Einstein di dekatnya, sebuah fasilitas medis swasta yang mendiagnosis kasus pertama di Amerika Latin. Lainnya adalah pengasuh yang tinggal di rumah.

Celia Parnes, Menteri Pembangunan Sosial untuk negara bagian Sao Paulo, mengatakan pemerintah prihatin dengan "kecepatan penularan di favela" dan sedang bekerja untuk membantu lingkungan miskin seperti Paraisopolis dengan makanan bersubsidi dan keringanan utang.

Dia mengatakan layanan kesehatan umum di Paraisopolis tidak berbeda dengan bagian kota lainnya, mengatakan ambulans mencapai favela dan berbicara tentang tidak adanya negara "adalah hal yang dibesar-besarkan."

Tapi dia memuji upaya asosiasi warga. "Saya mengetahuinya dan menghargai itu," katanya.

Balai Kota, dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui surel, mengatakan bahwa mereka membagikan makanan gratis dan barang-barang penting bagi penduduk Paraisopolis, serta mengendarai mobil dengan pengeras suara yang menyatakan pentingnya mencuci tangan dan tinggal di dalam ruangan.

Perusahaan air dan sanitasi Sao Paulo mengatakan pihaknya mendistribusikan 2.400 tangki air ke lingkungan miskin itu untuk membantu mereka selama krisis kesehatan. Dikatakannya bahwa Paraisopolis telah menerima lebih dari 900 tank.

Negara juga membebaskan keluarga miskin dari tarif air dan gas selama tiga bulan.

Sumber: Antara/Reuters

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belajar Online di Rumah saat Pandemi Covid-19

Belajar Online di Rumah saat Pandemi Covid-19

Video | Jum'at, 03 April 2020 | 12:10 WIB

Imbas Pandemi Corona, Serikat Karyawan Media Ini Tagih Gaji yang Telat

Imbas Pandemi Corona, Serikat Karyawan Media Ini Tagih Gaji yang Telat

News | Jum'at, 03 April 2020 | 12:36 WIB

Marak Jasad Pasien Corona Ditolak, Komnas HAM: Pemerintah Harus Transparan

Marak Jasad Pasien Corona Ditolak, Komnas HAM: Pemerintah Harus Transparan

News | Jum'at, 03 April 2020 | 12:31 WIB

Egoisme dalam Fenomena Panic Buying

Egoisme dalam Fenomena Panic Buying

Your Say | Jum'at, 03 April 2020 | 12:26 WIB

Bukannya di Rumah Saat Corona, 19 Pemuda di Jakarta Terciduk Main Warnet

Bukannya di Rumah Saat Corona, 19 Pemuda di Jakarta Terciduk Main Warnet

News | Jum'at, 03 April 2020 | 12:25 WIB

Susul Honda, Suzuki Hentikan Aktivitas Pabrik Selama Dua Pekan

Susul Honda, Suzuki Hentikan Aktivitas Pabrik Selama Dua Pekan

Otomotif | Jum'at, 03 April 2020 | 12:16 WIB

3 Kali Tak Salat Jumat Berturut-turut karena Corona, Bagaimana Hukumnya?

3 Kali Tak Salat Jumat Berturut-turut karena Corona, Bagaimana Hukumnya?

News | Jum'at, 03 April 2020 | 12:09 WIB

Dampak Positif yang Dirasakan Sissy Priscillia Terkait Virus Corona

Dampak Positif yang Dirasakan Sissy Priscillia Terkait Virus Corona

Entertainment | Jum'at, 03 April 2020 | 12:10 WIB

Terkini

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:18 WIB

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:33 WIB

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:31 WIB

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:02 WIB

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:51 WIB

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:42 WIB

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:31 WIB