Jokowi Pamer Indonesia Tak Masuk 10 Besar Negara Terbanyak Pasien Corona

Pebriansyah Ariefana, Yosea Arga Pramudita

Senin, 06 April 2020 | 10:54 WIB
Jokowi Pamer Indonesia Tak Masuk 10 Besar Negara Terbanyak Pasien Corona
Presiden Joko Widodo (Antara)

Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memamerkan Indonesia tak masuk 10 negera terbanyak pasien positif virus corona. Meski sampai Minggu (5/4/2020) kemarin pasien positif virus corona di Indonesia tembus 2.273 orang.

Jokowi menjelaskan data global virus corona harus disampaikan ke publik.

"Berkaitan dengan berita mengenai yang terjadi di negara-negara lain. Ini juga perlu disampaikan kepada publik, agar publik juga memiliki sebuah wawasan. Bahwa sekarang ini sudah 207 negara yang terdampak. Mestinya ada yang menyampaikan, mungkin tidak dari kami," kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas yang disiarkan akun Youtube Sekretariat Presiden, Senin (6/4/2020).

Jokowi berpandangan, perlu ada hal yang harus disampaikam sebagai sarana informasi. Misalnya, 10 besar negara-negara yang terdampak virus corona terparah.

"Tapi ini perlu disampaikan mengenai 10 negara dengan kasus tertinggi. Misalnya di Amerika Serikat sekarang sudah 305 ribu, Italia 119 ribu, Spanyol 117 ribu, Jerman 85 ribu, RRT 82 ribu, Prancis 63 ribu, Iran 53 ribu, Inggris 38 ribu, Tukri 20 ribu, dan Swiss 19 ribu," sambungnya.

Jokowi menilai, pemaparan tersebut setidaknya bisa memberi wawasan kalau virus corona tidak hanya terjadi di Indonesia. Meski demikian, Jokowi meminta agar ada pihak lain di luar pemerintah yang menyampaikan itu.

"Yang kita semuanya memiliki gambaran bahwa penyakit ini tidak hanya di Indonesia. Tetapi di 207 negara. Dan kasus-kasusnya tadi disampaikan 10 kasus tertinggi di negara-negara tadi yang disebutkan. Ini mungkin tidak tahu setiap hari atau dua hari harus ada yang menyampaikan, tetapi sekali lagi bukan dari kami," katanya.

Dalam ratas itu, Jokowi juga meminta jajarannya untuk mempercepat pelaksanaan tes Polymerase Chain Reaction (PCR). Selain itu, dia juga meminta agar pelaksanaan rapid test alias uji cepat virus corona diprioritaskan bagi orang tertentu.

"Mengenai kecepatan, saya betul-betul minta agar tes PCR, pelaksanaan rapid test ini diberikan prioritas untuk orang-orang yang berisiko tinggi," kata Jokowi.

baca juga

Orang-orang yang mendapat prioritas untuk diperiksa menggunakan rapid test dan PCR misalnya, dokter dan keluarganya, pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP). Hal tersebut diminta Jokowi segera dilaksanakan agar pemerintah mampu mengetahi siapa saja yang positif maupun negatif virus corona.

"Baik itu dokter dan keluarganya, sekali lagi untuk yang PDP, untuk yang ODP dan sekali lagi kecepatan pemeriksaan di laboratorium agar didorong lagi, diteken lagi agar lebih cepat. Dan kami harapkan dengan kecepatan itu kami bisa mengetahui siapa yang telah positif dan siapa yang negatif," jelasnya.

Kepala Negara juga meminta agar pengadaan dan distribusi alat-alat kesehatan seperti alat pelindung diri (APD) segera dipercepat. Bahkan, Jokowi meminta agar ada pengawasan saat proses distribusi dilakikan di Provinsi, Kabupaten, maupun kota.

"Kemudian juga kecepatan mengenai pengadaan dan distribusi APD, alat-alat kesehatan yang dibutuhkan Rumah sakit akan juga menjadi perhatian. Kami juga sudah mendistribusikan misalnya ke sebuah provinsi di daerah, tetapi dari daerah itu juga harus diawasi, dilihat betul apakah sudah ditujukan ke rumah sakit," tutup Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Zona Merah Virus Corona, 6 Pasar di Depok Layani Belanja Online

Zona Merah Virus Corona, 6 Pasar di Depok Layani Belanja Online

Jabar | Senin, 06 April 2020 | 10:41 WIB

Mantan Astronot NASA Sebut COVID-19 Lebih Berbahaya daripada Misi Antariksa

Mantan Astronot NASA Sebut COVID-19 Lebih Berbahaya daripada Misi Antariksa

Tekno | Senin, 06 April 2020 | 10:36 WIB

Cegah Corona, Bayi Baru Lahir di Thailand Dipasangi Pelindung Wajah

Cegah Corona, Bayi Baru Lahir di Thailand Dipasangi Pelindung Wajah

News | Senin, 06 April 2020 | 10:47 WIB

Nadia, Harimau di Kebun Binatang AS Positif Terinfeksi Virus Corona

Nadia, Harimau di Kebun Binatang AS Positif Terinfeksi Virus Corona

News | Senin, 06 April 2020 | 10:43 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×