Pemerintah Indonesia Dinilai Lambat Mengantisipasi Covid-19 Sejak Dini

Jum'at, 10 April 2020 | 02:55 WIB
Pemerintah Indonesia Dinilai Lambat Mengantisipasi Covid-19 Sejak Dini
Ilustrasi virus corona. [Pixabay]/emmagrau]

Suara.com - Ketua Jurnalis Bencana dan Krisis (JBK) Ahmad Arief menyebut Pemerintah Indonesia sejak awal terlambat merespon Virus Covid-19.

Padahal, Menurut Arief negara-negara tetangga sudah lebih dulu melakukan kewaspadaan terhadap warga negaranya yang berada di Kota Wuhan, dengan merespon cepat adanya penyebaran virus covid-19.

"Hampir semua negara tetangga kita yang memiliki interaksi perjalanan langsung dari Wuhan ke negara-negara tersebut sudah melaporkan adanya kasus positif," kata Arief dalam diskusi daring korupsi dan masalah penanganan covid-19 melalui video conference pada Kamis (9/4/2020).

Arief juga mengemukakan kejanggalan, karena sejak awal Desember hingga Januari 2020, pemerintah menyatakan belum sama sekali mendeteksi Virus Corona atau Covid-19 masuk ke Indonesia.

"Indonesia sampai saat itu belum melaporkan. Maka banyak kritik sebenarnya. Ada atau tidaknya masuknya virus ini kan harus dilakukan pemeriksaan dengan baik," ujarnya.

Diakui Arief mendeteksi penyebaran Virus Corona memang tidak mudah. Walau hanya dengan mengecek suhu tubuh pun, belum tentu terhindar dari Covid.

"Memang tidak cukup hanya dengan pemeriksaan suhu. Dari WHO maupun pemerintah China sendiri sudah menyatakan bahwa banyak sekali yang sebenarnya terinfeksi kasus ini (tapi) tidak mengalami gejala, baik demam sakit dan lain. Tapi bisa menginfeksi ke orang lain," ujar Arief

Karena itu, Arief menyebut dengan memeriksa warganya yang pulang dari luar negeri hanya dengan mendeteksi suhu tubuh, bukan solusi Indonesia dapat terbebas dari covid-19.

"Dari awal deteksi suhu sudah diragukan sebenarnya."

Baca Juga: Ini Alasan Pemerintah Geser Cuti Bersama Idul Fitri dari Mei ke Desember

Apalagi, kondisi tersebut diperparah dengan kebijakan Pemerintah Indonesia kala itu yang malah membuka promosi pariwisata. Padahal, berkebalikan dengan Indonesia, negara-negara tetangga sudah terlebih dahulu menutup akses penerbangan dari Kota Wuhan maupun China.

"Kita ini cenderung terlambat. Bahkan ketika negara lain menutup sama sekali perjalanan dari China maupun negara sudah terinfeksi, Indonesia malah promosi wisata. Kita masih gelontorkan dana untuk intensf pariwisata dari penerbangan sampai perhotelan. Ini menunjukan pilihan kebijakan yang diambil pemerintah dalam persoalan ini dari awal itu bermasalah," katanya.

Apalagi, ditambah dengan penyangkalan komentar-komentar dari pejabat negara dengan berbagai macam narasinya yang mengklaim bahwa Indonesia dapat terbebas dari virus covid-19.

"Mialnya orang indonesia kebal, daerah tropis aman, dan seterusnya. Memang narasi-narasi yang sebenarnya tidak sangat untuk disampaikan suatu goverment (pemerintah)."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI