Dituduh Gagas Penjarahan Serentak di Jawa Saat Corona, Ini Jawaban Anarko

Bangun Santoso, Erick Tanjung

Minggu, 12 April 2020 | 14:40 WIB
Dituduh Gagas Penjarahan Serentak di Jawa Saat Corona, Ini Jawaban Anarko
Tulisan vandal 'Sudah Krisis Saatnya Membakar' bikin warga Tangerang geger. (istimewa).

Suara.com - Kelompok Anarko membantah melakukan provokasi publik untuk melakukan aksi vandalisme di tengah pandemi corona atau Covid-19. Hal itu menyusul sejumlah unggahan gambar tulisan bernada ajakan anarkis di media sosial. Salah satunya 'Sudah Krisis Saatnya Membakar'.

Gambar dan tulisan itu ditemukan di sejumlah titik di Tangerang. Melalui serangkaian penyelidikan, polisi menangkap lima orang pemuda yang dianggap menyebarkan ujaran kebencian dan provokasi aksi vandalisme tersebut. Polda Metro Jaya menuduh kelima pemuda itu dari kelompok Anarko.

Salah seorang koordinator Komunitas Anarko, Dewi kepada Suara.com mengatakan, tuduhan polisi tersebut tak berdasar.

"Tuduhan polisi itu jadinya kayak mengada-ada. Masak iya di tengah pandemi Covid-19 kami melakukan itu, tidak mungkin lah," kata dia.

Ajakan untuk melakukan penjarahan di kota-kota besar di pulau Jawa pada 18 April itu juga tidak mungkin dilakukan oleh kelompok Anarko.

"Dan ajakan itu mustahil terjadi di tengah situasi seperti ini," katanya.

Menurut dia, masyarakat cukup rasional dan tak mudah terprovokasi isu seperti itu.

"Buktinya apa? dasarnya apa provokasi itu dari Anarko? Masa keterangan dari anak pelajar, apa itu bisa dijadikan keterangan. Lagi pula bukti-bukti yang ditemukan polisi itu kan bukan agitasi dan propaganda. Orang waras mana yang mau disuruh sama anak kecil, pelajar untuk menjarah," ujarnya.

Dewi menuturkan, dalam situasi seperti sekarang, orang justru takut dengan kerumunan, karena wabah virus corona. Jadi menurutnya, tuduhan polisi kepada kelompok Anarko tak punya dasar.

baca juga

Ia juga membantah kelima remaja yang ditangkap itu bukan dari kelompok Anarko. Mereka cuma remaja yang iseng dan melakukan kenakalan di tengah situasi darurat kesehatan seperti sekarang, katanya.

"Kami juga bingung, anak-anak itu siapa. Anarko itu kan gak punya organisasi dan siapapun bisa pakai anak itu," ujarnya lagi.

Dewi menambahkan, dari pada mengurus kasus kenakalan remaja seperti itu, pemerintah harusnya fokus memikirkan langkah penyelamatan para buruh yang banyak di PHK akibat pandemi corona. Belum lagi para narapidana yang baru-baru ini banyak dibebaskan, bagaimana langkah pemerintah.

"Terus bagaimana dengan napi-napi yang dibebasin itu," kata dia.

Menurut dia justru yang membuat keresahan warga adalah pemerintah. Seperti hari ini pemerintah membagi-bagikan sembako di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat yang menimbulkan kerumunan warga.

Sebelumnya beberapa hari lalu Presiden Jokowi juga membagi-bagikan sambako ke warga di jalanan, hal itu mengundang kerumunan orang.

"Justru malah negara yang membuat keresahan, hari ini mengundang kerumunan dengan membagi-bagikan sembako di Istana Bogor. Konyol banget kami yang dikambing hitamkan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anarko: Ajakan Anarki di Tengah Pandemi

Anarko: Ajakan Anarki di Tengah Pandemi

News | Minggu, 12 April 2020 | 07:44 WIB

Kapolda: Kelompok Anarko Rancang Penjarahan di Pulau Jawa 18 April

Kapolda: Kelompok Anarko Rancang Penjarahan di Pulau Jawa 18 April

News | Sabtu, 11 April 2020 | 20:06 WIB

Aksi Vandalisme saat Corona, Kapolda: 3 Pelaku Terkenal di Kelompok Anarko

Aksi Vandalisme saat Corona, Kapolda: 3 Pelaku Terkenal di Kelompok Anarko

News | Sabtu, 11 April 2020 | 15:50 WIB

Tak Pakai Masker dan Bawa Muatan Lebih, Kendaraan Dilarang Masuk Jakarta

Tak Pakai Masker dan Bawa Muatan Lebih, Kendaraan Dilarang Masuk Jakarta

News | Jum'at, 10 April 2020 | 10:58 WIB

Hari Ini PSBB Jakarta, Berikut Daftar 10 Jenis Kendaraan Prioritas

Hari Ini PSBB Jakarta, Berikut Daftar 10 Jenis Kendaraan Prioritas

Otomotif | Jum'at, 10 April 2020 | 07:29 WIB

Polisi Gelar Operasi Keselamatan Jaya untuk Sosialisasikan PSBB

Polisi Gelar Operasi Keselamatan Jaya untuk Sosialisasikan PSBB

Otomotif | Kamis, 09 April 2020 | 12:47 WIB

Heboh Baju APD Dibuang di Got, Polisi Sisir Puskesmas dan RS di Jagakarsa

Heboh Baju APD Dibuang di Got, Polisi Sisir Puskesmas dan RS di Jagakarsa

News | Kamis, 09 April 2020 | 09:50 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×