Sulit Dana! Ini 9 Lembaga Donor Siap Bantu Media dan Jurnalis saat Covid-19

Rendy Adrikni Sadikin, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 22 April 2020 | 12:47 WIB
Sulit Dana! Ini 9 Lembaga Donor Siap Bantu Media dan Jurnalis saat Covid-19
Ilustrasi bantuan pendanaan

Suara.com - Saat pandemi virus corona atau covid19 seperti sekarang ini, media berperan sebagai ujung tombak dalam penyampaian informasi yang cepat dan akurat.

Wabah tidak hanya terkait isu kesehatan, namun telah menyeret ke krisis ekonomi secara global. Semua sektor perekonomian terkena imbas, termasuk media massa yang menjadi sumber informasi.

Melihat hal tersebut,  sejumlah organisasi donor dan lembaga yang bergerak di bidang media bergerak menyediakan pendanaan bagi jurnalis dan media lokal yang ingin meliput mengenai Covid-19 ini.

Dilansir dari Global Investigative Journalism Network (GIJN) dan Splice media,  berikut ini daftar media dan organisasi yang siap memberikan pendanaan terkait Covid19.

1. Splice

Splice menggandeng Facebook mendistribusikan 5.000 dollar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 77,456,760 dalam bentuk pendanaan mikro.

Tujuannya: mendukung media kecil hingga menengah dan pekerja lepas mereka di Asia yang terkena dampak keuangan Covid-19.

Pihak Splice bakal memberikan hibah tersebut kepada organisasi secara langsung, sehingga mereka dapat terus bekerja dengan freelancer sebagai bagian dari operasi mereka.

Dana ini awalnya dialokasikan ke Dana Beta Splice untuk proyek prototyping; kami menugaskan kembali sebagian untuk mendukung operasi bisnis pada saat yang kritis ini.

baca juga

Informasi lebih lanjut klik tautan di sini

2. National Geographic Society (Global)

National Geographic Society meluncurkan dana darurat untuk jurnalis di seluruh dunia yang ingin meliput COVID-19.

Pendanaan berkisar antara 1.000-8.000 dollar (sekitar Rp 15,5 - 124,7 juta). Pendanaan tersebut mencangkup persiapan, tanggapan, dan dampak pandemi global ini yang harus diajukan melalui pelaporan berbasis bukti.

National Geographic fund akan menempatkan penekanan khusus pada penyampaian berita kepada populasi yang kurang terlayani.

Tertarik pada "model distribusi lokal dan bahkan hiper-lokal," dan ingin melihat cerita "ketidakadilan yang dibawa COVID-19 k."

Penulis, fotografer, videografer, jurnalis audio, kartografer, pembuat film, dan pakar visualisasi data dapat mengajukan permohonan untuk pendanaan ini. 

Untuk informasi lebih lanjut klik tautan  di sini.

3. Pulitzer Center (Global)

Pulitzer Center membuat sebuah program yakni Coronavirus News Collaboration Challenge. Program pendanaan ini dirancang untuk mendorong kolaborasi jurnalis dan redaksi yang inovatif tentang peliputan pandemi Covid-19 antar negara dan nasional.

Program ini terbuka untuk semua jurnalis independen dan redaksi di Amerika Serikat dan negara lain.

Untuk mengajukan pendanaan ini, proposal yang diajukan harus terdapat komponen kolaborasi yang kuat untuk pelaporan dan publikasi. Fokus pada masalah sistemik, isu under-reported yang mendasari terjadinya krisis virus corona.

Pendekatan yang digunakan berbasis data dan/atau interdisipliner untuk melaporkan berita mengenai virus corona. Pegang akuntabilitas yang kuat.

Pulitzer Center menerima aplikasi oronavirus News Collaboration Challenge secara bergulir hingga akhir tahun ini.

Informasi lebih lanjut klik tautan di sini.

4. Internews (Global)

The Internews Information Save Lives Rapid Response Fund menerima proposal pendanaan dari media, organisasi dan individu yang menyediakan berita dalam bahasa lokal dan bentuk informasi publik lainnya yang terkait dengan pandemi COVID-19 dan dampaknya.

Pendanaan tersebut tersedia 500-5.000 dollar yang disediakan untuk penciptaan, produksi, dan penyebaran informasi terkait dengan COVID-19.

Berita yang disampaikan berisi informasi yang akan membuat orang tetap aman dan dapat menjadi acuan dalam pengambilan keputusan berdasarkan informasi untuk diri mereka sendiri, keluarga dan komunitas.

Berita yang dibuat bisa mengenai perkembangan ilmiah, gejala dan perawatan, kebijakan dan prosedur pelayanan kesehatan sekitar, berita dan informasi komunitas lokal yang bermanfaat setiap hari.

Internews juga akan memberikan layanan konsultasi gratis kepada jurnalis mengenai proses peliputan dalam berbagai bahasa, termasuk Inggris, Spanyol, Prancis, Arab, dan Rusia. Lihat semua parameter di sini.

Informasi lebih lanjut klik tautan di sini.

5. International Women’s Media Foundation (Global)

Dana Bantuan Jurnalisme IWMF terbuka untuk jurnalis yang mengidentifikasi wanita dalam kesulitan,jurnalis yang menghadapi kesulitan keuangan yang signifikan, kehilangan pekerjaan, baru-baru ini diberhentikan atau yang sangat membutuhkan bantuan.

Dana yang disediakan hingga $ 2.000 per permintaan. Catatan: Pertimbangan khusus akan diberikan berdasarkan kasus per kasus kepada yang memiliki kebutuhan keuangan lebih besar.

Informasi lebih lanjut klik tautan  di sini.

6. Meeden Microgrants for COVID-19 Media Work in Emerging Economies

Meedan Check Global mengeluarkan COVID-19 Microgrants, khusus ditujukan untuk kelompok yang bekerja di dalam konteks ekonomi berkembang (Afrika Utara / Asia Barat, Afrika, Amerika Latin, kawasan Asia-Pasifik).

Besar pendanaan untuk individu 500 dollar (sekitar Rp 7,7 juta), organisasi hingga 2.000 dollar (sekitar Rp 31,1 juta), dan proyek kolaboratif dapat mengajukan hingga 2.500 dollar (sekitar Rp 38,9 juta).

Informasi lebih lanjut klik tautan di sini.

7. Writers Emergency Assistance Fund (Global)

Dana hanya tersedia bagi penulis yang tidak dapat bekerja karena mereka saat ini sakit atau merawat seseorang yang sakit, bukan mereka yang kehilangan pekerjaan.

Penulis yang mendaftar tidak harus tinggal di Amerika Serikat tetapi harus menyerahkan buku atau artikel yang ditulis dalam bahasa Inggris.

Informasi lebih lanjut klik tautan di sini.

8. The Photographer Fund (Global)

Dana Fotografer yang disponsori oleh Format bertujuan untuk membantu para fotografer wiraswasta yang menghadapi kesulitan keuangan akibat COVID-19.

Format adalah sebuah platform portofolio online yang dirancang untuk fotografer sebagai tempat menunjukkan hasil karya dan mempromosikan bisnis mereka. Bantuan tersedia hingga 500 dollar (sekitar Rp 7,7 juta) per orang.

Informasi lebih lanjut klik tautan di sini.

9. Google (Global)

Global Journalism Emergency Relief Fund dibentuk untuk membantu organisasi berita berskala kecil dan menengah yang menghasilkan berita asli bagi masyarakat setempat.

Pengajuan aplikasi akan ditutup pada 29 April pukul 11:59 malam. Aplikasi akan diproses secara bertahap sehingga pengiriman akan dilakukan sesegera mungkin.

Pelamar yang memenuhi syarat harus memiliki kehadiran digital dan telah beroperasi setidaknya selama 12 bulan.

Informasi lebih lanjut klik tautan di sini.    (Sumber GIJN dan Splice Media)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puluhan Jurnalis Positif Corona di Mumbai, Jumlahnya Masih Bisa Bertambah

Puluhan Jurnalis Positif Corona di Mumbai, Jumlahnya Masih Bisa Bertambah

News | Rabu, 22 April 2020 | 06:02 WIB

Jurnalis Diintimidasi Meliput Ibu Miskin Meninggal karena KLB Corona Banten

Jurnalis Diintimidasi Meliput Ibu Miskin Meninggal karena KLB Corona Banten

Banten | Selasa, 21 April 2020 | 19:20 WIB

Gelombang PHK Industri Media Saat Pandemi Corona, Ini Catatan AJI Jakarta

Gelombang PHK Industri Media Saat Pandemi Corona, Ini Catatan AJI Jakarta

News | Selasa, 21 April 2020 | 12:00 WIB

Terkini

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:48 WIB

Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas

Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI

Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:32 WIB

KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya

KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:26 WIB

×