Puluhan Jurnalis Positif Corona di Mumbai, Jumlahnya Masih Bisa Bertambah

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Rabu, 22 April 2020 | 06:02 WIB
Puluhan Jurnalis Positif Corona di Mumbai, Jumlahnya Masih Bisa Bertambah
Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Setidaknya 53 jurnalis yang sebagian besar berasal dari sebuah stasiun TV di Mumbai, India, dipastikan positif terinfeksi virus corona Covid-19. Hasil itu didapat usai sebanyak 167 jurnalis dites oleh Perusahaan Daerah Brihanmumbai pada akhir pekan lalu, yang artinya satu dari tiga orang ternyata positif.

Melalui sebuah jumpa pers yang disiarkaN TV, Sekretaris Bersama Kementerian Kesehatan setempat, Luv Aggarwal, menyebut kabar tersebut sebagai hal yang patut disayangkan. Dia pun menekankan pentingnya bagi para jurnalis untuk tetap di rumah, terkecuali benar-benar diperlukan keluar.

"Kami meminta dengan sangat kepad para jurnalis agar mengikuti (standar) pengamanan saat bertugas. Kami akan menindaklanjuti kriteria sampling ini --siapa pun yang perlu dites akan kami tes," tuturnya menjawab pertanyaan Anadolu Agency, sambil menambahkan bahwa sebagian besar jurnalis positif corona tersebut dalam kondisi tanpa gejala.

Kasus ini mencuat setelah seorang jurnalis senior Mumbai, Ashok Bagriya, menyampaikan informasi melalui Twitter bahwa hasil tes seluruh tim yang bersamanya ternyata positif. Dia pun latas meminta perusahaan media untuk memfasilitasi para jurnalis tersebut.

"Para jurnalis ini diperiksa oleh BMC. Delhi harus mengikuti langkah ini. Penting melakukan tes terhadap jurnalis di lapangan. Akankah perusahana media kini menanggung biaya medis, kehilangan pekerjaan, dan trauma yang didapat oleh para jurnalis dan keluarga mereka?" cuitnya.

Ilustrasi isolasi atau karantina COVID-19 - (Pixabay/fernandozhiminaicela)
Ilustrasi isolasi atau karantina COVID-19 - (Pixabay/fernandozhiminaicela)

Negara Bagian Maharashtra sendiri sejauh ini memiliki jumlah kasus Covid-19 terbesar di India, dengan angka terakhir mencatatkan 4.203 positif dan 223 meninggal. Sementara, India secara keseluruhan telah mencatatkan 17.615 kasus positif dengan 559 kematian.

Gurbir Singh, Kepala Komite di Mumbai Press Club, menyatakan bahwa pihaknya terus berusaha menjauhkan pada jurnalis dari tugas-tugas lapangan.

"Kami masih coba mencari jalan agar para jurnalis bisa bekerja dari rumah. Jika ini (kasus positif) terus berlanjut, kami akan meminta asuransi kesehatan lebih besar buat mereka, dan juga perlengkapan untuk berjaga-jaga," tuturnya kepada Anadolu.

"Perusahaan dan pemerintah harus menyiapkan rencana agar lebih banyak jurnalis dapat bekerja di lokasi yang aman, termasuk videografer dan fotografer yang lebih rentan," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alhamdulillah, Balita Ini Berhasil Menang Lawan Covid-19

Alhamdulillah, Balita Ini Berhasil Menang Lawan Covid-19

News | Rabu, 22 April 2020 | 05:57 WIB

Studi Sebut Mesin untuk Rapid Test Covid-19 Ini Paling Tidak Akurat

Studi Sebut Mesin untuk Rapid Test Covid-19 Ini Paling Tidak Akurat

Health | Selasa, 21 April 2020 | 21:41 WIB

Jangan Langsung Lakukan Hal Ini Apabila Status Lockdown Telah Dicabut

Jangan Langsung Lakukan Hal Ini Apabila Status Lockdown Telah Dicabut

Health | Selasa, 21 April 2020 | 19:47 WIB

Terkini

Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar

Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:12 WIB

Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan

Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:11 WIB

Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat

Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:01 WIB

Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare

Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:00 WIB

Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora

Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:56 WIB

3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?

3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:49 WIB

Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!

Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:45 WIB

Borok Baru Fadia Arafiq, KPK Usut Dugaan Korupsi Jatah Makan Pasien RS Pekalongan

Borok Baru Fadia Arafiq, KPK Usut Dugaan Korupsi Jatah Makan Pasien RS Pekalongan

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:39 WIB

Rugikan Negara Rp2,1 Triliun, Eks Direktur SMP Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook

Rugikan Negara Rp2,1 Triliun, Eks Direktur SMP Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:27 WIB

Kritik Rencana Sertifikasi Aktivis HAM, Legislator PKB: Perlindungan Tak Boleh Bergantung Negara

Kritik Rencana Sertifikasi Aktivis HAM, Legislator PKB: Perlindungan Tak Boleh Bergantung Negara

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:25 WIB