Cerita Perias Membuat Jenazah Seperti Orang Hidup yang Tidur

Rendy Adrikni Sadikin, Fitri Asta Pramesti

Kamis, 23 April 2020 | 08:26 WIB
Cerita Perias Membuat Jenazah Seperti Orang Hidup yang Tidur
Ilustrasi pemakaman. (Pexels/Anna-Louise)

Suara.com - Pattipan Boonyee adalah satu diantaranya banyaknya perias jenazah yang ada di Thailand. Namun, ada hal yang membuat pria ini jadi primadona di antara yang lain, yakni teknik pulasan realistis yang membuat jenazah terlihat masih bernyawa.

Kekhasan teknik rias yang membuatnya selalu sibuk ini ternyata ia dapatkan dari pengalaman masa lampau. Tepatnya saat ibunda Pattipan Boonyee meninggal.

Melansir dari South China Morning Post, Pattipan Boonyee merupakan seorang relawan ahli kosmetologi kamar mayat di Chonburi, Bangkok. Dirinya, menawarkan jasa rias jenazah gratis bagi keluarga tak mampu.

Lewat hal yang ia lakoni ini, Pattipan Boonyee berharap dapat memberikan membuat para jenazah 'tampil' baik di waktu terakhirnya, sebelum dikremasi.

"Sebelum proses kremasi, peti mati akan dibuka supaya keluarga bisa melihat jenazah untuk terakhir kalinya. Aku ingin memastikan jenazah tersebut terlihat seperti manusia, yang hidup," kata dia.

Melihat teknik riasan jenazah di lingkungannya yang acapkali malah membuat orang yang telah meninggal itu terlihat seperti pemeran opera tradisional Thailand lantaran penggunaan make up berlebihan, membuat Pattipan Boonyee gelisah.

Ilustrasi peti mati. (Shutterstock)
Ilustrasi peti mati. (Shutterstock)

"Mereka memulas lipstik dan blush on terlalu banyak, serta menggambar alis yang kelewat tegas. Alih-alih bertujuan agar terlihat anggun, namun yang ada malah seperti membuat patung lilin terlihat seperti manusia," imbuhnya.

Berkaca pada hal ini, Pattipan Boonyee pun memilih untuk merias dengan teknik membuat wajah jenazah terlihat masih hidup, salah satunya menggunakan alas bedak yang diracik sedemikia rupa supaya menimbulkan efek warna kulit yang realistis. Dan tak ketinggalan, tidak memakaian riasan make up yang tebal dan berlebihan.

Pattipan Boonyee mengenang, bahwa keputusannya untuk menjadi perias jenazah ia ambil setelah melihat pemakaman ibunya. Kala itu, penampilan terakhir sang ibu, menurut Pattipan Boonyee sungguh pucat dan membuatnya sedih.

baca juga

"Saat pemakaman ibuku terlihat sangat pucat. Mereka cuma memerias wajahnya dengan bedak seadanya di rumah sakit. Itu membuatku sangat sedih. Karenanya, aku pun berpikir bahwa aku harus melakukan seuatu untuk orang meninggal, sesuatu yang tak bisa aku lakukan untuk ibuku," kenangnya.

Hal ini lah kemudian yang menjadi pendorong utama dirinya melakukan kegiatan sukarelawan ahli kosmetologi dan meninggalkan profesi sebagai supir taksi motor.

Profesi rias jenazah ini telah ia lakoni selama 10 tahun dan berhasil memoles setidaknya 10 ribu wajah membuatnya merasa memiliki ikatan spesial dengan orang meninggal.

"Aku selalu merasa para jenazah itu menuntunku. Saat aku merias, aku merasa mereka sedang melihatku. Orang mungkin berpikir aku gila," katanya sambil terkekeh.

Kepopuleran Pattipan Boonyee membuat ayah dari satu anak kini banyak dicari oleh keluarga yang berkabung. dalam sehari, dirinya bisa merias hingga 8 jenazah.

Seorang donatur tetap Pattipan Boonyee, Suntara Moopayak, mengaku punya kesan baik terhadap perias yang kini punya banyak pengikut di media sosial ini.

"Dia membuat jenazah seperti orang hidup yang sedang tidur," ujarnya. Pun ia mengaku senang bisa membantu Pattipan Boonyee untuk terus memberikan jasa riasan kepada orang yahng kurang mampu.

Meski banyak orang yang tertarik dan mengagumi apa yang dilakukan Pattipan Boonyee, tetapi hal ini tenyata tak berlaku bagi mantan istrinya. "Istriku tak bisa menerima aapa yang aku lakukan. Jadi dia meninggalkanku," kata dia.

Namun hal ini tak lantas menyurutkan semangat Pattipan Boonyee. hingga kini, sembari acapkali dibantu dengan anak semata wayangnya yang berusia 10 tahun, Piamruk, dirinya terus menyambangi orang yang butuh jasanya.

"Setiap hari, selama berjam-jam, di manapun ada kematian," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Petugas Medis Corona Tak Kuat Angkat Peti Jenazah, Diduga Kelelahan

Viral Petugas Medis Corona Tak Kuat Angkat Peti Jenazah, Diduga Kelelahan

Jatim | Selasa, 21 April 2020 | 11:47 WIB

Kubur Mayat Pasien Corona, Petugas TPU Padurenan Bisa 9 Kali Mandi

Kubur Mayat Pasien Corona, Petugas TPU Padurenan Bisa 9 Kali Mandi

Jabar | Senin, 20 April 2020 | 18:53 WIB

Percepat Kubur Jenazah Corona, TPU Padurenan Siapkan 10 Liang Lahad

Percepat Kubur Jenazah Corona, TPU Padurenan Siapkan 10 Liang Lahad

Jabar | Senin, 20 April 2020 | 17:33 WIB

Terkini

Kemlu Qatar: Perundingan Sukses, AS dan Iran Kembali Bertemu Usai Pemakaman Ali Khamenei

Kemlu Qatar: Perundingan Sukses, AS dan Iran Kembali Bertemu Usai Pemakaman Ali Khamenei

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:57 WIB

Kronologi Penyekapan Karyawan Padel Kebayoran Lama: Berawal dari Raket Hilang

Kronologi Penyekapan Karyawan Padel Kebayoran Lama: Berawal dari Raket Hilang

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:43 WIB

Tak Ada Lagi Wacana Pilkada via DPRD

Tak Ada Lagi Wacana Pilkada via DPRD

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:32 WIB

Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Ditembak Tentara Israel di Jalur Gaza

Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Ditembak Tentara Israel di Jalur Gaza

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:29 WIB

Bukan Cuma Rokok, Ini Alasan Kanker Paru Masih Sulit Ditangani di Indonesia

Bukan Cuma Rokok, Ini Alasan Kanker Paru Masih Sulit Ditangani di Indonesia

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:17 WIB

Ini Lirik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta yang Tuai Kecaman, Dinilai Rendahkan Wanita

Ini Lirik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta yang Tuai Kecaman, Dinilai Rendahkan Wanita

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:17 WIB

Teka-teki Pertemuan 2 Juni: Menhut Raja Juli Bakal Dicecar Soal Skandal Izin Hutan Kuansing

Teka-teki Pertemuan 2 Juni: Menhut Raja Juli Bakal Dicecar Soal Skandal Izin Hutan Kuansing

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:15 WIB

Libur Sekolah Mau Habis? Cek 64 Ribu Tiket Kereta Daop 1 dan Diskon Gede 30 Persen!

Libur Sekolah Mau Habis? Cek 64 Ribu Tiket Kereta Daop 1 dan Diskon Gede 30 Persen!

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:02 WIB

32 Ibu Hamil Lolos Skrining Latsarmil, Komnas Perempuan Bongkar Bobroknya Seleksi SPPI!

32 Ibu Hamil Lolos Skrining Latsarmil, Komnas Perempuan Bongkar Bobroknya Seleksi SPPI!

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:50 WIB

Kasus GMS di SMA Strada Bukti Kegagalan Sistemik Negara Lindungi Siswa Disabilitas

Kasus GMS di SMA Strada Bukti Kegagalan Sistemik Negara Lindungi Siswa Disabilitas

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:34 WIB

×