Sepakat Beda Mudik dan Pulang Kampung, DPR Nilai Jokowi Lambat Cegah Corona

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Kamis, 23 April 2020 | 13:37 WIB
Sepakat Beda Mudik dan Pulang Kampung, DPR Nilai Jokowi Lambat Cegah Corona
Sebagai ilustrasi: Calon penumpang mengantre untuk membatalkan tiket perjalanan kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu (22/4). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Wakil Ketua Komisi V DPR RI Nurhayati Monoarfa sepakat dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal perbedaan antara pulang kampung dengan mudik, seiring adanya keputusan larangan mudik bagi semua masyarakat.

Menurut Nurhayati, secara pembendaharaan kata antara pulang kampung dan mudik memang memiliki kesamaan arti. Hanya saja kedua istilah itu dipakai dalam momen yang berbeda.

Senada dengan Jokowi, Nurhayati mengatakan istilah mudik cenderung digunakan ketika menjelang bulan Ramadan atau saat bulan Ramadan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Sedangkan pulang kampung sendiri digunakan saat orang yang hendak pulang kampung di luar kebiasaan hari raya atau lebaran.

Menurutnya, perbedaan antara dua istilah tersebut terletak pada momen atau waktu penggunaannya.

"Betul beda momennya saja. Kalau misalkan sekarang kita akan menghadapi lebaran orang pasti dikatakan ini mudik, walaupun dia sebetulnya misalkan sekarang sudah kena PHK atau dia memutuskan kembali ke kampung begitu kan," kata Nurhayati dihubungi Suara.com, Kamis (23/4/2020).

"Tetapi karena keadaannya atau sikonnya kita akan menghadapi lebaran maka dikatakan mudik. Tetapi kalau misalkan tidak ada lebaran pasti dikatakan pulang kampung," ujar dia.

Sementara itu terkait anggapan keputusan larangan mudik terlambat diberlakukan Jokowi, Nurhayati justru menilai sebaliknya. Menurutnya merujuk istilah penggunaan mudik saat Ramadan atau Hari Raya Idul Fitri, maka keputusan mudik belum terlambat. Mengingat waktu lebaran yang masih sekitar satu bulan ke depan.

"Sebetulnya kalau larangan mudik tidak terlambat ya karena memang biasanya mudik, biasanya 10 hari sebelum dan 10 hari sesudah," ujar Nurhayati.

baca juga

Namun, apabila anggapan keputusan tersebut terlambat lantaran sudah banyak orang pulang kampung kemudian disusul ditemukannya kasus terpapar Covid-19 akibat perantau yang pulang kampung, Nurhayati mengaku sepakat.

"Tetapi kalau untuk mencegah penyebaran wabah ini ke kampung-kampung saya rasa ini sudah terlambat. Tetapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali," kata Nurhayati.

Diketahui, pernyataan Jokowi ihwal mudik dan pulang kampung disampaikan saat diwawancarai oleh Najwa Shihab dalam tayangan Mata Najwa pada Rabu (22/4/2020) malam.

Awalnya, Najwa mengungkapkan data dari Kementerian Perhubungan tentang banyaknya orang yang mudik lebih awal.

"Kontroversi mudik, data dari Kemenhub sudah hampir 1 juta orang curi start mudik. Faktanya sudah terjadi penyebaran orang di daerah, bapak," kata Najwa seperti dikutip Suara.com, Kamis (23/4/2020).

Jokowi menjawab, "Kalau itu bukan mudik, itu namanya pulang kampung".

Menurut Jokowi, mudik hanya dilakukan menjelang hari lebaran. Sementara pulang kampung memiliki makna pekerja yang tinggal di Jabodetabek pulang ke kampung bertemu sanak saudara.

"Memang bekerja di Jabodetabek, di sini sudah tidak ada pekerjaan, ya mereka pulang. Karena anak istrinya ada di kampung. Kalau mudik itu terkait hari Lebarannya. Kalau pulang kampung itu bekerja di Jakarta pulang ke kampung," ungkapnya.

Arti mudik dan pulang kampung dalam KBBI

Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kata mudik dan pulang kampung memiliki makna yang sama.

Dalam KBBI, kata pulang kampung memiliki arti kembali ke kampung halaman atau mudik. KBBI memberikan contoh penggunaan kata pulang kampung yakni "Dia -- kampung setelah tidak lagi bekerja di kota."

Sementara itu, menurut KBBI kata mudik memiliki dua arti. Pertama sebagai kata kerja memiliki makna (berlayar, pergi) ke udik (hulu sungai, pedalaman).

Arti kedua, kata mudik memiliki makna pulang ke kampung halaman. Contoh penggunaan kata mudik dalam kalimat yakni "Seminggu menjelang Lebaran sudah banyak orang yang --."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aduh! Hampir 1.000 Orang Sudah Mudik dari Jakarta ke Jawa Barat

Aduh! Hampir 1.000 Orang Sudah Mudik dari Jakarta ke Jawa Barat

News | Kamis, 23 April 2020 | 13:31 WIB

Jokowi Klaim Mudik Beda dengan Pulang Kampung, Ini Kata Ivan Lanin

Jokowi Klaim Mudik Beda dengan Pulang Kampung, Ini Kata Ivan Lanin

News | Kamis, 23 April 2020 | 13:11 WIB

Jokowi Larang Mudik, KAI Cirebon Cuma Operasikan Kereta Cirebon-Jember

Jokowi Larang Mudik, KAI Cirebon Cuma Operasikan Kereta Cirebon-Jember

Jabar | Kamis, 23 April 2020 | 13:10 WIB

Susi Pudjiastuti Ikut Komentari Mudik vs Pulang Kampung, Warganet Riuh

Susi Pudjiastuti Ikut Komentari Mudik vs Pulang Kampung, Warganet Riuh

Tekno | Kamis, 23 April 2020 | 13:07 WIB

Larangan Mudik dan Dampaknya Terhadap Perekonomian

Larangan Mudik dan Dampaknya Terhadap Perekonomian

Your Say | Kamis, 23 April 2020 | 13:00 WIB

Terkini

Enam Karya Gen Z Raih Penghargaan Video Terbaik di Youth Economic Summit 2026

Enam Karya Gen Z Raih Penghargaan Video Terbaik di Youth Economic Summit 2026

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 01:24 WIB

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 23:07 WIB

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 22:45 WIB

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:41 WIB

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:30 WIB

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Sumbar | Sabtu, 07 November 2026 | 22:15 WIB

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:07 WIB

×