Sosiolog: Kelaparan Warga Ibu Kota karena Kesalahan Pemerintah

Agung Sandy Lesmana, Erick Tanjung

Jum'at, 24 April 2020 | 12:51 WIB
Sosiolog: Kelaparan Warga Ibu Kota karena Kesalahan Pemerintah
Ilustrasi--Petugas menata paket sembako dan makanan siap saji di Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (8/4). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Sosiolog Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun turut menyoroti dampak dari perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap dua yang resmi dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Menurutnya, masyarakat kecil khususnya sektor informal dan berpenghasilan harian mulai mengalami kelaparan. Pasalnya selain tidak memiliki penghasilan, tak semua warga Ibu Kota kelas bawah yang menerima bantuan sembako dari pemerintah provinsi.

Dia pun mengak sudah memprediksi ancaman kelaparan itu sejak lama karena kebijakan PSBB tidak menjamin kebutuhan dasar warga di tengah pandemi. Ia termasuk pihak yang tidak setuju PSBB, sebab pemerintah tak bertanggung jawab atas logistik masyarakat.

"Data warga yang berprofesi di sektor informal juga tidak dimiliki pemerintah secara valid, bisa dibayangkan situasinya. Itu maunya pemerintah pusat," kata Ubedilah kepada Suara.com, Jumat (24/4/2020).

Pada saat yang sama, PSBB juga masih membolehkan lalu lintas sosial masyarakat, dengan begitu virus corona terus menyebar. Dari sisi ekonomi juga tidak ada kepastian karena tidak jelas kapan berakhirnya wabah global tersebut.

Sebulan lalu, Ubedilah lebih mengusulkan local lockdown atau karantina wilayah di DKI Jakarta. Hal ini sesuai Undang-undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Dalam undang-undang utu menyebutkan jika karantina wilayah semua warga dijamin kebutuhan dasarnya selama dua atau tiga pekan masa karantina.

Dia menuturkan, kenapa karantina wilayah penting? Karena kasus Covid-19 sebulan lalu di DKI masih sedikit, jadi harua ditutup total supaya virus tidak menyebar ke mana-mana. Tidak boleh ada lalu lintas sosial, tidak boleh ada manusia keluar masuk Jakarta, tidak boleh ada yang pulang kampung.

Semua kebutuhan dasar dipenuhi secara gratis. Bagi warga yang melanggar dihukum berat, semua warga harus di dalam rumah.

"Jadi ada semacam kepastian. Tetapi ide itu (karantina wilayah) diremehkan bahkan di-bully," ujarnya.

baca juga

Sekarang ini virus corona sudah menyebar ke mana-mana karena warga Jakarta sudah ribuan orang yang pulang kampung. Kebijakan PSBB masih membolehkan lalu lintas sosial masyarakat di Jakarta.

Sementara itu jumlah korban terus bertambah, tak semua kebutuhan dasar warga dijamin. Hanya masyarakat tertentu, banyak warga yang tidak tersentuh bantuan sembako.

"Kelaparan kemungkinan bisa terjadi terutama di kantong-kantong pekerja informal yang terdata, apalagi tidak memiliki KTP DKI," ungkapnya.

Dia menambahkan, jika ada warga di Jakarta yang tak tersentuh bantuan pemerintah adalah kesalahan pemerintah pusat dan salah pemerintah DKI Jakarta. Sebab kebijakan PSBB yang disetujui pemerintah pusat dan diajukan pemda DKI tidak dibarengi dengan data valid pekerja sektor informal.

"Jika situasi itu sudah terjadi maka solusinya ya segera diatasi dengan langkah konkret, memberikan bantuan kebutuhan dasar mereka untuk satu bulan ke depan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Manusia Gerobak dan Pengemis, Masalah Baru Wabah Corona saat Puasa di DKI

Manusia Gerobak dan Pengemis, Masalah Baru Wabah Corona saat Puasa di DKI

News | Jum'at, 24 April 2020 | 12:40 WIB

Tahap Pertama Rapid Test di Bantul, 6 Orang Positif

Tahap Pertama Rapid Test di Bantul, 6 Orang Positif

Jogja | Jum'at, 24 April 2020 | 12:24 WIB

Golongan Orang Rentan Terinfeksi Covid-19, Haruskah Tetap Berpuasa?

Golongan Orang Rentan Terinfeksi Covid-19, Haruskah Tetap Berpuasa?

Health | Jum'at, 24 April 2020 | 12:38 WIB

Quraish Shihab: Salat di Rumah Justru Meneladani Rasulullah SAW

Quraish Shihab: Salat di Rumah Justru Meneladani Rasulullah SAW

News | Jum'at, 24 April 2020 | 12:20 WIB

Ini Daftar 29 Kelurahan di Jakarta Penerima Bansos PSBB Hari Ini

Ini Daftar 29 Kelurahan di Jakarta Penerima Bansos PSBB Hari Ini

News | Jum'at, 24 April 2020 | 12:00 WIB

Stroke Bisa Jadi Efek Samping Virus Corona Covid-19, Ini Kata Dokter!

Stroke Bisa Jadi Efek Samping Virus Corona Covid-19, Ini Kata Dokter!

Health | Jum'at, 24 April 2020 | 12:13 WIB

Ngaku Kelaparan karena Corona, Maling Gasak 2 Kotak Amal Berisi Rp 1,4 Juta

Ngaku Kelaparan karena Corona, Maling Gasak 2 Kotak Amal Berisi Rp 1,4 Juta

Jabar | Jum'at, 24 April 2020 | 11:43 WIB

Pulang dari Bali Ngeluh Batuk-batuk dan Diare, Wanita Status ODP Meninggal

Pulang dari Bali Ngeluh Batuk-batuk dan Diare, Wanita Status ODP Meninggal

Jatim | Jum'at, 24 April 2020 | 11:23 WIB

Tarawih Perdana Masjidil Haram dan Nabawi, Cuma Dihadiri Syeikh dan Staf

Tarawih Perdana Masjidil Haram dan Nabawi, Cuma Dihadiri Syeikh dan Staf

News | Jum'at, 24 April 2020 | 11:30 WIB

Sembuh dari Corona, Salawat Bergema saat Muhibbah Pulang ke Rumah

Sembuh dari Corona, Salawat Bergema saat Muhibbah Pulang ke Rumah

News | Jum'at, 24 April 2020 | 11:00 WIB

Terkini

Huawei Watch D3 Resmi Diperkenalkan, Bawa Teknologi Tensi Darah dalam Balutan Lebih Elegan

Huawei Watch D3 Resmi Diperkenalkan, Bawa Teknologi Tensi Darah dalam Balutan Lebih Elegan

Your Say | Jum'at, 04 September 2026 | 20:00 WIB

PTUN Jakarta Tolak Gugatan PKPI, PERKAPI Tegaskan Status Hukumnya Sah

PTUN Jakarta Tolak Gugatan PKPI, PERKAPI Tegaskan Status Hukumnya Sah

Jakarta | Jum'at, 04 September 2026 | 19:55 WIB

Teknologi Energi hingga Data Center Dipamerkan di IEE Energy Week 2026

Teknologi Energi hingga Data Center Dipamerkan di IEE Energy Week 2026

Foto | Jum'at, 04 September 2026 | 19:46 WIB

Merger PT Adhi Karya dan PT PP Rampung Desember 2026, Siapa yang Akan Bertahan?

Merger PT Adhi Karya dan PT PP Rampung Desember 2026, Siapa yang Akan Bertahan?

Bisnis | Jum'at, 04 September 2026 | 19:35 WIB

Beda Cushion Somethinc Hooman dan Copy Paste, Mana yang Cocok untukmu?

Beda Cushion Somethinc Hooman dan Copy Paste, Mana yang Cocok untukmu?

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 19:35 WIB

Pramono Ungkap Alasan Tarif RSUD Disesuaikan, Ada Layanan VIP untuk Warga Mampu

Pramono Ungkap Alasan Tarif RSUD Disesuaikan, Ada Layanan VIP untuk Warga Mampu

News | Jum'at, 04 September 2026 | 19:30 WIB

Takut Breakout? Ini 5 Sunscreen Ampoule yang Aman untuk Skin Barrier

Takut Breakout? Ini 5 Sunscreen Ampoule yang Aman untuk Skin Barrier

Your Say | Jum'at, 04 September 2026 | 19:30 WIB

Gunung Merapi Ungup-ungup Terbakar, Api Mendekati Jalur Kawah Ijen

Gunung Merapi Ungup-ungup Terbakar, Api Mendekati Jalur Kawah Ijen

Foto | Jum'at, 04 September 2026 | 19:30 WIB

Film Indonesia Makin Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri, 531 Karya Masuk FFI 2026

Film Indonesia Makin Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri, 531 Karya Masuk FFI 2026

Entertainment | Jum'at, 04 September 2026 | 19:28 WIB

Hari Pelanggan Nasional 2026, bank bjb Hadir untuk Layanan yang Setara dan Berkelanjutan

Hari Pelanggan Nasional 2026, bank bjb Hadir untuk Layanan yang Setara dan Berkelanjutan

Bisnis | Jum'at, 04 September 2026 | 19:27 WIB

×