Santri Positif Corona Sempat Jadi Imam Salat, 2 Desa di Bone Disterilkan

Dany Garjito | Farah Nabilla
Santri Positif Corona Sempat Jadi Imam Salat, 2 Desa di Bone Disterilkan
Foto sebagai ilustrasi santri. Santri disemprot cairan disinfektan sebelum masuk ke dalam bus di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (28/3). [ANTARA FOTO/Syaiful Arif]

Mereka baru saja pulang dari tempatnya belajar di Jawa Timur.

Suara.com - Tiga pemuda di Bone Sulawesi Selatan positif terinfeksi virus corona usai pulang dari tempatnya belajar di Pesantren Temboro Magetan Jawa Timur.

Ketiganya yang berstatus sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) kini menjalani perawatan.

Menyadur dari Terkini.id --jaringan Suara.com, Tim Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Bone pun mengevakuasi keluarga mereka.

Diketahui salah satu dari tiga santri itu pernah memimpin salat jemaah. Petugas pun harus mengevakuasi keluarga dan dua desa tempat santri-santri tersebut tinggal yaitu Desa Lamuru dan Desa Waji.

Termasuk masjid yang mereka gunakan untuk salat berjemaah.

"Info yang kami dengar begitu, sempat pimpin salat berjemaah. Kami ada rencana karantina dua desa tempat 3 santri itu berdomisili," kata Sekretaris Satgas Percepatan Penanggulangan Bone, Dray Vibrianto

Bupati Bone HA Fahsar M Padjalangi mengatakan bahwa begitu ketiga santri tersebut tiba di Bone, mereka telah menjalani rapid test dengan hasil negatif.

Namun, ketika dilakukan tes uji swab pada Kamis (30/4/2020), hasilnya berbeda. Ketiga santri tersebut dinyatakan positif terinfeksi virus.

"Kita patut apresiasi petugas medis kita yang selalu waspada. Coba seandainya kami mau cuek, tidak usah di-swab karena hasil rapid test-nya kemarin negatif," kata Fahsar.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS