Array

PM Singapura Sebut Banyak Jenis Industri akan Punah Imbas Virus Corona

Jum'at, 01 Mei 2020 | 13:28 WIB
PM Singapura Sebut Banyak Jenis Industri akan Punah Imbas Virus Corona
PM Singapura Lee Hsien Loong. [Shutterstock]

Suara.com - Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengakui, perekonomian di negaranya mulai mengalami perubahan imbas pandemi virus corona baru covid-19.

Sejumlah cabang industri di negaranya diprediksi akan mengalami kepunahan, meski virus tersebut telah berakhir.

Dalam pidato tahunan hari buruh internasional, Jumat (1/5/2020), Lee mengatakan virus corona dalam jangka panjang menimbulkan gangguan permanen terhadap sejumlah industri.

Perubahan struktural yang signifikan terhadap perekonomian Singapura kemungkinan besar akan terjadi.

"Beberapa pekerjaan akan punah begitu saja. Perusahaan harus mengubah model bisnis mereka agar bisa bertahan hidup," kata Lee dialihbahasakan dari South China Morning Post, Jumat (1/5/2020).

Sejak virus corona merebak, orang-orang lebih nyaman melakukan komunikasi digital dan membeli barang secara online, di tengah masa lockdown yang berlangsung sejak 7 April dan diagendakan berakhir pada 1 Juni mendatang.

Kondisi ini menuntut perusahaan-perusahaan berinovasi dan meningkatkan kapasitas diri untuk mengambil pekerjaan di sektor baru.

Sementara itu, industri lain seperti layanan medis, biotek, produksi dan pengiriman makanan hingga IT akan mengalami pertumbuhan.

"Bahkan, hari ini banyak perusahaan-perusahaan di industri tersebut merekrut banyak orang karena melihat adanya lonjakan permintaan," ungkapnya.

Baca Juga: Kesal Tak Boleh Jumatan, Takmir di Banyumas Mau Robohkan Masjid

Dalam pidatonya, pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar 60 dolar Singapura atau sekitar 42,5 miliar dolar AS untuk menyelamatkan pekerjaan, mengurangi biaya perusahaan dan membantu mengatasi krisis ekonomi.

Namun, masih banyak perusahaan yang tetap memotong upah pekerjanya demi bisa bertahan di tengah pandemi corona.

Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura pada Maret lalu memperkirakan pertumbuhan ekonomi menjadi -1 hingga -4 persen sepanjang tahun. Selain itu, tingkat pengangguran di Singapura berada pada level tertinggi sejak kriis keuangan pada 2009, yakni sebesar 2,4 persen.

Saat ini, pemerintah Singapura berencana untuk kembali memulai ekonomi secara progresif setelah kasus positif corona mulai mengalami penurunan. Beberapa industri vital untuk menjaga agar perekonomian tetap berjalan akan dibuka lebih dulu.

"Layanan penting terus berjalan, tetapi seluruh perekonomian harus dibuka secara perlahan-lahan dan tidak semuanya sekaligus," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI