Ibu RT dan Warga di Koja Ribut Sembako hingga Adu Jotos, Begini Ceritanya

Agung Sandy Lesmana, Yosea Arga Pramudita

Senin, 04 Mei 2020 | 14:15 WIB
Ibu RT dan Warga di Koja Ribut Sembako hingga Adu Jotos, Begini Ceritanya
Jalan Rawabinangun, Koja Jakut, lokasi cekcok antara warga dan ketua RT soal sembako. (Suara.com/Arga).

Suara.com - Perihal Bantuan Sosial (Bansos) sempat membuat ketegangan antarwarga di kawasan RT 06/RW 08 Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara. Bahkan, ketegangan tersebut berujung aksi penganiayaan yang melibatkan anak ketua RT dan warga yang meminta sembako, Kamis (23/4/2020) sore.

Alhasil, polisi telah menetapkan dua orang tersangka, yakni Prita Aulia selaku anak Ketua RT dan Nur Ayni selaku warga. Kekinian, kedua belah pihak telah sepakat untuk berdamai melalui proses mediasi oleh Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kecamatan Koja.

Rusli (65) warga setempat menuturkan insiden pertikaian itu yang dipicu karena sembako Corona. Awalnya Nur dan adiknya, Nurhayati datang ke rumah Ibu RT Prita untuk menanyakan sembako.

Saat itu, Rusli sempat melihat Nurhayati bersitegang dengan anak kandung Prita.
Rusli mengaku sempat menegur keduanya agar dapat menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Hal tersebut dilakukan mengingat Rusli masih berkerabat dengan Nurhayati.

"Awal kejadian saya tidak tahu. Tahunya pas pulang kerja mereka sudah habis ngotot-ngototan, tapi belum berantem. Saya negor keduanya karena yang satu Nurhayati adik kandung istri saya, jadi saya bilang: sudah, pulang saja," kata Rusli di sekitar lokasi kejadian, Senin (4/5/2020).

Rusli mengatakan, dalam peristiwa ini pihak yang paling ngotot adalah , Nur Ayni, kakak Nurhayati. Bahkan, dia sempat meminta agar Prita menghiraukan ucapan Nur Ayni.

"Rupayanya, Nung (Nur Ayni) ini ngomong-nya agak kasar ke anak ibu RT si Prita. Tapi saya bilang ke Prita supaya pulang, pulang dia," sambungnya.

Meski demikian, Nur Ayni dan Nurhayati masih tetap ngotot. Ucapan Nur Ayni yang agak kasar disinyalir mendidihkan emosi Prita.

"Tapi karena si Nung sama Nurhayati masih ngotot ya sudah, terjadilah," kata Rusli.

baca juga

Terpisah, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, Nurhayati terlebih dulu datang ke kediaman Ketua RT. 06. Sebab, Nurhayati mengeluh tidak mendapat sembako.

"Kasus ini bermula saat warga bernama NH mengeluh tidak menerima bansos meski dia sudah lama tinggal di kawasan tersebut," ucap Budhi.

Rupanya, Ibu dari Prita menyarankan agar Nurhayati untuk pindah KTP. Pasalnya, Nurhayati sudah lama tidak tinggal di kawasan tersebut.

"Disampaikan bahwa warga tersebut sudah lama tidak tinggal di situ. Walaupun KTP-nya di situ ibu RT menyarankan untuk pindah," tambahnya.

Rupaya ucapan Ibu RT memancing emosi Nurhayati. Sontak, Nurhayati langsung mengajak sang kakak yang bernama Nur Ayni untuk datang ke rumah Ketua RT. 06.

"Dari pertemuan itu terjadi perdebatan namun sudah selesai. Hanya saja setelah perdebatan selesai justru kakak NH, yakni NA. Terjadi ketersinggungan khususnya dengan putri dari atas nama PA. Ada kata-kata yang mungkin dikeluarkan salah satu pihak yang mungkin membuat emosi," tutup Budhi.

Kekinian kedua belah pihak sepakat untuk berdamai. Pihak kepolisian tengah melakukan pendalaman untuk menentukan apakah kasus ini dihentikan atau tetap berjalan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Ditemani di RS, Guru Wanita Tertular Corona dari Pasien Sembuh

Sempat Ditemani di RS, Guru Wanita Tertular Corona dari Pasien Sembuh

News | Senin, 04 Mei 2020 | 13:47 WIB

Masih Banyak yang Melanggar, Pengendara Aturan PSBB Bogor Belum Ditilang

Masih Banyak yang Melanggar, Pengendara Aturan PSBB Bogor Belum Ditilang

Jabar | Senin, 04 Mei 2020 | 13:19 WIB

Positif Corona, Jemaah Tablig Asal India Selama di Batam Tidur di Masjid

Positif Corona, Jemaah Tablig Asal India Selama di Batam Tidur di Masjid

News | Senin, 04 Mei 2020 | 12:53 WIB

1.000 Pedagang Tes Swab Corona, Pasar Raya Padang Terpaksa Tutup

1.000 Pedagang Tes Swab Corona, Pasar Raya Padang Terpaksa Tutup

News | Senin, 04 Mei 2020 | 12:11 WIB

Jokowi: Awasi Ketat Kluster Pekerja Migran, Jemaah Tabligh dan Industri

Jokowi: Awasi Ketat Kluster Pekerja Migran, Jemaah Tabligh dan Industri

News | Senin, 04 Mei 2020 | 11:48 WIB

Jokowi Minta PSBB Dievaluasi: Mana yang Kebablasan, Mana yang Kendor

Jokowi Minta PSBB Dievaluasi: Mana yang Kebablasan, Mana yang Kendor

News | Senin, 04 Mei 2020 | 11:22 WIB

Kenal Sopir Mobil Ngamuk Langgar PSBB, Bima Arya: Orangnya Santun dan Kalem

Kenal Sopir Mobil Ngamuk Langgar PSBB, Bima Arya: Orangnya Santun dan Kalem

Jabar | Senin, 04 Mei 2020 | 11:12 WIB

Jokowi: Yang Positif Lari dari Rumah Sakit, yang PDP Bisa ke Sana ke Mari

Jokowi: Yang Positif Lari dari Rumah Sakit, yang PDP Bisa ke Sana ke Mari

News | Senin, 04 Mei 2020 | 11:06 WIB

Warga di Medan Tak Bermasker Keluar Rumah, KTP Bakal Ditahan Satpol PP

Warga di Medan Tak Bermasker Keluar Rumah, KTP Bakal Ditahan Satpol PP

News | Senin, 04 Mei 2020 | 11:00 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×