facebook

Tetap Kerja, Perawat Satwa di Ragunan Akui Takut Tertular Corona

Agung Sandy Lesmana | Bagaskara Isdiansyah
Tetap Kerja, Perawat Satwa di Ragunan Akui Takut Tertular Corona
Geoda (22), perawat Harimau di Taman Margasatwa Ragunan saat ditemui Suara.com, Selasa (5/5/2020). (Suara.com/Bagaskara).

"Kalau rasa takut (tertular virus Corona) pasti ada."

Suara.com - Pandemi virus Corona Covid-19 menjadi ancaman para pekerja atau para perawat hewan yang bertugas di Taman Margasatwa Ragunan Jakarta.

Mereka bekerja bersinggungan langsung dengan hewan, apalagi diketahui Corona disebut-sebut pertama kali muncul melalui hewan.

Ditemui langsung oleh Suara.com di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2020) para perawat mengaku sempat ada rasa takut tertular virus Corona dari hewan yang ada di Ragunan.

Petugas bersama dua gajah di Taman Margasatwa Ragunan. (Suara.com/Bagaskara Isdiansyah)
Petugas bersama dua gajah di Taman Margasatwa Ragunan. (Suara.com/Bagaskara Isdiansyah)

"Kalau rasa takut (tertular virus Corona) pasti ada," kata Geoda (22), perawat Harimau di Taman Margasatwa Ragunan saat berbincang dengan Suara.com, Selasa (5/5/2020).

Baca Juga: Hanafi Rais Mundur dari PAN, Waketum: Belum Ada Surat ke DPP

Namun meski mengaku takut, Geoda mengatakan, bahwa dirinya selalu memakai alat yang membantu mencegah penyebaran virus Corona agar tak tertular dan menularkan.

Hisyam (25), Perawat hewan Kebun Binatang Ragunan Jakarta sedang memberikan makan seekor Jerapah, Selasa (5/5/2020). (Suara.com/Bagaskara).
Hisyam (25), Perawat hewan Kebun Binatang Ragunan Jakarta sedang memberikan makan seekor Jerapah, Selasa (5/5/2020). (Suara.com/Bagaskara).

Selain itu, dirinya diwajibkan pihak Taman Margasatwa Ragunan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan seperti rajin mencuci tangan dan menggunakan masker.

"Bekerja tuh selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah. Kita juga pakai alat pelindung agar kitanya enggak nularin dan tak tertular kayak misalnya masker dan sarung tangan," katanya.

Lebih lanjut, Geoda yang kurang lebih baru bekerja selama setengah tahun di Ragunan ini, mengatakan, tidak ada perbedaan khusus perawatan yang diberikan kepada hewan.

"Kalau untuk treatment-nya tidak ada perbedaan. Cuma kalau kitanya mungkin lebih waspada aja kan agar tak menularkan dan tertular. Sama saja," ucapnya.

Baca Juga: Disebut Bukan Maling Kaleng-kaleng, Polda Tangani Kasus Laporan dr Tirta

Untuk diketahui, saat ini Taman Margasatwa Ragunan untuk sementara ditutup guna menekan penyebaran virus Corona. Tak hanya Ragunan, Pemprov DKI juga menutup sejumlah destinasi wisata lain. Diantaranya Monas dan Ancol sejak 14 Maret lalu.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar