WALHI Sebut Banjir di Jambi sebagai Bencana Ekologis akibat Pembangunan yang Abai Lingkungan

Bella

Jum'at, 12 Desember 2025 | 21:14 WIB
WALHI Sebut Banjir di Jambi sebagai Bencana Ekologis akibat Pembangunan yang Abai Lingkungan
Banjir Kota Jambi, Jumat (12/12/2025) petang berdampak pada kemacetan lalu lintas akibat sejumlah ruas jalan terendam air. (ANTARA/HO-warga Kota Jambi)
baca 10 detik
  • Direktur WALHI Jambi menyatakan banjir Kota Jambi pada 12 Desember disebabkan pembangunan mengabaikan daya dukung lingkungan.
  • Banjir tersebut dikategorikan bencana ekologis akibat kebijakan pembangunan tanpa kajian lingkungan memadai dan mendesak peninjauan izin.
  • Kondisi ini menunjukkan kegagalan pemerintah menjamin ruang hidup aman karena tata ruang dan drainase yang buruk.

Suara.com - Direktur Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Jambi, Oscar Anugrah, menilai banjir yang melanda Kota Jambi pada Jumat (12/12) petang bukan sekadar akibat curah hujan tinggi, melainkan konsekuensi dari pembangunan yang tidak memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan.

“Ini bukan bencana alam, tetapi bencana ekologis yang terlahir dari kebijakan pembangunan tanpa kajian lingkungan yang memadai,” kata Oscar dalam keterangan tertulis yang diterima di Jambi, Jumat (12/12/2025).

Oscar menjelaskan, WALHI tidak menolak pembangunan, namun menekankan pentingnya memastikan bahwa setiap proyek memenuhi prinsip keberlanjutan lingkungan dan berpihak pada keselamatan masyarakat.

Ia mendesak pemerintah meninjau kembali perizinan pembangunan yang dinilai mengabaikan aspek lingkungan.

Banjir yang terjadi tersebut merendam sejumlah titik di Kota Jambi, di antaranya kawasan Kantor Gubernur, Simpang Mayang, Simpang Empat Sipin, Kenali Asam Atas, Simpang Empat Pal 7 Kenali Asam Bawah, serta sejumlah daerah lainnya.

Menurut Oscar, kondisi ini menunjukkan bahwa risiko ekologis muncul dari kombinasi tata ruang yang tidak tepat, sistem drainase yang buruk, serta praktik pembangunan yang tidak mengutamakan keselamatan publik.

“Ketika curah hujan berdurasi singkat mampu memutus aktivitas sosial dan ekonomi dua RT sekaligus, maka jelas hal itu bukan sekadar cuaca ekstrem, tetapi kegagalan pemerintah memastikan ruang hidup yang layak dan aman bagi warganya,” ujarnya.

Ia menegaskan masyarakat tidak boleh terus-menerus menjadi korban bencana berulang.

Mereka memerlukan jaminan pemulihan, penataan wilayah yang lebih aman, dan langkah pencegahan yang berkelanjutan, bukan hanya respons darurat jangka pendek.

baca juga

“Setiap kali banjir datang, yang tenggelam bukan hanya lantai rumah dan perabot, tetapi juga rasa aman dan kemampuan warga untuk pulih. Tanpa keberpihakan ekologis yang serius, banjir hari ini hanya akan menjadi pengantar bagi bencana berikutnya,” tutup Oscar.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Pilihan Sepeda Listrik Roda Tiga untuk Berkendara Stabil dan Nyaman

5 Pilihan Sepeda Listrik Roda Tiga untuk Berkendara Stabil dan Nyaman

Otomotif | Kamis, 11 Desember 2025 | 14:18 WIB

Waspada! Ini 5 Cara Kenali Rekan Kerja yang Punya Crab Mentality

Waspada! Ini 5 Cara Kenali Rekan Kerja yang Punya Crab Mentality

Your Say | Rabu, 10 Desember 2025 | 16:38 WIB

Peringati Hari HAM, Pemimpin Adat Papua Laporkan Perusahaan Perusak Lingkungan ke Mabes Polri

Peringati Hari HAM, Pemimpin Adat Papua Laporkan Perusahaan Perusak Lingkungan ke Mabes Polri

News | Rabu, 10 Desember 2025 | 12:09 WIB

Pengamat Desak DPR Panggil Zulhas Soal Keterlibatan Kerusakan Lingkungan

Pengamat Desak DPR Panggil Zulhas Soal Keterlibatan Kerusakan Lingkungan

News | Selasa, 09 Desember 2025 | 18:05 WIB

Hentikan Produksi Tambang Emas, Agincourt Resources Serahkan Data ke KLH Pasca Banjir Sumatera

Hentikan Produksi Tambang Emas, Agincourt Resources Serahkan Data ke KLH Pasca Banjir Sumatera

Bisnis | Selasa, 09 Desember 2025 | 15:50 WIB

Jawa Timur Bentuk Tahura Lawu, Bisakah Atasi Krisis Lingkungan?

Jawa Timur Bentuk Tahura Lawu, Bisakah Atasi Krisis Lingkungan?

Lifestyle | Senin, 08 Desember 2025 | 19:01 WIB

Prilly Latuconsina Angkat Suara Soal Banjir Sumatra: Bukan Sekadar Musibah Alam

Prilly Latuconsina Angkat Suara Soal Banjir Sumatra: Bukan Sekadar Musibah Alam

Your Say | Senin, 08 Desember 2025 | 10:32 WIB

Konferda PDIP Jabar, Hasto Tekankan Politik Lingkungan sebagai Jalan Perjuangan

Konferda PDIP Jabar, Hasto Tekankan Politik Lingkungan sebagai Jalan Perjuangan

News | Minggu, 07 Desember 2025 | 16:00 WIB

Soal Krisis Lingkungan, Menag Nasaruddin Dorong Ekoteologi Lintas Agama

Soal Krisis Lingkungan, Menag Nasaruddin Dorong Ekoteologi Lintas Agama

News | Minggu, 07 Desember 2025 | 14:43 WIB

Feminist Jakarta Serukan Negara Tanggung Jawab Atas Femisida dan Kerusakan Lingkungan

Feminist Jakarta Serukan Negara Tanggung Jawab Atas Femisida dan Kerusakan Lingkungan

News | Minggu, 07 Desember 2025 | 01:51 WIB

Terkini

EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA

EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:18 WIB

Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA

Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:08 WIB

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:02 WIB

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:00 WIB

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:47 WIB

JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka

JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:44 WIB

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:39 WIB

Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz

Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:17 WIB

Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Tak Sesuai LHKPN, KPK Buka Suara

Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Tak Sesuai LHKPN, KPK Buka Suara

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:12 WIB

Benjamin Netanyahu Ultimatum Iran: Berani Serang Kami, Balasan Akan Mengerikan!

Benjamin Netanyahu Ultimatum Iran: Berani Serang Kami, Balasan Akan Mengerikan!

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:05 WIB

×