Menko PMK Bersitegang dengan Anies Gara-gara Data Penerima Bansos Covid-19

Iwan Supriyatna, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 07 Mei 2020 | 05:16 WIB
Menko PMK Bersitegang dengan Anies Gara-gara Data Penerima Bansos Covid-19
Menko PMK Muhadjir Effendy (kanan). (Suara.com/Yosea Arga Pramuditha)

Suara.com - Data penerima bantuan sosial bagi warga yang terdampak virus Corona (Covid-19) secara tidak langsung tampak berantakan. Tidak selarasnya data antara pemerintah pusat dengan daerah bahkan membuat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy sempat bersitegang dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Muhadjir mengakui kalau problema di balik penyaluran bansos ialah data warga yang menerima. Menurutnya pemerintah telah memiliki data warga yang biasa mendapatkan bantuan dan masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Dengan adanya pandemi Covid-19 yang berpengaruh pada kelangsungan hidup masyarakat, maka penyaluran bansos yang dilakukan pemerintah berpatok pada DTKS. Akan tetapi, di kala pandemi seperti ini, warga di luar DTKS pun ikut merasakan kesulitan bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Tetapi diingat dengan adanya Covid-19 ini banyak orang miskin baru gara-gara Covid-19, UMKM, jualan bakso, (pedagang) asongan gerobak itu semua punya hidup aman tapi tiba-tiba mata pencaharian hilang, dan itu tidak ada dalam data," kata Muhadjir dalam sebuah web seminar, Rabu (6/5/2020) kemarin.

Dengan kondisi itu, tentu masalah data pun muncul seperti yang terjadi di DKI Jakarta. Tak ditampik oleh Muhadjir ada tarik menarik data antara pemerintah pusat dengan Pemprov DKI Jakarta.

Bahkan ia tidak menutupi kalau dirinya sempat bersitegang dengan Anies hanya perihal menyocokan data penerima bansos.

"Belum lagi singkronisasi koordinasi misalnya kami dengan DKI ini agak sekarang sedang tarik menarik ini ya, cocok-cocokan data bahkan kemarin saya dengan Pak Gubernur agak tegang, agak saya tegur keras Pak Gubernur," ungkapnya.

Muhadjir menerangkan hal tersebut terjadi karena awalnya Anies memberikan data warga miskin di Jakarta yang baru dengan jumlah 3,6 juta orang. Anies pun meyakini akan mengatasi persoalan penyaluran bansos untuk 1,1 juta orang dan meminta pemerintah pusat menanggung sisanya.

Karena data Anies itu dihitung perorangan, maka Muhadjir pun berusaha untuk dihitung per kepala keluarga sehingga pemerintah pusat mengalokasikan bansos untuk 1,3 juta kepala keluarga.

baca juga

Akan tetapi pada praktiknya di lapangan, Anies mengatakan kalau bantuan dari Pemprov DKI Jakarta hanya mengisi kekosongan sebelum adanya penyaluran dari pemerintah pusat.

"Kan di lapangan jadi kacau," ungkapnya.

Di sisi lain juga muncul permasalahan ketika pihak RT/RW juga memiliki data warga penerima bantuan di luar yang sudah terdaftar yang seharusnya dikirimkan ke Kemensos tapi tak kunjung sampai ke meja Kemensos.

Alhasil keributan pun terjadi di lapangan ketika ada bantuan dari pemerintah pusat, warga yang terdaftar menuntut dapat bansos hingga warga yang terdata di RT/RW pun berlaku sama.

"Bayangkan di lapangan, untung saya ini menteri suka di lapangan, karena itu saya ingatkan Pak Gubernur, pak, kan ada kesepakatan rapat kabinet tidak begitu," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penerima Bansos DKI Jadi 2 juta KK, Warga Bergaji Di Bawah Rp 5 Juta Dapat

Penerima Bansos DKI Jadi 2 juta KK, Warga Bergaji Di Bawah Rp 5 Juta Dapat

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 23:33 WIB

Bansos Anies Bermasalah, Pemprov DKI: Coba Tanya Bantuan Nasional Gimana?

Bansos Anies Bermasalah, Pemprov DKI: Coba Tanya Bantuan Nasional Gimana?

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 22:33 WIB

Tak Merata, Kepala Desa di Gresik Tolak Cairkan Duit BLT Corona dari Jokowi

Tak Merata, Kepala Desa di Gresik Tolak Cairkan Duit BLT Corona dari Jokowi

Jatim | Selasa, 05 Mei 2020 | 14:12 WIB

Terkini

Tekan Emisi, PLN Indonesia Power Uji Co-Firing Hidrogen-Amonia

Tekan Emisi, PLN Indonesia Power Uji Co-Firing Hidrogen-Amonia

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Syarat Kerja Selangit, Gaji UMR: Ekspektasi yang Tak Masuk Akal?

Syarat Kerja Selangit, Gaji UMR: Ekspektasi yang Tak Masuk Akal?

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Tak Perlu KTP DKI, Seluruh Pasien TBC Bebas Berobat di Fasilitas Kesehatan Jakarta

Tak Perlu KTP DKI, Seluruh Pasien TBC Bebas Berobat di Fasilitas Kesehatan Jakarta

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:18 WIB

BRI Kartu Kredit & Kartu BRI Debit Promo Spesial Sumpah Pemuda, Ada Cashback & Diskon Belanja Hemat

BRI Kartu Kredit & Kartu BRI Debit Promo Spesial Sumpah Pemuda, Ada Cashback & Diskon Belanja Hemat

Jakarta | Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:17 WIB

Apa Arti Simbol Tiga Jari dalam Aksi 'Indonesia Sadar' pada 28 Oktober 2026?

Apa Arti Simbol Tiga Jari dalam Aksi 'Indonesia Sadar' pada 28 Oktober 2026?

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:16 WIB

Prajurit Kopassus Berpangkat Letda Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi

Prajurit Kopassus Berpangkat Letda Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi

Sumbar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:15 WIB

Dua Wajah Indonesia: Sibuk Kejar Dolar Turis, Lalai Urus Kabut Asap

Dua Wajah Indonesia: Sibuk Kejar Dolar Turis, Lalai Urus Kabut Asap

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:15 WIB

Jangan Cuma Main Medsos! Wakil Ketua DPRD Jateng Ungkap Peran Penting Pemuda Jaga Persatuan Bangsa

Jangan Cuma Main Medsos! Wakil Ketua DPRD Jateng Ungkap Peran Penting Pemuda Jaga Persatuan Bangsa

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:13 WIB

Simbol 3 Jari Three Finger Salute Demo Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026, Apa Artinya?

Simbol 3 Jari Three Finger Salute Demo Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026, Apa Artinya?

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:13 WIB

Apakah SIM Telat Diperpanjang Satu Hari Masih Bisa Diselamatkan atau Wajib Buat Baru?

Apakah SIM Telat Diperpanjang Satu Hari Masih Bisa Diselamatkan atau Wajib Buat Baru?

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:12 WIB

×