Sadis! WNI di Kapal China Dipaksa Minum Air Laut dan Makan Umpan Pancing

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Jum'at, 08 Mei 2020 | 15:01 WIB
Sadis! WNI di Kapal China Dipaksa Minum Air Laut dan Makan Umpan Pancing
Jasad salah satu abk wni di kapal longxing. [Istimewa]

Suara.com - Sejumlah ABK asal Indonesia yang berhasil menyelamatkan diri dari kapal Longxing 629 China menceritakan kondisi tragis yang mereka alami selama berada di kapal ikan milik China itu.

Mereka dipaksa meminum air laut setiap hari hingga menyebabkan kondisi kesehatan mereka terus menurun.

Tak hanya itu, mereka juga setiap hari hanya dibolehkan tidur 3 jam. Makan pun, mereka kerap diberikan ikan umpan pancing.

Media Korea Seatan MBC News berhasil mewawancarai sejumlah ABK kapal tersebut. Mereka mengaku mendapatkan perlakuan yang berbeda dibandingkan awak kapal asal China.

Bila awak kapal asal China mendapatkan keistimewaan bisa mengkonsumsi air minum kemasan yang dibawa dari daratan, lain halnya dengan para ABK asal Indonesia.

Mereka tidak diberikan air minum kemasan sehingga terpaksa harus meminum air laut yang disuling.

Akibatnya, semakin hari kondisi kesehatan mereka semakin menurun. Mereka mengeluhkan sering mengalami pusing hingga mengeluarkan dahak.

"Pusing, enggak bisa minum air sama sekali. Pernah juga sampai ada dahak," ujar salah seorang ABK asal Indonesia dikutip dari ABC Australia -- jaringan Suara.com, Jumat (8/5/2020).

Tak hanya mendapatkan perlakuan diskriminasi, para ABK juga dipaksa bekerja dengan waktu kerja yang tidak masuk akal. Mereka harus bekerja dalam posisi berdiri sekitar 30 jam.

baca juga

Mereka juga harus bersembunyi-sembunyi ketika hendak istirahat. Mereka memanfaatkan waktu makan per enam jam sekali untuk duduk sebentar.

"Waktu kerjanya itu berdiri sekitar 30 jam, dari setiap enam jam makan saat makan inilah kami manfaatkan untuk duduk," ungkapnya.

Di kapal tersebut ada lima orang ABK Indonesia yang telah bekerja selama 13 bulan. Selama itu, mereka hanya mendapatkan upah sebesar Rp 1,8 juta atau Rp 136 ribu per bulannya.

Sebelumnya diberitakan, cerita miris datang dari dunia pekerja kapal asal Indonesia. Empat dari 18 Anak Buah Kapal (ABK) yang bekerja di Kapal Longxing 629 China meninggal dunia dan tiga jasad di antaranya terpaksa dibuang ke laut lepas.

Ketua Serikat Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI) Korea Selatan Ari Purboyo mengungkapkan, mereka meninggal dunia dalam kondisi tubuh yang bengkak.

Tiga ABK tersebut, yakni Al Fattah yang meninggal dunia pada September 2019 karena sakit, Sefri asal Palembang dengan penyebab yang sama, kemudian Ari yang meninggal dunia pada Februari 2020.

"Tiga orang ini yang dibuang di laut," kata Ari saat dihubungi Suara.com, Selasa (5/5/2020).

Sedangkan, satu ABK lainnya yakni Effendi Pasaribu sempat dilarikan ke rumah sakit di Korea Selatan, namun nyawanya tidak dapat tertolong.

Dari hasil forensik yang dilakukan, penyebab Effendi meninggal dunia karena pneumonia atau radang paru-paru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Telantar di Korsel, 14 ABK Kapal China Tiba di Indonesia Sore Ini

Sempat Telantar di Korsel, 14 ABK Kapal China Tiba di Indonesia Sore Ini

News | Jum'at, 08 Mei 2020 | 13:59 WIB

Kirim Pesan, Kim Jong-un Puji Xi Jinping Soal Penanganan Covid-19

Kirim Pesan, Kim Jong-un Puji Xi Jinping Soal Penanganan Covid-19

News | Jum'at, 08 Mei 2020 | 11:51 WIB

ABK WNI di Kapal China Dibuang ke Laut, GP Ansor: Tindakan Biadap!

ABK WNI di Kapal China Dibuang ke Laut, GP Ansor: Tindakan Biadap!

News | Jum'at, 08 Mei 2020 | 10:58 WIB

Jasad 3 ABK WNI Dilarung di Laut, DPR: Kemenlu Jangan Sekedar Klarifikasi

Jasad 3 ABK WNI Dilarung di Laut, DPR: Kemenlu Jangan Sekedar Klarifikasi

News | Jum'at, 08 Mei 2020 | 10:44 WIB

Stres, Anak Kubur Hidup-hidup Ibu Kandung yang Lumpuh

Stres, Anak Kubur Hidup-hidup Ibu Kandung yang Lumpuh

News | Jum'at, 08 Mei 2020 | 06:35 WIB

Terkini

KPK Geledah 3 Rumah di Madiun Terkait Pengembangan Kasus TPPU

KPK Geledah 3 Rumah di Madiun Terkait Pengembangan Kasus TPPU

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:23 WIB

Chandra Asri Group Gelar CHASE Volleyball Tournament 2026, Hadirkan Puluhan Tim dan UMKM Lokal

Chandra Asri Group Gelar CHASE Volleyball Tournament 2026, Hadirkan Puluhan Tim dan UMKM Lokal

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:18 WIB

Kabel Semrawut di Kuningan Barat Bikin Warga Resah, Dinas Bina Marga Janji Beres Oktober

Kabel Semrawut di Kuningan Barat Bikin Warga Resah, Dinas Bina Marga Janji Beres Oktober

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:16 WIB

Bocah 8 Tahun Tendang Anggota PKI Solo, Heri Isranto Kenang Suasana Mencekam 1965

Bocah 8 Tahun Tendang Anggota PKI Solo, Heri Isranto Kenang Suasana Mencekam 1965

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 10:15 WIB

Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S

Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S

Jatim | Rabu, 30 September 2026 | 10:11 WIB

Siapa Jenderal yang Dibunuh dalam Peristiwa G30S?

Siapa Jenderal yang Dibunuh dalam Peristiwa G30S?

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:10 WIB

Cabai Merah Keriting dan Rawit Merah Kompak Naik, Harganya Masih di Atas Rp100 Ribu/kg

Cabai Merah Keriting dan Rawit Merah Kompak Naik, Harganya Masih di Atas Rp100 Ribu/kg

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:06 WIB

Bujet Rp5 Juta? Ini 5 Motor Bekas Paling Worth It untuk Harian

Bujet Rp5 Juta? Ini 5 Motor Bekas Paling Worth It untuk Harian

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 10:05 WIB

Pembangunan Pabrik CA-EDC Chandra Asri Group Buka Peluang Ekonomi Bagi UMKM Lokal

Pembangunan Pabrik CA-EDC Chandra Asri Group Buka Peluang Ekonomi Bagi UMKM Lokal

Banten | Rabu, 30 September 2026 | 10:05 WIB

Masih Dianggap Tabu, Padahal Marital Rape Diatur dalam Hukum Indonesia

Masih Dianggap Tabu, Padahal Marital Rape Diatur dalam Hukum Indonesia

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 10:05 WIB

×