Cerita Usman Hamid Soal Kampus Trisakti dan Pergulatan Batin Mahasiswa 98

Bangun Santoso, Muhammad Yasir

Kamis, 14 Mei 2020 | 10:17 WIB
Cerita Usman Hamid Soal Kampus Trisakti dan Pergulatan Batin Mahasiswa 98
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid. (Antara).

Suara.com - Direktur Utama Amnesty International Indonesia (AII) sekaligus alumnus Universitas Trisakti, Usman Hamid kembali mengenang momen-momen di masa pergerakan mahasiswa menjelang runtuhnya rezim orde baru di era kepemimpinan Presiden Soeharto pada Mei 1998.

Menurut Usman, ketika itu banyak mahasiswa Trisakti khususnya yang dihadapkan oleh dilema pertentangan batin antara persoalan keluarga hingga politik.

Hal itu disampaikan Usman dalam acara bedah film 'Di Balik 98' yang disiarkan secara live melalui akun Instagram @kiosojokeos pada Rabu (13/5/2020) malam.

Kisah mahasiswa pergerakan 98 bernama Diana (diperankan oleh Chelsea Islan) dalam film 'Di Balik 98' hampir serupa dengan realitas mahasiswa umumnya di Trisakti ketika itu. Usman mengatakan pertentangan batin atau konflik yang dihadapi oleh Diana sebagai aktivis 98 sekaligus putri seorang anggota tentara, dalam realitasnya memang banyak ditemukan di kampus Trisakti pada tahun 98.

"Nah di dalam kehidupan yang real di kampus Trisakti ketika itu memang banyak sekali aktivis Trisakti yang memiliki latar belakang keluarga yang demikian, baik itu memiliki keluarga tentara, memiliki keluarga dengan latar belakang birokrasi, atau memiliki latar belakang keluarga yang kuat hubungannya dengan partai Golkar," kata Usman.

Usman mengemukakan, bahwa ketika itu, mayoritas mahasiswa Trisakti memang memiliki latar belakang keluarga seorang tentara, birokrat, hingga memiliki kedekatan dengan partai Golkar. Sehingga, ketika itu muncul istilah ABG alias ABRI, Birokrat, dan Golkar.

"Jadi dulu ada istilah ABG, ABRI, Birokrasi, dan Golkar. Kenapa saya katakan demikian, selain memang itu adalah pengalaman yang saya alami langsung, juga karena secara historis kampus Trisakti merupakan kampus yang pada tahun 1965-an, ketika Indonesia mengalami gejolak politik yang besar, itu juga mengalami semacam perubahan besar di dalam kampus Trisakti," ujar Usman.

Markas Gerakan Kiri hingga Diambil Alih Tentara

Sejumlah mahasiswa melakukan doa bersama di makam korban Tragedi 12 Mei 1998 di Tanah Kusir, Jakarta, Jumat (12/5/2017). [Antara]
Sejumlah mahasiswa melakukan doa bersama di makam korban Tragedi 12 Mei 1998 di Tanah Kusir, Jakarta, Jumat (12/5/2017). [Antara]

Usman mengungkapkan, bahwa sebelum bernama Universitas Trisakti dahulu kampus tersebut bernama Res Publica. Kampus tersebut didirikan oleh perhimpunan kalangan Tionghoa yang memiliki pemikiran cemerlang dan kritis.

Ketika itu, Usman menyebut kampus Res Publica kerap dianggap sebagai markas alias sarang gerakan kiri. Sejumlah tokoh pemikir kiri hingga Partai Komunisme Indonesia (PKI) bahkan beberapa kali kerap diundang di kampus tersebut.

baca juga

"Kampus ini di zamannya ketika bernama Res Publica itu merupakan kampus yang dianggap sarang gerakan kiri, karena berkali-kali juga mengundang tokoh-tokoh kiri termasuk tokoh PKI di dalam acara-acara mimbar bebas atau dalam acara akademik di kampus Res Publica," ungkap Usman.

Menurut Usman, pasca peristiwa G30S PKI atau kudeta angkatan darat kampus Res Publica turut bergejolak. Sampai pada akhirnya, kampus Res Publica diambil alih oleh kekuasaan militer yang ditopang oleh pemerintahan di awal orde baru.

"Semua anak Trisakti yang membaca sejarah pasti mengerti, itu suatu hal yang sangat sulit terlukiskan sebagai hal yang wajar," ujar Usman.

"Jadi kekuatan militer atau orang-orang militer dikerahkan untuk ikut mengambil alih kampus (Res Publica) Trisakti dan sejak itu juga kampus dikelola oleh militer," imbuhnya.

Jejak pengambilalihan kampus Res Publica oleh tentara tersemat dalam nama salah satu gedung di kampus Trisakti. Menurut Usman, gedung utama yang ada di kampus Trisakti diberi nama M Syarif Thayeb seorang perwira tinggi TNI berpangkat Letnan Jenderal yang tidak lain merupakan seseorang yang ketika itu diutus untuk mengurus proses pengambilalihan kampus Res Publica.

"Nah banyak sekali yang akhirnya punya latar belakang militer, ditambah dengan birokrasi dan juga partai Golkar, kemudian ikut mengelola Trisakti. Untuk waktu-waktu yang sangat panjang hingga generasi saya itu bisa masuk ke dalam kampus tersebut," tutur Usman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suratnya Viral, Universitas Trisakti Beri Jokowi Gelar Putra Reformasi?

Suratnya Viral, Universitas Trisakti Beri Jokowi Gelar Putra Reformasi?

News | Minggu, 22 September 2019 | 16:31 WIB

Tragedi Mei 1998: Isu SARA, Kerusuhan Massal sampai Penembakan Mahasiswa

Tragedi Mei 1998: Isu SARA, Kerusuhan Massal sampai Penembakan Mahasiswa

News | Senin, 13 Mei 2019 | 11:18 WIB

Alumni Trisakti Putar Film Reformasi 1998, Soeharto dan Prabowo disoraki

Alumni Trisakti Putar Film Reformasi 1998, Soeharto dan Prabowo disoraki

News | Sabtu, 09 Februari 2019 | 18:55 WIB

Jokowi Berencana Hadiri Deklarasi Dukungan Alumni Universitas Trisakti

Jokowi Berencana Hadiri Deklarasi Dukungan Alumni Universitas Trisakti

News | Sabtu, 09 Februari 2019 | 14:15 WIB

Eks Ketua Senat Tantang Prabowo Bicara Soal Tragedi Trisakti 98

Eks Ketua Senat Tantang Prabowo Bicara Soal Tragedi Trisakti 98

News | Jum'at, 08 Februari 2019 | 19:29 WIB

Tim Jokowi Ditanya: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Tragedi Trisakti?

Tim Jokowi Ditanya: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Tragedi Trisakti?

News | Jum'at, 08 Februari 2019 | 19:24 WIB

Dianggap Punya Bernyali Besar, Alumni Trisakti Dukung Jokowi

Dianggap Punya Bernyali Besar, Alumni Trisakti Dukung Jokowi

News | Jum'at, 08 Februari 2019 | 16:54 WIB

Terkini

Eksploitasi Terselubung: Bahaya Nyata Sharenting bagi Masa Depan Anak

Eksploitasi Terselubung: Bahaya Nyata Sharenting bagi Masa Depan Anak

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:15 WIB

KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS

KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Pabrik Toyota Karawang Pilih Tetap Pertahankan Tenaga Manusia ketimbang Robot

Pabrik Toyota Karawang Pilih Tetap Pertahankan Tenaga Manusia ketimbang Robot

Otomotif | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Siswi Berhijab Nyanyikan Lagu Rohani Kristen, Kepala Sekolah Beri Klarifikasi Mengejutkan

Siswi Berhijab Nyanyikan Lagu Rohani Kristen, Kepala Sekolah Beri Klarifikasi Mengejutkan

Sulsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:08 WIB

Kebutuhan Air Data Center Jatiluhur Dikritik di Tengah Ancaman El Nino: Apa Dampaknya Bagi Warga?

Kebutuhan Air Data Center Jatiluhur Dikritik di Tengah Ancaman El Nino: Apa Dampaknya Bagi Warga?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:07 WIB

About a Place in the Kinki Region Resmi Tayang di Indonesia, Seramnya Beda!

About a Place in the Kinki Region Resmi Tayang di Indonesia, Seramnya Beda!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Pesan Anggota DPR ke Jenderal Suyudi: Hapus No Viral No Justice, Stop Represif ke Rakyat Kecil

Pesan Anggota DPR ke Jenderal Suyudi: Hapus No Viral No Justice, Stop Represif ke Rakyat Kecil

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Praktis Lembapkan Kulit, Ini 5 Sunscreen Spray Ceramide untuk Skin Barrier

Praktis Lembapkan Kulit, Ini 5 Sunscreen Spray Ceramide untuk Skin Barrier

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Relevansi 'Lembaga Budi' Buya Hamka: Saat Kesopanan dan Etika Mulai Luntur di Media Sosial

Relevansi 'Lembaga Budi' Buya Hamka: Saat Kesopanan dan Etika Mulai Luntur di Media Sosial

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:57 WIB

Namu Balai Kota: Wahana Anyar untuk Bertandang, Merawat Tradisi dan Mengintip Birokrasi

Namu Balai Kota: Wahana Anyar untuk Bertandang, Merawat Tradisi dan Mengintip Birokrasi

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:57 WIB

×