Anies Klaim 60 Persen Orang Jakarta di Rumah selama PSBB, Benarkah?

Pebriansyah Ariefana, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 19 Mei 2020 | 20:03 WIB
Anies Klaim 60 Persen Orang Jakarta di Rumah selama PSBB, Benarkah?
Pengendara sepeda motor membawa penumpang di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (13/5). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim sebanyak 60 persen orang Jakarta di rumah selama pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di ibu kota sejak diterapkan 10 April lalu sampai hari ini. Ini diklaim berdasarkan riset.

Ia mengatakan antusias masyarakat untuk tak bepergian ke luar rumah cukup tinggi. Anies mengatakan data ini diperoleh berdasarkan penelitian Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Peneliti menggunakan data berbasis HP untuk menilai pergerakan masyarakat. Dari data yang dipaparkan, Anies mengatakan tren masyarakat berdiam di rumah demi menghindari penularan virus corona Covid-19 sudah terjadi sejak awal Maret 2020.

"Data menunjukkan bahwa mulai awal pertengahan Maret, terjadi peningkatan orang yang berada di rumah saja," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (19/5/2020).

Anies menyebutkan saat masuk April atau awal PSBB, trennya meningkat sampai 60 persen. Ia bahkan mengklaim ini merupakan catatan paling tinggi di pulau Jawa.

"Angka ini melonjak signifikan dari sekitar 40an menjadi 60 persen. Di antara seluruh provinsi di Jawa, lompatan di Jakarta paling tinggi," jelasnya.

Dampak dari masyarakat yang mayoritas berada di rumah, kata Anies, adalah berkurangnya tingkat penularan virus corona Covid-19. Dalam waktu dua pekan, sudah terlihat adanya penugurangan tingkat penularan.

"Kalau orang yang berada di luar makin banyak, maka kita bisa prediksikan 2 minggu kemudian, 10 hari sampai 2 minggu kasusnya akan meningkat," jelasnya.

Pada Maret 2020, Anies menyebut tingkat penularan adalah 4. Dalam artian satu orang positif bisa menulari 4 orang lainnya.

baca juga

Namun dengan makin banyaknya orayny di rumah, maka tingkat penularannya menurun di April jadi di angka 1. Ia berharap angka ini terus menurun ke depannya.

"Jadi semenjak pertengahan April sampai dengan sekarang, ini sudah berhasil turun hingga sekitar 1. Jadi angka Reproduction (r0) kita bergerak di sekitar angka 1 (dalam beberapa waktu terakhir). 1,11 (per 17 Mei)," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6.053 Orang Positif Corona di Jakarta 19 Mei Hari Ini

6.053 Orang Positif Corona di Jakarta 19 Mei Hari Ini

News | Selasa, 19 Mei 2020 | 19:18 WIB

Hubungan Ganjar Pranowo dan Ahok Terkuak: Sempat Mau Berkelahi

Hubungan Ganjar Pranowo dan Ahok Terkuak: Sempat Mau Berkelahi

News | Selasa, 19 Mei 2020 | 19:15 WIB

Anies: Lebaran di Rumah Biar PSBB Jakarta Berakhir

Anies: Lebaran di Rumah Biar PSBB Jakarta Berakhir

News | Selasa, 19 Mei 2020 | 19:07 WIB

Terkini

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Banten | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Gempa Bumi M 4,6 di Selatan Lumajang, Getaran Dirasakan di Empat Wilayah Jawa Timur

Gempa Bumi M 4,6 di Selatan Lumajang, Getaran Dirasakan di Empat Wilayah Jawa Timur

Jatim | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:28 WIB

Terekam CCTV, Pencuri Motor di Parkiran Alfamart Prabumulih Ditangkap di Ogan Ilir

Terekam CCTV, Pencuri Motor di Parkiran Alfamart Prabumulih Ditangkap di Ogan Ilir

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Pelarian Berakhir! Buron Pembunuhan Wanita di Surabaya Ditangkap di Malaysia

Pelarian Berakhir! Buron Pembunuhan Wanita di Surabaya Ditangkap di Malaysia

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Persib Lolos dari Lobang Jarum Saat Lawan Dewa United, Igor Tolic Singgung Mental

Persib Lolos dari Lobang Jarum Saat Lawan Dewa United, Igor Tolic Singgung Mental

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Kasus Korupsi Anggaran Rp19,5 Miliar! Mantan Ketua DPRD Merangin Ditahan Kejati Jambi

Kasus Korupsi Anggaran Rp19,5 Miliar! Mantan Ketua DPRD Merangin Ditahan Kejati Jambi

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Solidaritas Perempuan Beri Skor 0 ke DPR: Terbukti Buta Realitas Akar Rumput!

Solidaritas Perempuan Beri Skor 0 ke DPR: Terbukti Buta Realitas Akar Rumput!

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Kesaksian Korban Saat Bus Persib U-18 Dikepung dan Diserang dengan Batu oleh Oknum Suporter

Kesaksian Korban Saat Bus Persib U-18 Dikepung dan Diserang dengan Batu oleh Oknum Suporter

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02 WIB

Mengapa Banjir Bandang Terjang Padang di Tengah Kemarau dan Karhutla?

Mengapa Banjir Bandang Terjang Padang di Tengah Kemarau dan Karhutla?

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02 WIB

Jeda dari Lifestyle Inflation: Tidak Semua Tren Harus Dikejar Demi Gengsi

Jeda dari Lifestyle Inflation: Tidak Semua Tren Harus Dikejar Demi Gengsi

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:00 WIB

×