Tragis! Konflik dengan Manusia, Ini 4 Hewan Asli Indonesia yang Telah Punah

Rizki Nurmansyah

Rabu, 27 Mei 2020 | 16:22 WIB
Tragis! Konflik dengan Manusia, Ini 4 Hewan Asli Indonesia yang Telah Punah
Seekor Harimau Sumatera tengah berjalan di sungai. Tak seperti kerabatnya Harimau Bali dan Jawa yang sudah punah, hewan yang memiliki nama latin Panthera Tigris Sumatrae ini masih bisa dijumpai di alam liar. [Shutterstock]

Suara.com - Rusaknya ekosistem di alam membuat konflik antara manusia dan satwa liar tak terelakkan. Tak terkecuali di Indonesia, di mana banyak hewan-hewan asli Indonesia yang kini telah punah.

Pemberian label punah bukan sembarang diberikan oleh pemerintah kepada suatu spesies.

Sebelum dinyatakan punah, pemerintah akan melakukan kajian dan penelitian komprehensif guna mencari tahu kebenaran akan eksis tidaknya hewan-hewan tersebut.

Berikut empat hewan asli Indonesia yang telah dinyatakan punah oleh pemerintah, dikutip dari Digstraksi, Rabu (27/5/2020):

Harimau Bali

Pemburu asal Eropa, M. Zanveld membunuh seekor Harimau Bali yang kini telah dinyatakan punah. [Instagram@sekehedemenbali]
Pemburu asal Eropa, M. Zanveld membunuh seekor Harimau Bali yang kini telah dinyatakan punah. [Instagram@sekehedemenbali]

Panthera Tigris Bali atau yang lebih dikenal dengan sebutan Harimau Bali merupakan spesies kucing besar asal Pulau Bali.

Harimau Bali masih berkerabat dengan Harimau Jawa ataupun Harimau Sumatera. Harimau Bali terakhir yang ditemukan terlihat pada tahun 1937.

Nasib Si Raja Hutan itu sungguh tragis karena di ujung senapan manusia. Kematian Harimau Bali terakhir tersebut akhirnya membuat spesies itu dinyatakan punah.

Penyebab utama dari punahnya Harimau Bali adalah pembukaan lahan, ruang hidup yang semakin sedikit serta perburuan oleh manusia.

baca juga

Khususnya warga Eropa yang gemar memburu harimau sebagai sarana rekreasi dan olahraga.

Harimau Jawa

Foto seekor Harimau Jawa yang kini telah dinyatakan punah. [Instagram@harimau.jawa]
Foto seekor Harimau Jawa yang kini telah dinyatakan punah. [[email protected]]

Sama tragisnya seperti kerabatnya di Bali, Harimau Jawa juga telah dinyatakan punah. Padahal, lahan hidup Harimau Jawa lebih luas.

Hewan yang memiliki nama ilmiah Panthera Tigris Sondaica tersebut diketahui pernah hidup di hutan-hutan seantero Pulau Jawa.

Seiring berjalannya waktu, ruang hidup itu semakin menyempit ditandai dengan semakin banyaknya perambahan hutan oleh manusia.

Kepunahan Harimau Jawa masih menyisakan polemik. Hal itu dikarenakan berbagai pengakuan dari banyak orang bahwa mereka pernah bertemu dan melihat harimau ini.

Pada tahun 1950-an, jumlah Harimau Jawa sebenarnya sudah sangat kritis, hanya tersisa 25 ekor.

Pemerintah sudah berupaya menyelamatkan spesies ini dengan membangun taman margasatwa dan taman nasional. Namun, populasi Harimau Jawa terus menurun.

Pada tahun 1972 diketahui hanya ada tiga ekor yang tersisa dan hidup di Taman Nasional Meru Betiri.

Pada tahun 2000, penelitian intensif dilakukan di Meru Betiri melibatkan puluhan tenaga terlatih yang diperlengkapi dengan berbagai peralatan mumpuni untuk mencari tahu apakah memang benar masih ada Harimau Jawa yang tersisa.

Hasilnya nihil, sehingga spesies Harimau Jawa ini tetap dinyatakan punah.

Berbagai pengakuan dan klaim dari banyak pihak yang mengaku melihat jejak-jejak Harimau Jawa hingga saat ini belum bisa dibuktikan.

Dengan semakin sempitnya ruang hidup, memang tak mengagetkan jika spesies ini mengalami kepunahan.

Tikus Hidung Panjang

Tikus Hidung Panjang. [Dok. floradafauna.hatenablog]
Tikus Hidung Panjang. [Dok. floradafauna.hatenablog]

Tikus Hidung Panjang adalah spesies tikus endemik yang dahulu tinggal di Pulau Flores.

Nama ilmiah dari spesies ini adalah Paulamys Naso.

Walau banyak polemik yang beredar tetapi merujuk pada ketetapan IUCN (International Union for Conservational Nature), Tikus Hidung Panjang Flores dinyatakan punah pada tahun 1996.

Tikus Gua Flores

Lukisan Tikus Gua. [Dok. floradafauna.hatenablog]
Lukisan Tikus Gua. [Dok. floradafauna.hatenablog]

Tikus Gua tergolong sebagai hewan pengerat dan dulu hidup di daerah barat Pulau Flores.

Binatang imut dengan nama ilmiah Spaleomys Florensis ini masih berkerabat erat dengan Tikus Hidung Panjang Flores.

Sama seperti kerabat dekatnya, Tikus Gua Flores akhirnya punah diduga karena lemahnya kemampuan beradaptasi dan perburuan oleh manusia.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diadang Kawanan Harimau di Hutan, Empat Warga Solok Lolos Dari Maut

Diadang Kawanan Harimau di Hutan, Empat Warga Solok Lolos Dari Maut

News | Selasa, 19 Mei 2020 | 20:27 WIB

Miris! Harimau Sumatera Mati Kena Jerat di Area Konsesi Perusahaan di Riau

Miris! Harimau Sumatera Mati Kena Jerat di Area Konsesi Perusahaan di Riau

News | Selasa, 19 Mei 2020 | 12:49 WIB

Kasihan! Harimau Sumatera Mati Terjerat

Kasihan! Harimau Sumatera Mati Terjerat

Foto | Selasa, 19 Mei 2020 | 10:51 WIB

Melihat Aksi Harimau Sumatera di Kebun Binatang Ragunan Secara Virtual

Melihat Aksi Harimau Sumatera di Kebun Binatang Ragunan Secara Virtual

Foto | Minggu, 17 Mei 2020 | 17:25 WIB

Diadang Tiga Harimau Sumatera, Enam Warga Berhasil Selamat dari Maut

Diadang Tiga Harimau Sumatera, Enam Warga Berhasil Selamat dari Maut

News | Jum'at, 15 Mei 2020 | 15:37 WIB

Terkini

Kebakaran Bromo Masih Meluas, Lalai Bukan Alasan Lolos dari Jerat Hukum

Kebakaran Bromo Masih Meluas, Lalai Bukan Alasan Lolos dari Jerat Hukum

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:56 WIB

Sudah Baikin dengan FC Twente, Mees Hilgers Telan Pil Pahit Ditempatkan di Skuat Buangan

Sudah Baikin dengan FC Twente, Mees Hilgers Telan Pil Pahit Ditempatkan di Skuat Buangan

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Pidato Prabowo: 10.000 Koperasi Merah Putih Kuasai Rantai Pasok Mandiri

Pidato Prabowo: 10.000 Koperasi Merah Putih Kuasai Rantai Pasok Mandiri

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:47 WIB

4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli

4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:46 WIB

Film Na Willa dan Masa Ketika Masalah Terbesar Hanya Tak Bisa Bermain

Film Na Willa dan Masa Ketika Masalah Terbesar Hanya Tak Bisa Bermain

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:39 WIB

Sidang Tahunan MPR 2026, Prabowo Pamer 121 Kebijakan Transformatif

Sidang Tahunan MPR 2026, Prabowo Pamer 121 Kebijakan Transformatif

Foto | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:39 WIB

Kumuh Jadi Estetik: Transformasi Bantaran Sungai Kampung Mrican

Kumuh Jadi Estetik: Transformasi Bantaran Sungai Kampung Mrican

Video | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Kulit Orang Indonesia Rentan Hiperpigmentasi, Ini Pentingnya Perawatan Wajah yang Lebih Personal

Kulit Orang Indonesia Rentan Hiperpigmentasi, Ini Pentingnya Perawatan Wajah yang Lebih Personal

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:33 WIB

Golf Makin Ramai Diminati, Makin Banyak Anak Muda Mulai Jatuh Hati

Golf Makin Ramai Diminati, Makin Banyak Anak Muda Mulai Jatuh Hati

Health | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:29 WIB

Bawa Siswi Papua ke Sidang Tahunan MPR, Prabowo Buktikan Manfaat MBG

Bawa Siswi Papua ke Sidang Tahunan MPR, Prabowo Buktikan Manfaat MBG

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:26 WIB

×