Kutip Kisah soal Rakyat yang Benci Negara, Sujiwo Tejo Sindir Pemerintah?

Rendy Adrikni Sadikin, Farah Nabilla

Kamis, 28 Mei 2020 | 08:34 WIB
Kutip Kisah soal Rakyat yang Benci Negara, Sujiwo Tejo Sindir Pemerintah?
Sujiwo Tejo. (Instagram/president_jancukers)

Suara.com - Sebagai seorang budayawan, selalu ada tulisan menggelitik dari Sujiwo Tejo yang disampaikan ke muka publik. Tak terkecuali cuitan yang bersumber dari kisah Nagabumi yang disinyalir merupakan sebuah satire bagi negara.

Melalui kicauannya di Twitter, Sujiwo Tejo mengutip sebuah cerita tentang rakyat yang membenci negara karena cuma minta pajak. 

Namun negara tetap bisa menjaga keutuhannya dengan cara membuat isu traumatis kepada rakyat dan membuat seolah-olah hanya negara yang mampu melindungi rakyatnya.

"Rakyat benci negara karena cuma bisa minta pajak enggak pernah bisa minta maaf, tetap bisa bikin utuh negara. Caranya? Bikin isu yang selalu membuat trauma rakyat dan kesan cuma negara pelindungnya. Demikianlah Jawa abad 600-800an dalam dunia persilatan "Nagabumi" Seno Gumira Ajidarma," cuit pria yang akrab disapa Mbah Tejo itu pada Kamis (28/5/2020).

Cuitan Sudjiwo Tedjo mengutip kisah Nagabumi. (Twitter/@sudjiwotedjo)
Cuitan Sujiwo Tejo mengutip kisah Nagabumi. (Twitter/@sudjiwotedjo)

Kutipan yang ditulis Sujiwo Tejo itu bersumber dari sebuah cerita yang dikarang oleh Seno Gumira Aji bertajuk Nagabumi.

Dalam buku itu diceritakan sebuah negara dengan latar belakang waktu pada abad VIII-IX yang memuat drama tentang para pendekar dan jurus-jurus maut yang diwarnai intrik politik kekuasaan serta pergulatan pikiran besar dari Nagasena hingga Nagarjuna.

Kutipan tentang kondisi negara dari teks literatur sastra inipun membuat sejumlah warganet mengaitkannya dengan situasi negara saat ini. Tak jarang warganet yang menganggap bahwa suitan ini adalah sebuah sindiran halus dari Sujiwo Tejo.

"Aluss," tulis seorang warganet.

Seorang warganet berkomentar, "Pengulangan sejarah yo mbah,"

baca juga

"Mirip situasi sekarang yoo," tambah warganet lainnya.

"Saiki balek nang abad 600-800an maneh mbah? heuheuheu (Sekarang kembali ke abad 600-800an lagi mbah?--red)," warganet lain menimpali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Refly Harun Sindir Jokowi saat Idul Fitri: Kok Kelabakan Hadapi Covid-19?

Refly Harun Sindir Jokowi saat Idul Fitri: Kok Kelabakan Hadapi Covid-19?

News | Senin, 25 Mei 2020 | 16:58 WIB

Ikut Kritik soal Konser BPIP, Said Didu Malah dapat Sindiran Telak

Ikut Kritik soal Konser BPIP, Said Didu Malah dapat Sindiran Telak

News | Senin, 18 Mei 2020 | 15:16 WIB

Kebijakan Tak Konsisten, Sujiwo Tejo: Kepercayaan Rakyat Bisa Lenyap

Kebijakan Tak Konsisten, Sujiwo Tejo: Kepercayaan Rakyat Bisa Lenyap

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 08:32 WIB

Sedih Didi Kempot Meninggal, Sudjiwo Tedjo Enggan Ucap Turut Berduka Cita

Sedih Didi Kempot Meninggal, Sudjiwo Tedjo Enggan Ucap Turut Berduka Cita

News | Selasa, 05 Mei 2020 | 15:45 WIB

Penghina Pemimpin Terancam Hukuman Penjara, Sudjiwo Tedjo Keberatan

Penghina Pemimpin Terancam Hukuman Penjara, Sudjiwo Tedjo Keberatan

News | Senin, 06 April 2020 | 17:34 WIB

Terkini

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:35 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut

PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:42 WIB

'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup

'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:35 WIB

Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli

Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:11 WIB

×