Mendagri Minta Masukan Korsel untuk Pelaksanaan Pilkada 2020 saat Pandemi

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 08 Juni 2020 | 16:40 WIB
Mendagri Minta Masukan Korsel untuk Pelaksanaan Pilkada 2020 saat Pandemi
Mendagri Tito Karnavian seusai bertemu dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2/2020). (Suara.com/Ria Rizki).

Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menerima kehadiran Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Chang Beom, di kantornya, Senin (8/6/2020). Dalam kesempatan itu, Tito meminta masukan untuk penyelenggaraan Pilkada 2020, sebab Korea Selatan berhasil melaksanakan Pemilu di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).

Tito memaparkan bahwa Korea Selatan telah melangsungkan pemilu tingkat legislatif pada 15 April 2020. Pelaksanaan itu bertepatan dengan puncaknya pandemi Covid-19 di negeri ginseng tersebut.

"Itu menarik sekali dan kemudian berlangsung juga aman tanpa ada ledakan kasus Covid-19," ujar Tito dalam siaran langsung melalui akun Instagram Kemendagri, Senin.

Kesuksesan Korsel itu membuat Tito ingin mendapatkan ilmu bagaimana caranya melangsungkan Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19 yang tentunya akan sangat berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya.

Salah satunya mengetahui bagaimana prosedur dari pemungutan suara bagi pasien-pasien yang tengah menjalani karantina Covid-19 hingga bagaimana membendung minat bagi masyarakat untuk memberikan hak suaranya di tengah pandemi Covid-19.

Dalam kesempatan yang sama, Kim Chang Beom menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut dirinya menyampaikan poin-poin kesuksesan negaranya dalam menggelar pemilu di tengah pandemi Covid-19.

Keberhasilan Korsel itu dibuktikan dengan tidak adanya warga yang dinyatakan positif usai memberikan hak suaranya.

"Korsel menjadi satu-satunya negara di seluruh dunia yang telah berhasil menyelenggarakan pemilu nationwide dan tanpa terjadi satu orang pun yang terkonfirmasi Covid-19," ujarnya.

Dengan begitu, kedua belah pihak pun saling memberikan informasi terutama Tito yang menyampaikan progres daripada persiapan Pilkada 2020 yang akan digelar pada Desember nanti. Bahkan Tito menyebut kalau Kim Chang Beom menawarkan kepada KPU dan Bawaslu selaku penyelenggara pemilu agar bisa berkomunikasi langsung dengan KPU Korsel untuk menerima masukan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Pertimbangkan Buka Sekolah, Belajar Online Tidak Efektif

Pemerintah Pertimbangkan Buka Sekolah, Belajar Online Tidak Efektif

News | Senin, 08 Juni 2020 | 16:35 WIB

Catat 24 Protokol Kesehatan di Tempat Kerja Jakarta

Catat 24 Protokol Kesehatan di Tempat Kerja Jakarta

News | Senin, 08 Juni 2020 | 16:12 WIB

Survei Kemenkes: 83,9 Persen Pelayanan Kesehatan Terdampak Pandemi Covid-19

Survei Kemenkes: 83,9 Persen Pelayanan Kesehatan Terdampak Pandemi Covid-19

Health | Senin, 08 Juni 2020 | 16:01 WIB

Senin 8 Juni Hari Ini Seluruh Objek Wisata di Garut Mulai Dibuka

Senin 8 Juni Hari Ini Seluruh Objek Wisata di Garut Mulai Dibuka

Jabar | Senin, 08 Juni 2020 | 15:52 WIB

Pasien Positif Corona 8 Juni Melesat 847 Kasus, Jadi 32.033 Orang

Pasien Positif Corona 8 Juni Melesat 847 Kasus, Jadi 32.033 Orang

News | Senin, 08 Juni 2020 | 15:47 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×