Nekat Jualan di Pasar Klaster Corona, Pedagang: Cari Makan di Mana Lagi?

Agung Sandy Lesmana, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 12 Juni 2020 | 14:37 WIB
Nekat Jualan di Pasar Klaster Corona, Pedagang: Cari Makan di Mana Lagi?
Penampakan Pasar Perumnas Klender, Jaktim yang menjadi klaster Covid-19 di Jakarta. (Suara.com/Bagaskara).

Suara.com - Sebanyak 20 orang di Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur dinyatakan positif terjangkit virus Covid-19. Namun, hingga kini Pasar Perumnas Klender tetap masih beroperasi.

Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi pada Jumat (12/6/2020) mayoritas toko dan kios di Pasar Perumnas Klender tampak masih buka menjajakan dagangan.

Toko yang tampak masih buka adalah toko pakaian, aksesoris, elektronik, daging hingga sayur mayur. Terlihat memang para pedagang rata-rata menggunakan masker dan menyediakan hand sanitizer di depan lapaknya.

Para pengunjung yang datang meski terlihat sepi, mereka tampak juga mayoritas menggunakan masker.

Arman (33), salah satu pedagang pakaian di Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, mengungkapkan alasan mengapa dirinya nekat masih berjualan meski Pasar Perumnas Klender menjadi klaster penyebaran virus Covid.

Alasan perut dan menafkahi keluarga menjadi faktor utama dirinya masih tetap membuka lapak di Pasar Perumnas Klender.

"Kalau kita gak jualan bingung juga kan mau makan dari mana?," kata Arman saat berbincang dengan Suara.com di Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur.

Sementara itu ketika disinggung apakah dirinya tak takut tertular virus Covid-19, Arman berdalih sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Kami kan yang penting jaga-jaga aja terapin protokol," ungkapnya.

baca juga

Arman mengaku, selama Pasar Perumnas Klender menjadi klaster penyebaran virus Corona pendapatannya turun secara drastis.

"Abang bisa lihat sendiri kan kondisi pasar kayak gini sepi. Pendapatan amblas. Yang penting bisa dagang aja kita sudah syukur," kata dia.

Terpisah, Kepala Puskesmas Duren Sawit, Rita Wedya Astuti mengatakan, seharusnya pasar boleh dibuka hanya toko disektor pangan dan medis saja yang boleh beroperasi. Toko pakaian dan yang lainnya disarankan untuk tidak dibuka.

"Iya itu buka (Pasar) hanya bagian pangan aja sama pengobatan yang boleh sebenarnya," tutur Rita saat dihubungi Suara.com.

Diketahui, Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur merupakan salah satu klaster penyebaran virus Covid-19 Pasar di DKI Jakarta. Total ada 20 orang yang positif terinfeksi virus Corona.

Adapun klaster penyebaran virus Covid-19 di Pasar Perumnas Klender ini bermula dari ditemukannya pasangan suami istri yang merupakan berdagang di pasar tersebut dinyatakan positif Covid.

"Jadi awalnya dari pasangan suami istri yang positif dari pasangan suami istri yang ternyata kerjanya dia pedagang Pasar Perumnas (Klender)," kata Rita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:58 WIB

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

×