Adegan Sinetron Hello Kitty Direbus Sempat Viral, Penulis Bongkar Alasannya

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Sabtu, 13 Juni 2020 | 07:40 WIB
Adegan Sinetron Hello Kitty Direbus Sempat Viral, Penulis Bongkar Alasannya
Penjelasan adegan sinetron Hello Kitty direbus (Twitter/ayasword)

Suara.com - Salah satu adegan sinetron yang menampilkan Hello Kitty direbus sempat mencuri perhatian publik 4 tahun lalu. Kini, salah satu penulis skrip adegan tersebut angkat bicara memberikan penjelasan dibalik adegan viral itu.

Adegan fenomenal tersebut ada dalam salah satu episode sinetron berjudul Surga yang Kedua. Sinetron tersebut dibintangi oleh Nabila Syakieb dan Paramitha Rusady.

Dalam adegan itu tampak Nabila Syakieb terkejut saat masuk ke dalam dapur. Ia melihat ada boneka Hello Kitty yang direbus di dalam panci.

Tak sedikit warganet yang bertanya-tanya dengan maksud dari adegan tersebut. Melalui akun Twitter @ayaswords, Ayas yang mengaku sebagai salah satu penulis skrip sinetron Surga yang Kedua memberikan penjelasan mengenai adegan Hello Kitty direbus.

Penjelasan adegan sinetron Hello Kitty direbus (Twitter/ayasword)
Penjelasan adegan sinetron Hello Kitty direbus (Twitter/ayasword)

Ayas mengaku saat itu sedang deadline skrip dan tim penulis dituntut untuk membuat skrip cepat dan aman agar lolos sensor. Maka, dipilihlah adegan hello kitty direbus.

"Saat itu tengah malam dan deadline kami tinggal 1 jam. Kami lelah dan ngantuk, kami memutuskan ini adalah adegan paling aman," kata Ayas seperti dikutip Suara.com, Jumat (12/6/2020).

Ayas menjelaskan dalam adegan itu ada anak kecil sehingga tidak boleh menampilkan adegan sadis meliputi darah, api hingga kekerasan. Muncul pertanyaan mengapa boneka Hello Kitty tidak dicabik-cabik, sang penulis menyampaikan permohonan maaf.

"Ya maaf guys sudah pusing waktu itu pengen tidur," jawabnya.

Sinetron tersebut ditayangkan setiap hari dengan durasi dua jam atau setara dua episode. Sehingga, setiap adegan harus aman agar bisa lolos lembaga sensor dan tayang di televisi.

baca juga

Ayas mengaku, dalam sehari ia diwajibkan menyerahkan skrip 3-6 episode. Skrip yang diserahkan harus mengandung plot dan cerita yang terhubung serta lulus sensor.

"Kalau ada yang nggak lulus sensor, ya kita bisa diteror tanpa lihat waktu untuk menulis adegan pengganti yang akan disyutingkan saat itu juga," ungkapnya.

Di sisi lain, Ayas juga mengungkap mengenai tradisi sinetron-sinetron Indonesia yang memiliki episode hingga ribuan bahkan terkadang memiliki alur cerita yang masuk akal. Penyebabnya adalah karena rating sinetron tersebut bagus.

"Karena ratingnya masih tinggi guys. Kalau rating rendah pasti collapse sendiri nggak akan dipaksakan sumpah," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Jantungan! 4 Anak Asyik Main di Atas Atap Gedung Setinggi 100 Meter

Bikin Jantungan! 4 Anak Asyik Main di Atas Atap Gedung Setinggi 100 Meter

News | Jum'at, 12 Juni 2020 | 18:54 WIB

Viral Video Para Pesepeda Masuk Kafe Bawa Sepedanya, 'Brompton Lho Mas'

Viral Video Para Pesepeda Masuk Kafe Bawa Sepedanya, 'Brompton Lho Mas'

News | Jum'at, 12 Juni 2020 | 16:08 WIB

Banyak yang Tak Sadar, Viral Pohon di Jogja Berbentuk Mirip Ayam

Banyak yang Tak Sadar, Viral Pohon di Jogja Berbentuk Mirip Ayam

Jogja | Jum'at, 12 Juni 2020 | 15:25 WIB

Terkini

Rumah Lebih Layak, Sanitasi Lebih Baik: Nelayan Roban Timur Rasakan Manfaat Program Bedah Rumah

Rumah Lebih Layak, Sanitasi Lebih Baik: Nelayan Roban Timur Rasakan Manfaat Program Bedah Rumah

Jawa Tengah | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:39 WIB

Dua Gol Stjepan Loncar Bawa Persija Hajar PSIM, Shin Tae-yong Angkat Topi

Dua Gol Stjepan Loncar Bawa Persija Hajar PSIM, Shin Tae-yong Angkat Topi

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:39 WIB

Pasar Gaung Diacak-acak Petugas, Polda Sumbar Sapu Bersih 'Kampung Narkoba' di Padang

Pasar Gaung Diacak-acak Petugas, Polda Sumbar Sapu Bersih 'Kampung Narkoba' di Padang

Sumbar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:22 WIB

Wajah Calm dan Bersih: 4 Acne Clear Pad Atasi Pori Tersumbat dan Kemerahan

Wajah Calm dan Bersih: 4 Acne Clear Pad Atasi Pori Tersumbat dan Kemerahan

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:20 WIB

7 Arti Mimpi Orang yang Disukai Menurut Islam dan Psikologi

7 Arti Mimpi Orang yang Disukai Menurut Islam dan Psikologi

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:15 WIB

HUT ke-500 Kabupaten Serang, Yanti Mustati Soroti Keberpihakan Pendidikan dan Rakyat

HUT ke-500 Kabupaten Serang, Yanti Mustati Soroti Keberpihakan Pendidikan dan Rakyat

Banten | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:10 WIB

Legal Counsel Pertamina Raih Apresiasi Hukumonline di IHCSA 2026

Legal Counsel Pertamina Raih Apresiasi Hukumonline di IHCSA 2026

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:04 WIB

Niat Main Futsal Berujung Maut, Polisi Buru Rombongan Pelajar Pembawa Sajam di Tangsel

Niat Main Futsal Berujung Maut, Polisi Buru Rombongan Pelajar Pembawa Sajam di Tangsel

Banten | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:03 WIB

Sebelum Lupa, Sebelum Tiada

Sebelum Lupa, Sebelum Tiada

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Geger Ekstasi Logo WhatsApp di Surabaya, Kurir Diupah Rp5 Ribu per Butir

Geger Ekstasi Logo WhatsApp di Surabaya, Kurir Diupah Rp5 Ribu per Butir

Jatim | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:53 WIB

×