Tegas dan Keras! Klarifikasi Arief Poyuono soal 'Isu PKI Dimainkan Kadrun'

Rendy Adrikni Sadikin

Rabu, 24 Juni 2020 | 14:07 WIB
Tegas dan Keras! Klarifikasi Arief Poyuono soal 'Isu PKI Dimainkan Kadrun'
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono. (Antara)

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengklarifikasi ucapan 'PKI dimainkan kadrun'. Arief Poyuono mengatakan itu pernyataan dirinya sebagai Ketua Federasi Serikat Pekerja, bukan sebagai petinggai Gerindra.

Dalam video, Arief Poyuono mengatakan tak ada urusannya dengan Gerindra terkait pernyataan itu. Arief Poyuono juga mempersilakan orang yang menyeretnya ke sidang Majelis Kehormatan Gerindra menganalisis video itu.

"Pertama, saya berbicara bukan sebagai wakil ketua umum Gerindra dan saya tidak mewakili partai," tutur Arief Poyuono seperti dikutip Suara.com dari tayangan Apa Kabar Indonesia Malam TV One, Rabu (24/6/2020).

"Jadi bagi orang yang waras, nggak gila, nggak goblok dan nggak bodoh, tolong analisis Youtube saya itu. Jelas ada pertanyaan dari penanya apakah mas Arief ini sebagai orang Gerindra dan berada di Jokowi, saya jelaskan nggak ada urusan saya sama Gerindra, saya ini pimpinan buruh, itu kan videonya jadi satu cuma dipisah," ujar Arief Poyuono.

Pada rekaman wawancara tersebut, kata Arief Poyuono, dirinya mengatakan bahwa siapapun yang akan memakzulkan Presiden Jokowi alias Joko Widodo bakal berhadapan dengan kelompok buruh.

"Saya berbicara sebagai pimpinan buruh dan saya mengatakan bahwa isu bangkitnya PKI yang membuat itu kadrun dengan kapasitas saya sebagai Ketua Federasi Serikat Pekerja bukan sebagai waketum," terang dia.

Arief Poyuono menjelaskan organisasi serikat pekerja yang dipimpinnya ini lahir jauh lebih dulu ketimbang Partai Gerindra. Artinya, menurut dia, tidak menggunakan nama Gerindra terlebih sebagai wakil ketua umum partai itu.

"Sejak awal penanya saya, Rudi Kamri mengatakan ke saya bukan sebagai orang Gerindra, tapi sebagai tokoh nasional yang fenomenal. Jadi kalau yang mengatakan saya sebagai Waketum Gerindra adalah orang-orang yang otaknya bodoh atau di lutut," terang Arief Poyuono.

Arief Poyuono memberikan contoh Habiburokhman sebagai rekannya di Partai Gerindra. "Misalnya seorang Habiburokhman, dia seorang lawyer, dia sebagai ketua di Gerindra, apakah dia terbawa sebagai ketua di Gerindra? Ya dia sebagai lawyer, gitu lho, melekat lawyersnya," tutur dia.

baca juga

Ketika ditanyakan apakah dia akan datang dalam sidang etik oleh Majelis Kehormatan Partai Gerindra, Arief Poyuono pun menolak. Menurut dia, lebih baik mengurus ayamnya di rumah, ketimbang datang ke sidang tersebut.

"Ngapain saya datang, mendingan ngurus ayam di rumah lagi bertelur sama ngurusin kandang ayam saya. Apalagi ini lagi Covid, ekonomi susah. Mending saya pelihara ayam, ambil telurnya untuk dimakan daripada ke sidang MK yang nggak jelas," kata Arief Poyuono.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengeluarkan statemen kontroversial mengenai kadrun dan PKI.

Celotehan Poyuono 'PKI dimunculkan kadrun' muncul dalam wawancara kanal YouTube 'Kanal Anak Bangsa'. Pernyataan itu seketika memicu kontroversi di kalangan publik.

Dalam video tersebut, mulanya Poyuono menuturkan bahwa isu kebangkitan PKI yang merebak adalah kabar bohong yang bertujuan untuk mendelegitimasi kekuasaan Presiden Jokowi.

Ia lantas berpendapat bawah isu serupa digaungkan oleh kadrun-kadrun dan orang-orang yang tidak menginginkan perdamaian Indonesia.

Berikut kutipan pernyataan Poyuono.

"Nggak ada, itu (kebangkitan PKI) cuma isu-isu bohong aja. Isu-isu itu sebenarnya hanya untuk mendelegitimasi Kangmas Jokowi, yang selalu dituduh apapun dia seakan-akan dia ada hubungannya sama PKI. Seperti itu kan aneh, munculnya itu di eranya Pak Jokowi aja. Dulu era SBY nggak ada, era Mega nggak ada, ini kan aneh,"

"Yang pasti (penyebar isu) ini adalah kadrun, kadrun kadrun ya yang pasti. Yang kedua mungkin orang-orang yang tidak menginginkan adanya perdamaian di Indonesia, yang selalu ingin mengacau yang selalu ingin mendiskreditkan pemerintah yang sah dan konstitusional dengan isu-isu PKI."

Gara-gara ucapan itu, Arief Poyuono dilaporkan ke Majelis Kehormatan Partai Gerindra dan diminta untuk menghadiri sidang etik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arief Poyuono Sebut Isu PKI Dibuat Kadrun, Tengku Zul Sentil Prabowo

Arief Poyuono Sebut Isu PKI Dibuat Kadrun, Tengku Zul Sentil Prabowo

News | Minggu, 21 Juni 2020 | 10:35 WIB

Soal 'Kadrun Mainkan PKI', Poyuono Disindir: Jangan Lupa Kacang pada Kulit

Soal 'Kadrun Mainkan PKI', Poyuono Disindir: Jangan Lupa Kacang pada Kulit

News | Jum'at, 19 Juni 2020 | 17:37 WIB

Ini Ujaran Poyuono Sebut PKI Dimainkan Kadrun, Bikin Panas Kuping Gerindra

Ini Ujaran Poyuono Sebut PKI Dimainkan Kadrun, Bikin Panas Kuping Gerindra

News | Rabu, 17 Juni 2020 | 16:16 WIB

#TenggelamkanGerindra Trending, Jubir Gerindra: Poyuono Tidak Mewakili Kami

#TenggelamkanGerindra Trending, Jubir Gerindra: Poyuono Tidak Mewakili Kami

News | Rabu, 17 Juni 2020 | 10:15 WIB

Terkini

BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli

BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli

Batam | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:52 WIB

Video Penjemputan Tiga Orang yang Diduga Pejabat Disdik Lubuklinggau Viral, Ada Apa?

Video Penjemputan Tiga Orang yang Diduga Pejabat Disdik Lubuklinggau Viral, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:49 WIB

BRI Tinjau Posko BRI Peduli dan Dapur Umum Untuk Korban Gempa NTT

BRI Tinjau Posko BRI Peduli dan Dapur Umum Untuk Korban Gempa NTT

Kalbar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:47 WIB

BRI Perluas Dukungan Pascagempa NTT, Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum Disiapkan

BRI Perluas Dukungan Pascagempa NTT, Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum Disiapkan

Bali | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Bantu Warga Terdampak Gempa NTT, BRI Bangun Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum

Bantu Warga Terdampak Gempa NTT, BRI Bangun Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum

Jakarta | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Kanker Paru Masih Mematikan, Navigasi Pasien Dibutuhkan untuk Pangkas Waktu Pengobatan

Kanker Paru Masih Mematikan, Navigasi Pasien Dibutuhkan untuk Pangkas Waktu Pengobatan

Health | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:42 WIB

Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Peduli Siapkan Posko Logistik dan Dapur Umum

Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Peduli Siapkan Posko Logistik dan Dapur Umum

Malang | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:34 WIB

BRI Peduli Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT, Tiga Posko Logistik Disiapkan

BRI Peduli Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT, Tiga Posko Logistik Disiapkan

Lampung | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Transaksi Judol Rp2,68 Miliar Terdeteksi di Keluarga Penerima Bansos Jawa Barat

Transaksi Judol Rp2,68 Miliar Terdeteksi di Keluarga Penerima Bansos Jawa Barat

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:30 WIB

Direksi BRI Turun Langsung Pantau Penanganan Gempa NTT dan Kesiapan Posko BRI Peduli

Direksi BRI Turun Langsung Pantau Penanganan Gempa NTT dan Kesiapan Posko BRI Peduli

Bekaci | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:28 WIB

×