Pemerintah Thailand Uji Coba Ekstrak Sambiloto sebagai Obat Covid-19

Rendy Adrikni Sadikin, Hikmawan Muhamad Firdaus

Selasa, 30 Juni 2020 | 12:37 WIB
Pemerintah Thailand Uji Coba Ekstrak Sambiloto sebagai Obat Covid-19
Daun sambiloto

Suara.com - Pemerintah Thailand melakukan penelitian di dua rumah sakit tentang penggunaan Andrographis Paniculata (AP) atau lebih dikenal dengan sambiloto untuk mengobati Covid-19.

Sambiloto tersebut digunakan dalam pengobatan tradisional Thailand untuk mengobati berbagai infeksi, termasuk demam dan pilek. Di Indonesia tanaman ini juga digunakan sebagai jamu tradisional yang diyakini memiliki segudang manfaat.

Menyadur Asia One pada Selasa (30/6/2020), fase pertama penelitian tersebut berfokus pada keamanan, aktivitas disinfektan, dan mengurangi pembelahan sel virus.

Dr Marut Jirasrattasiri, direktur jenderal Departemen Pengobatan Tradisional dan Alternatif Thailand, mengatakan bahwa departemennya bekerja sama dengan Rumah Sakit Fakultas Kedokteran Siriraj, Institut Penelitian Chulabhorn, dan Organisasi Farmasi Pemerintah (GPO) dalam melakukan studi percontohan tentang efek ekstrak sambiloto pada pasien Covid-19 dengan persetujuan dari Komite Etika Penelitian Manusia.

Ada juga permintaan untuk melakukan uji coba pada pasien di Institut Penyakit Menular Bamrasnadura. Namun, karena orang yang terinfeksi Covid-19 di Thailand semakin berkurang, sangat sedikit pasien dalam program ini.

Oleh karena itu, Departemen meminta izin komite untuk Rumah Sakit Samut Prakan dan Rumah Sakit Bang Lamung sebagai tempat uji coba. Kedua rumah sakit tersebut merupakan pusat karantina utama di negara baik yang menerima warganya yang baru kembali dari luar negeri.

Rumah sakit tersebut siap menerima sejak 22 Juni dan dapat segera dilakukan jika ada orang yang terinfeksi dan memenuhi kriteria untuk uji coba perawatan.

Pasien yang memenuhi kriteria untuk menerima pengobatan sambiloto ini adalah mereka yang terinfeksi Covid-19 dengan gejala yang bertahan tidak lebih dari 72 jam, dengan gejala ringan hingga sedang seperti demam, batuk, dan masalah pemanasan.

Pada fase pertama, enam pasien akan menerima 60 mg kapsul ekstrak sambiloto, atau tiga kali dosis normal, tiga kali sehari untuk melihat apakah gejalanya membaik dengan jelas. Enam pasien lain akan menerima 100 mg kapsul ekstrak AP, atau lima kali dosis normal, tiga kali sehari.

baca juga

"Fase pertama percobaan pada manusia akan fokus pada keamanan. Kami ingin mengetahui efisiensi pada orang dengan dan tanpa gejala, efek pada darah, dan efek enzim sitokin yang berbahaya bagi paru-paru, jantung, atau hati," ujar Dr Marut dikutip dari Asia One.

"Ekstrak ini akan membantu mengurangi infeksi atau disinfektan. Jika berfungsi dengan baik, itu akan menjadi obat yang murah dan tersedia luas. Yang penting, herbal diproduksi di Thailand 100 persen," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Thailand Akan Izinkan Sebagian Turis Datang ke Negaranya

Thailand Akan Izinkan Sebagian Turis Datang ke Negaranya

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2020 | 05:20 WIB

All New Honda PCX Siap Mengaspal 2021, Ini Sekilas Spesifikasinya

All New Honda PCX Siap Mengaspal 2021, Ini Sekilas Spesifikasinya

Otomotif | Senin, 29 Juni 2020 | 20:00 WIB

Dilarang WHO, Hidroksiklorokuin Efektif Untuk Pasien Covid-19 di Indonesia

Dilarang WHO, Hidroksiklorokuin Efektif Untuk Pasien Covid-19 di Indonesia

Health | Senin, 29 Juni 2020 | 14:55 WIB

Terkini

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 20:10 WIB

×