Ilmuwan Muda Ragukan Klaim Kalung Antivirus Kementan

Reza Gunadha, Erick Tanjung

Senin, 06 Juli 2020 | 21:46 WIB
Ilmuwan Muda Ragukan Klaim Kalung Antivirus Kementan
Kalung antivirus corona (Dok Kementerian Pertanian)

Suara.com - Kementerian Pertanian meyakini kalung antivirus corona bisa membunuh virus hingga 80 persen.

Kalung yang terbuat dari bahan dasar kayu putih (eucalyptus) ini dinyatakan siap dan akan diproduksi massal pada Agustus 2020 nanti.

Kalung antivirus corona tersebut diklaim telah diuji secara klinis dan efektif dalam membunuh virus corona.

Namun sejumlah pakar meragukan klaim penemuan kalung anti virus corona oleh Kementan itu.

Salah satunya Sekretaris Jenderal Akademi Ilmuan Muda Indonesia (ALMI) Berry Juliandi mempertanyakan uji klinis kalung yang terbuat dari eucalyptus.

Sebab penelitian yang dilakukan Kementan terkait penemuan antivirus itu belum diujicoba pada virus SARS-CoV-2 sebagai penyebab Covid-19.

Meski diakui kayu putih dapat membunuh virus. Senyawa 1,8 cineole merupakan senyawa yang bisa menguap, maka dari itulah digunakan dalam bentuk kalung.
 
"Tapi apakah benar hal itu terjadi secara in vivo, terutama dalam bentuk aerosol ketika kalung dipakai dan senyawa volatil itu menguap dan terhirup di saluran pernapasan?" kata Berry mempertanyakan, Senin (6/7/2020).

Menurutnya, perlu dilakukan uji klinis yang sesuai standar dan sistematis. Mengingat ada beberapa klaim yang menyatakan sudah melakukan uji klinis atas penemuan tersebut.

"Ada beberapa klaim yang menyatakan sudah uji klinis, misalnya yang asap cair dari kelapa. Itu sebenarnya belum uji klinis yang sesuai standar, karena hanya dicoba ke beberapa pasien dan pasien itupun sedang dalam pengobatan dengan obat lainnya," ujarnya.

baca juga

Dia menambahkan, rata-rata senyawa kimia yang memiliki aktivitas degradasi lipid, protein dan/atau RNA (ribonucleic acid) bisa menghancurkan virus kalau bersentuhan langsung.

Juga banyak senyawa kimia yang dapat menempel di suatu situs pada virus sehingga menghambat proses infeksinya ke sel. Artinya penemuan antivurus dari kayu putih itu bukan lah sebuah terobosan.

"Jadi kalau suatu penemuan in vitro ada suatu senyawa diberikan ke virus dan terbukti virusnya hancur atau terhambat, itu bukan breakthrough. Keringat dan air mata kita saja kalau kena virus, maka akan hancur virusnya," terangnya.

"Apalagi kalau penemuan itu hanya in silico, misalnya dengan pemodelan molecular docking".

Kendati begitu, usaha Kementan untuk melakukan penelitian antivirus dari kayu putih patut dihargai.

"Semua orang berhak mencari upaya penanggulangan, asalkan proporsional komunikasi ke publiknya."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Kalung Antivirus Kementan, Ainun Najib: Membodohi Publik

Soal Kalung Antivirus Kementan, Ainun Najib: Membodohi Publik

News | Senin, 06 Juli 2020 | 20:19 WIB

Fahri Hamzah Minta Kalung Antivirus Buatan Kementan Jangan Dicemooh

Fahri Hamzah Minta Kalung Antivirus Buatan Kementan Jangan Dicemooh

News | Senin, 06 Juli 2020 | 18:05 WIB

Picu Polemik, Kementan Tegaskan Kalung Antivirus Corona cuma Jamu

Picu Polemik, Kementan Tegaskan Kalung Antivirus Corona cuma Jamu

News | Senin, 06 Juli 2020 | 19:17 WIB

Nyeleneh, Begini Kalung Tandingan Antivirus Corona Versi Warganet

Nyeleneh, Begini Kalung Tandingan Antivirus Corona Versi Warganet

Video | Senin, 06 Juli 2020 | 17:00 WIB

Heboh Kalung Eucalyptus: Bukan Antivirus, Tapi Berlabel Antivirus Corona

Heboh Kalung Eucalyptus: Bukan Antivirus, Tapi Berlabel Antivirus Corona

Jogja | Senin, 06 Juli 2020 | 15:16 WIB

Kalung Anti Corona akan Diproduksi Massal, Kementan Sebut Harga Terjangkau

Kalung Anti Corona akan Diproduksi Massal, Kementan Sebut Harga Terjangkau

News | Senin, 06 Juli 2020 | 15:16 WIB

Terkini

Tim DVI Identifikasi 11 Warga Asal Makassar Korban Meninggal Kebakaran Paniai

Tim DVI Identifikasi 11 Warga Asal Makassar Korban Meninggal Kebakaran Paniai

Sulsel | Rabu, 09 September 2026 | 12:15 WIB

Ulasan My Bias, My Boss: Romcom yang Bikin Baper Tanpa Terasa Berlebihan

Ulasan My Bias, My Boss: Romcom yang Bikin Baper Tanpa Terasa Berlebihan

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 12:15 WIB

Bandara Resmi Perpanjang Penutupan Hingga Besok Imbas Akibat Erupsi Gunung Lewotolok

Bandara Resmi Perpanjang Penutupan Hingga Besok Imbas Akibat Erupsi Gunung Lewotolok

News | Rabu, 09 September 2026 | 12:14 WIB

Harga Minyak Dunia Dekati 100 dolar AS per Barel setelah Amerika dan Iran Saling Serang

Harga Minyak Dunia Dekati 100 dolar AS per Barel setelah Amerika dan Iran Saling Serang

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 12:14 WIB

Kenapa Adidas Diboikot?

Kenapa Adidas Diboikot?

News | Rabu, 09 September 2026 | 12:11 WIB

7 Cara Menghilangkan Bau Busuk dan Tak Sedap di Kulkas, Mudah Anti Repot

7 Cara Menghilangkan Bau Busuk dan Tak Sedap di Kulkas, Mudah Anti Repot

Lifestyle | Rabu, 09 September 2026 | 12:11 WIB

Gen Z Impact Fest 2026 Dorong Generasi Muda Siap Menghadapi Tantangan Masa Depan

Gen Z Impact Fest 2026 Dorong Generasi Muda Siap Menghadapi Tantangan Masa Depan

News | Rabu, 09 September 2026 | 12:10 WIB

Wamen PANRB: RUU Satu Data Indonesia Jadi Fondasi Tata Kelola Pemerintahan Digital

Wamen PANRB: RUU Satu Data Indonesia Jadi Fondasi Tata Kelola Pemerintahan Digital

News | Rabu, 09 September 2026 | 12:10 WIB

Eks Bangunan Liar Disulap Jadi Kawasan Hijau, Ribuan Pohon Ditanam di Sepanjang Bantaran Kali

Eks Bangunan Liar Disulap Jadi Kawasan Hijau, Ribuan Pohon Ditanam di Sepanjang Bantaran Kali

Bekaci | Rabu, 09 September 2026 | 12:07 WIB

Cinta Tak Cukup, Uang Panai Menanti: Ambisi Menikah dalam Menuju Pelaminan

Cinta Tak Cukup, Uang Panai Menanti: Ambisi Menikah dalam Menuju Pelaminan

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 12:00 WIB

×