Suara.com - Partai Gerindra menjadi bulan-bulanan warganet seusai terungkapnya sejumlah kader Partai Gerindra masuk dalam daftar eksportir benih lobster yang diizinkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.
Admin media sosial Partai Gerindra memberikan jawaban 'ngegas' membela para kadernya.
Awalnya, eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melalui akun Twitter miliknya @susipudjiastuti mengunggah sebuah tautan berita media maisntream.
Dalam berita tersebut diungkap ada beberapa kader Gerindra masuk dalam list eksportir benih lobster.
Cuitan Susi tersebut langsung dibanjiri komentar oleh publik. Ada salah seorang warganet dengan akun @pentiltiga menyindir dmin Twitter resmi Partai Gerindra agar memberikan komentar.
"@Gerindra jangan munculnya di tweet-tweet jenaka doang bos, yang gini muncul lah ta*," kata warganet itu seperti dikutip Suara.com, Selasa (7/7/2020).
Tak lama berselang, admin Partai Gerindra memberikan respons. Ia meminta agar publik membaca berita tersebut dengan seksama.
"Kalau diberi tautan berita ya beritanya dibaca. Isinya jelas, koko. Tidak ada yang ditutup-tutupi," balas admin Partai Gerindra @Gerindra.
Warganet itu semakin kesal dengan jawaban admin Partai Gerindra. Si warganet menyebut kebijakan pembukaan kran ekspor benih lobster menjadi mainan bagi para kader Gerindra.

"Hadeh kayak kita semua anak kecil gitu bang, kagak ngerti mainan politik lu pada. Tiba-tiba boleh ekspor lagi, tiba-tiba yang menang orang pemerintahannya juga. Orang-orang kayak bu Susi kalau ngiri jabatan memang bikin orang-orang rakus gerah pastinya, yang sabar ya bu @susipudjiastuti," tulis si warganet.
Admin Partai Gerindra tak terima dengan sindiran tersebut. Sang admin langsung memberikan jawaban 'ngegas', ia balik menyebut perusahaan yang berafiliasi dengan politik hanya sedikit dibandingkan dengan perusahaan non politisi.
"Dari 26 perusahaan yang ada di daftar, yang berafiliasi dengan politik atau politisi nggak sampai setengahnya. Kenapa yang non politik atau non politisi nggak dibahas juga sekalian?" jawab Partai Gerindra.
Perdebatan admin Partai Gerindra dengan warganet itu membuat Susi Pudjiastuti ikut angkat bicara. Ia meneruskan pertanyaan admin Partai Gerindra mengenai alasan perusahaan non politisi yang tak dibahas dalam laporan investigasi Majalah Tempo.
"Tempo Yth. @tempodotco @temponewsroom Gerindra menanyakan kenapa hanya yang berafiliasi dengan Gerindra saja yang dibahas, kenapa afiliasi lainnya tidak, mohon dibahas juga," ungkap Susi.
Untuk diketahui, dalam laporan Majalah Tempo tercatat, ada nama Ahmad Bahtiar Sebayang yang merupakan komisaris utama PT Royal Samudera Nusantara.
Bahtiar juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Tunas Indonesia Raya, underbouw Parta Gerindra.
Selain itu, adik Menteri Pertahanan dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Hashim Sujono Djojohadikusumo, juga terlibat lantaran menjabat sebagai Komisaris PT Bima Sakti Mutiara yang merupakan satu di antara perusahaan pengekspor benur atau benih lobster tersebut.
Tak hanya itu, putri Hashim yaitu Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang merupakan Direktur Utama PT Arsari Pratama juga masuk dalam daftar pengekspor lobster.
Selanjutnya, PT Agro Industri Nusantara (Agrinas) juga tercatat sebagai perusahaan eksportir lobster yang diizinkan KKP.
Dalam struktur organisasi perusahaan tersebut, ada nama calon legislatif Partai Gerindra pada Pemilu 2019 lalu, Rauf Purnama, yang menjabat sebagai Direktur Utamanya.