Buruh Diculik Majikan, Kemaluannya Disiksa Pakai Hand Sanitizer

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 09 Juli 2020 | 13:54 WIB
Buruh Diculik Majikan, Kemaluannya Disiksa Pakai Hand Sanitizer
Ilustrasi penculikan dan penyekapan (Shutterstock).

Suara.com - Seorang pria diculik dan disiksa, yakni disemprotkan cairan hand sanitizer pada bagian kemaluan, karena meributkan akuntabilitas uang perusahaan tempatnya bekerja.

Menyadur India Times, Kamis (9/7/2020), pria berusia 30 tahun itu diduga diculik dan disiksa oleh majikan setelah perselisihan biaya karantina di sebuah hotel di Delhi. Insiden tersebut dilaporkan terjadi antara 13 - 14 Juni.

Sang korban dituduh oleh pelaku menggunakan uang perusahaan untuk membiayai karantina di sebuah hotel selama masa lockdown di Delhi, akibat wabah virus corona covid-19.

Menurut laporan kantor berita PTI, pria itu diculik oleh tiga orang termasuk majikannya di daerah Kothrud Pune, Maharashtra.

Menurut keterangan Kepolisian Pune, korban bekerja sebagai manajer perusahaan yang menyelenggarakan pameran lukisan.

Seorang perwira polisi mengatakan, pria itu terjebak di Kota Delhi karena lockdown. Yang bersangkutan datang ke kota tersebut untuk urusan pekerjaan.

Pria tersebut kemudian tinggal di sebuah hotel dan menggunakan uang yang diberikan perusahaan kepadanya.

"Ketika dia kembali ke Pune pada 7 Mei, majikan korban memintanya untuk dikarantina di sebuah hotel selama 17 hari. Karena dia tidak punya uang, dia menggadaikan telepon seluler dan kartu debitnya sebelum check-out dari hotel," jelas seorang petugas polisi.

Pada 13 Juni, pemilik perusahaan meminta uang yang dihabiskan pria tersebut selama tinggal di Delhi.

baca juga

Namun, korban menyatakan tidak sanggup untuk mengembalikannya. Kemudian, dia diculik dan dibawa ke kantor perusahaan.

"Pria itu disandera di kantor perusahaan. Kemudian, pemilik perusahaan dan dua pembantunya menginterogasi dan menyemprotkan hand sanitiser pada alat kelaminnya," kata petugas polisi.

Setelah ia dibebaskan, pria tersebut kemudian menuju ke sebuah rumah sakit untuk dirawat. Dia kemudian mengajukan laporan pada polisi atas kejadian yang menimpanya.

Polisi mengatakan mereka sedang menyelidiki kasus ini. Hingga kini, belum ada penangkapan yang dilakukan oleh petugas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ledakan Gas Tewaskan 12 Orang, Polisi Tangkap 12 Pejabat Perusahaan LG

Ledakan Gas Tewaskan 12 Orang, Polisi Tangkap 12 Pejabat Perusahaan LG

News | Kamis, 09 Juli 2020 | 09:21 WIB

Varian Baru, Harga Renault Kwid RXL Rp80 Jutaan di Negara Ini

Varian Baru, Harga Renault Kwid RXL Rp80 Jutaan di Negara Ini

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2020 | 08:00 WIB

Kasus Kebocoran Gas, India Tetapkan CEO dari Korsel sebagai Tersangka

Kasus Kebocoran Gas, India Tetapkan CEO dari Korsel sebagai Tersangka

News | Rabu, 08 Juli 2020 | 21:45 WIB

Terkini

Prabowo Bakal Habiskan Rp4000 Triliun di 2027, Ini Perusahaan yang Bakal Cuan Besar

Prabowo Bakal Habiskan Rp4000 Triliun di 2027, Ini Perusahaan yang Bakal Cuan Besar

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:42 WIB

Tak Pasang Bendera hingga Ogah Ikut Lomba, Alasan Warga di Balik Sepinya Euforia Kemerdekaan

Tak Pasang Bendera hingga Ogah Ikut Lomba, Alasan Warga di Balik Sepinya Euforia Kemerdekaan

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:41 WIB

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Palabuhanratu, Cara Unik Penyelam Rayakan Kemerdekaan

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Palabuhanratu, Cara Unik Penyelam Rayakan Kemerdekaan

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:37 WIB

PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen

PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:33 WIB

Inspirasi French Chic, Gaya Paris yang Elegan dan Modern

Inspirasi French Chic, Gaya Paris yang Elegan dan Modern

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:31 WIB

LRT Sumsel Cuma Rp1.000 saat HUT RI, Cek Jadwal Tambahan Perjalanannya

LRT Sumsel Cuma Rp1.000 saat HUT RI, Cek Jadwal Tambahan Perjalanannya

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:30 WIB

7 Warna Cat Kamar Mandi Terbaik Menurut Feng Shui, Dipercaya Bawa Energi Positif

7 Warna Cat Kamar Mandi Terbaik Menurut Feng Shui, Dipercaya Bawa Energi Positif

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Review Serial Silo Season 1: Adaptasi Novel Wool yang Penuh Teka-Teki Seru!

Review Serial Silo Season 1: Adaptasi Novel Wool yang Penuh Teka-Teki Seru!

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Karhutla Bromo Belum Usai Dihitung, TNBTS Mulai Kaji Total Kerugian

Karhutla Bromo Belum Usai Dihitung, TNBTS Mulai Kaji Total Kerugian

Jatim | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:24 WIB

Momen Haru Presiden Prabowo Berkaca-kaca Saat Lagu 'Bagimu Negeri' Menggema di Istana Merdeka

Momen Haru Presiden Prabowo Berkaca-kaca Saat Lagu 'Bagimu Negeri' Menggema di Istana Merdeka

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:22 WIB

×