Bea Cukai AS Tahan Sarung Tangan Medis Buatan Malaysia, Ini Alasannya

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 16 Juli 2020 | 22:30 WIB
Bea Cukai AS Tahan Sarung Tangan Medis Buatan Malaysia, Ini Alasannya
Ilustrasi sarung tangan medis.(Pixabay/sweetlouise)

Suara.com - Pihak Bea dan Cukai Amerika Serikat menahan sarung tangan medis buatan pabrik Malaysia karena diduga menggunakan praktik pekerja paksa dalam produksinya.

Menyadur Channel News Asia, Perlindungan Bea Cukai dan Perbatasan AS (CBP) menahan produk impor produk yang dibuat oleh anak perusahaan pembuat sarung tangan medis terbesar di dunia, Top Glove Malaysia, pada hari Rabu (15/7).

Tindakan tersebut diambil karena perusahaan tersebut diduga menggunakan kerja paksa saat produksi. Penahanan tersebut terjadi saat permintaan sarung tangan medis meroket karena pandemi virus corona.

Situs web CBP menunjukkan Top Glove dan TG Medical masuk dalam daftar penahanan pada hari Rabu, tetapi tidak ada pernyataan yang menjelaskan tindakan tersebut, meskipun terdapat keterangan "menahan barang impor, khusus untuk masalah kerja paksa".

Top Glove, yang juga memiliki pabrik di China dan Thailand, mengkonfirmasi perintah penahanan dan mengatakan itu mungkin terkait dengan masalah tenaga kerja asing, khususnya biaya perekrutan yang dibayarkan oleh pekerja migran ke agen penyalur tenaga kerja.

"Kami menghubungi CBP melalui kantor kami di AS, untuk memahami masalah ini dengan lebih baik dan bekerja dengan cepat untuk menyelesaikan masalah tersebut, perkiraan dalam dua minggu," ujar perwakilan Top Glove dikutip dari Channel News Asia.

Top Glove mengatakan telah menanggung semua biaya rekrutmen sejak awal tahun ini, tetapi masih harus menyelesaikan masalah mengenai pembayaran retrospektif atas biaya rekrutmen, tanpa sepengetahuannya, oleh pekerja kepada agen sebelum Januari 2019.

Ilustrasi sarung tangan dan masker medis. (Pixabay/leo2014)
Ilustrasi sarung tangan dan masker medis. (Pixabay/leo2014)

"Selama beberapa bulan terakhir kami sudah menyelesaikan masalah ini yang melibatkan penelusuran ekstensif, untuk menetapkan jumlah yang benar untuk dibayarkan kembali kepada pekerja kami, atas nama agen sebelumnya," kata perusahaan.

Tahun lalu, CBP mengambil tindakan serupa terhadap pembuat sarung tangan Malaysia lainnya WRP Asia Pasifik. Perintah penahanan atas impor barang-barang WRP dicabut pada bulan Maret.

baca juga

Spesialis hak pekerja migran independen Andy Hall mengatakan dalam sebuah catatan kepada wartawan pada hari Kamis bahwa kerja paksa di antara pekerja asing di industri sarung tangan Malaysia hanya dapat diatasi dan dikurangi ketika gaji mereka dibayarkan secara penuh.

"Demikian juga, untuk memastikan tidak ada ikatan utang dari para pekerja ini, praktik perekrutan etis atau kebijakan perekrutan tanpa biaya harus diterapkan, dan tidak hanya di atas kertas, jika industri bergerak maju untuk merekrut lebih banyak pekerja asing di masa depan," jelas Andy.

Penggunaan sarung tangan medis dunia diperkirakan melonjak lebih dari 11 persen menjadi 330 miliar pasang tahun ini, dua pertiganya kemungkinan dipasok oleh Malaysia, menurut asosiasi produsen sarung tangan karet negara Asia Tenggara.

Produksi sarung tangan tahunan Top Glove adalah 78,7 miliar pasang, dan 45 pabriknya juga membuat masker wajah, kondom, dan produk perawatan gigi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tom Hanks saat Terkena Covid-19: Rasanya Tulang Saya Terbuat Dari Biskuit

Tom Hanks saat Terkena Covid-19: Rasanya Tulang Saya Terbuat Dari Biskuit

News | Kamis, 16 Juli 2020 | 21:47 WIB

Pemkot Surabaya Terapkan Jam Malam, Diskotek Hingga Panti Pijat Wajib Tutup

Pemkot Surabaya Terapkan Jam Malam, Diskotek Hingga Panti Pijat Wajib Tutup

Jatim | Kamis, 16 Juli 2020 | 21:09 WIB

Demo Gagalkan Omnibus Law, Aliansi Rakyat Bergerak Terapkan Jaga Jarak

Demo Gagalkan Omnibus Law, Aliansi Rakyat Bergerak Terapkan Jaga Jarak

Jogja | Kamis, 16 Juli 2020 | 21:10 WIB

Terkini

Rupiah Kembali Sentuh Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Kembali Sentuh Rp18.000 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:31 WIB

Lipatan iPhone Duo Nyaris Tak Terlihat, Apple Ungkap Rahasianya

Lipatan iPhone Duo Nyaris Tak Terlihat, Apple Ungkap Rahasianya

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 09:27 WIB

Apa Saja Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong yang Sedang Viral?

Apa Saja Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong yang Sedang Viral?

News | Selasa, 29 September 2026 | 09:20 WIB

IHSG Dibuka Makin Merosot ke Level 6.100, Pantau MEDC

IHSG Dibuka Makin Merosot ke Level 6.100, Pantau MEDC

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:19 WIB

Harman Hapus 500 Ribu Tautan Produk Ilegal, 300 Ribu di Antaranya Barang Palsu JBL

Harman Hapus 500 Ribu Tautan Produk Ilegal, 300 Ribu di Antaranya Barang Palsu JBL

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 09:16 WIB

LRT Jabodebek Terganggu Saat Jam Sibuk, Rem Mendadak hingga Penumpang Menumpuk di Cawang

LRT Jabodebek Terganggu Saat Jam Sibuk, Rem Mendadak hingga Penumpang Menumpuk di Cawang

News | Selasa, 29 September 2026 | 09:11 WIB

Calon Komisaris-Direksi BRK Syariah Ditetapkan, Plt Gubri: Tunggu Hasil OJK

Calon Komisaris-Direksi BRK Syariah Ditetapkan, Plt Gubri: Tunggu Hasil OJK

Riau | Selasa, 29 September 2026 | 09:08 WIB

Sinyal 5G Makin Diperluas, Pemerintah Kini Kejar Kualitas dan Harga Murah

Sinyal 5G Makin Diperluas, Pemerintah Kini Kejar Kualitas dan Harga Murah

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 09:02 WIB

Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa Atasi Kekeringan Sawah di Bekasi

Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa Atasi Kekeringan Sawah di Bekasi

Bekaci | Selasa, 29 September 2026 | 08:59 WIB

Didampingi Istri, Oknum 'Abah' Mantan Pimpinan Ponpes Jalani Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual

Didampingi Istri, Oknum 'Abah' Mantan Pimpinan Ponpes Jalani Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual

Bali | Selasa, 29 September 2026 | 08:51 WIB

×