Polisi Kembali Lakukan Olah TKP Kasus Kematian Editor Metro TV

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Senin, 20 Juli 2020 | 19:54 WIB
Polisi Kembali Lakukan Olah TKP Kasus Kematian Editor Metro TV
Sebilah pisau yang ditemukan di lokasi tewasnya editor Metro TV, Yodi Prabowo di pinggir tol JORR Pesanggarahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020). (istimewa).

Suara.com - Polisi kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus kematian editor Metro TV Yodi Prabowo (25) yang ditemukan tewas di pinggir Tol JORR Ulujami, Pesanggerahan, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/7). Olah TKP dilakukan kembali guna mencocokkan antara keterangan saksi dengan kondisi di TKP serta mencari bukti-bukti baru.

Olah TKP tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat. Dalam kegiatan tersebut hadir pula Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Irwan Susanto, Kapolsek Pesanggrahan Kompol Rosiana, dan Kanit Reskrim Polsek Pesanggrahan Iptu Achmad Fajrul Choir.

"Kita mau mencocokkan terus ada tambahan informasi dari masyarakat, ya itu saja kita dalami. Ada nggak keterkaitan informasi yang kita cek, misalnya melihat seseorang dan lain sebagainya," kata Tubagus saat ditemui di lokasi, Senin (20/7/2020).

Tubagus menuturkan, pihaknya pun telah menganalisa terkait kasus kematian Yodi berdasar hasil pemeriksaan saksi, ahli, bukti-bukti petunjuk dan hasil laboratorium forensik. Hal itu dilakukan guna mengungkap misteri dibalik kematian Yodi.

"Analisa itu dari berbagai macam segi itu dikumpulkan. Nah sekarang saya bersama Pak Wadir, penyidik, dan Kasat Reskrim, teman-teman, kita ingin mencocokkan dari hasil-hasil itu semua," ujar Tubagus.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menambah personel guna mengungkap misteri kematian Yodi yang diduga tewas dibunuh. Penambahan personel tersebut dilakukan untuk menyusuri bukti-bukti di sekitar TKP.

Sejauh ini penyidik juga telah memeriksa 34 saksi dan dua rekamaan CCTV yang berada di sekitar lokasi. CCTV tersebut masih diperiksa oleh tim laboratorium forensik.

"Baru dua (CCTV diperiksa), di pinggir Tol sama yang di dekat TKP. Dua-duanya masih buram," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli Forensik Bicara Kematian Editor Metro TV, Duga Polisi Tahu Pelakunya

Ahli Forensik Bicara Kematian Editor Metro TV, Duga Polisi Tahu Pelakunya

News | Senin, 20 Juli 2020 | 08:55 WIB

Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus Usut Kematian Editor Metro Tv

Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus Usut Kematian Editor Metro Tv

News | Sabtu, 18 Juli 2020 | 18:08 WIB

Polisi Cek Temuan Rambut di Lokasi Tewasnya Editor Metro TV

Polisi Cek Temuan Rambut di Lokasi Tewasnya Editor Metro TV

News | Sabtu, 18 Juli 2020 | 12:41 WIB

Tewas di Pinggir Tol, Polisi Duga Editor Metro Tv Dibunuh di Lokasi Lain

Tewas di Pinggir Tol, Polisi Duga Editor Metro Tv Dibunuh di Lokasi Lain

News | Jum'at, 17 Juli 2020 | 19:13 WIB

Kasus Kematian Editor Metro TV, Polisi Tunggu Hasil Sidik Jari di Pisau

Kasus Kematian Editor Metro TV, Polisi Tunggu Hasil Sidik Jari di Pisau

News | Jum'at, 17 Juli 2020 | 17:05 WIB

Terkini

Polisi Geledah Toko Emas di Denpasar, Ini Kasusnya

Polisi Geledah Toko Emas di Denpasar, Ini Kasusnya

Bali | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Otonomi Daerah Makin Sempit, Wacana Kembali ke Sistem Federasi Mengemuka

Otonomi Daerah Makin Sempit, Wacana Kembali ke Sistem Federasi Mengemuka

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Samsung Rilis Galaxy Tab S12 Series, Harganya Ada yang Tembus Rp27 Juta

Samsung Rilis Galaxy Tab S12 Series, Harganya Ada yang Tembus Rp27 Juta

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Ratusan WNA Ditahan di Bali, Sejumlah Fakta Terbongkar

Ratusan WNA Ditahan di Bali, Sejumlah Fakta Terbongkar

Bali | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:26 WIB

Ramalan 12 Shio Sepanjang Oktober 2026, Siapa yang Beruntung Sebulan Penuh?

Ramalan 12 Shio Sepanjang Oktober 2026, Siapa yang Beruntung Sebulan Penuh?

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:24 WIB

Cek Bangkai Kapal, Penyelam Malah Hilang Misterius di Kedalaman 40 Meter Probolinggo

Cek Bangkai Kapal, Penyelam Malah Hilang Misterius di Kedalaman 40 Meter Probolinggo

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:23 WIB

Musim Kemarau Mengintai, Diskes Bandar Lampung Uji Massal Kualitas Sumur Warga

Musim Kemarau Mengintai, Diskes Bandar Lampung Uji Massal Kualitas Sumur Warga

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:16 WIB

Rocky Gerung Kekeh, Pelibatan Tentara di Bidang Pertanian Bukan Bentuk Militerisasi

Rocky Gerung Kekeh, Pelibatan Tentara di Bidang Pertanian Bukan Bentuk Militerisasi

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Urutan Zodiak dari yang Paling Emosional sampai yang Paling Tenang saat Krisis

Urutan Zodiak dari yang Paling Emosional sampai yang Paling Tenang saat Krisis

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:10 WIB

Sejarah Hari Batik Nasional 2 Oktober, Ini Asal-Usulnya

Sejarah Hari Batik Nasional 2 Oktober, Ini Asal-Usulnya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:06 WIB

×