Fadli Zon Desak Keraton Jogja Tagih 57 Ton Emas yang Pernah Dijarah Rafless

Reza Gunadha, Farah Nabilla

Senin, 27 Juli 2020 | 19:53 WIB
Fadli Zon Desak Keraton Jogja Tagih 57 Ton Emas yang Pernah Dijarah Rafless
Ilustrasi Fadli Zon. (Suara.com/Ema Rohima)

Suara.com - Politikus Partai Gerindra, Fadli Zon menyarankan agar Keraton Yoyakarta meminta kembali barang pusaka yang dirampas Inggris ketik masa penjajahan.

Ia menganggap bahwa kekejaman Raffles membuat Keraton Yogyakarta Hadiningrat kehilangan berbagai benda pusaka, termasuk 57 ribu ton emas yang dijarah pada masa penjajahan Inggris.

"Rafless memang menjarah secara brutal. Sudah seharusnya Keraton Yogya secar resmi meminta kembali semua barang-barang termasuk pusaka yang dijarah Rafless dan Inggris Zaman itu," kata Fadli Zon dikutip Suara.com dari laman Twitter-nya, Senin (27/7/2020).

Cuitan Fadli Zon mendesak Keraton Jogja tagih emas ke Inggris. (Twitter/@fadlizon)
Cuitan Fadli Zon mendesak Keraton Jogja tagih emas ke Inggris. (Twitter/@fadlizon)

Desakan pengembalian harta Keraton Yogyakarta ini bermula dari pernyataan seorang keturunan Sri Sultan Hamengku Buwono II (HB II), Fajar Bagoes Potranto. Ia mendesak Pemerintah Indonesia melalui Presiden Joko Widodo untuk membantu pengembalian aset keraton yang dijarah Inggris pada tahun 1812 silam.

Fajar yang juga merupakan Sekretaris Pengusul Pahlawan Nasional HB II itu menjabarkan bahwa harta benda yang dirampas Inggris berupa logam emas sebanyak 57 ribu ton.

Tak hanya itu, ia juga menyebut bahwa sejumlah manuskrip sastra, benda pusaka, perhiasan milik HB II dan dokumen penting kerajaan turut diangkut oleh pasukan Inggris saat Perang Sapehi.

Mengutip dari laman resmi Kraton Jogja, Perang Sepehi atau Geger Sepehi terjadi pada tahun 1811 hingga 1812.

"Inggris mengirim utusan untuk bernegosiasi dengan Sri Sultan Hamengku Buwono II, namun utusan tersebut ditolak. Sekembalinya utusan tersebut ke pasukan Inggris, api peperangan pun mulai berkobar. Tembakan meriam terdengar dari arah Keraton Yogyakarta, menandakan sikap tidak mau kompromi dari Sri Sultan Hamengku Buwono II," bunyi keterangan dalam laman resmi tersebut.

Usai peristiwa Geger Sepehi itu, Keraton Yogyakarta mengalami kerugian besar. Bukan yanga kekayaah materi yang dijarah, namun juga kekayaan intelektual. Ribuan naskah perpustakaan Keraton dijarah.

baca juga

Rafles memanfaatkan pengetahuan dan wawasan Pangeran Natakusuma di bidang sasatra untuk memilah dan menginventarisasi naskan-naskah tersebut sebelum dibawa ke Inggris.

Pangeran Natakusuma kemudian diberi gelar sebagai pangeran merdeka dan diberi tanah seluas 4000 cacah yang diambil dari wilayah Yogyakarta. Ia kemudian memperoleh gelar Pangeran Pakualaman I dengan wilayah kekuasaan setingkat kadipaten yang diberinama Pakualaman.

Pada 1 Agustus 1812, pemerintah Inggris memaksa Keraton Yogyakarta dan Surakarta untuk menandatangani perjanjian yang sangat merugikan bagi bangsawan-bangsawan Jawa. Perjanjian tersebut memangkas kekuatan militer kerajaan sampai sebatas yang diizinkan Inggris.

Pengelolaan gerbang-gerbang cukai jalan dan pasar juga diserahkan kepada Inggris, ini tidak hanya menghilangkan pendapatan dari pungutan tapi juga membuat perdagangan dikuasai oleh pihak asing.

Selain itu, Inggris juga menetapkan bahwa semua orang asing dan orang Jawa yang lahir di luar wilayah kerajaan berada dalam hukum kolonial.

Sementara itu, Sri Sultan Hamengkubuwono II kemudian diasingkan ke Penang, Malaysia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keturunan HB II Minta Inggris Pulangkan Jarahan, Ini Kata Pemerhati Sejarah

Keturunan HB II Minta Inggris Pulangkan Jarahan, Ini Kata Pemerhati Sejarah

Jogja | Senin, 27 Juli 2020 | 19:07 WIB

Polisi Bingung Keluarga Punya Info Editor MetroTV Dibunuh dan 4 Berita Lain

Polisi Bingung Keluarga Punya Info Editor MetroTV Dibunuh dan 4 Berita Lain

News | Senin, 27 Juli 2020 | 15:23 WIB

Harga Emas Hari Ini 27 Juli 2020, Waktunya Jual Emas

Harga Emas Hari Ini 27 Juli 2020, Waktunya Jual Emas

Bisnis | Senin, 27 Juli 2020 | 12:13 WIB

Harga Emas Antam Awal Pekan Ini Nyaris Rp 1 Juta per Gram

Harga Emas Antam Awal Pekan Ini Nyaris Rp 1 Juta per Gram

Bisnis | Senin, 27 Juli 2020 | 09:25 WIB

Harga Emas Dunia Diprediksi Tembus 2.000 Dolar AS per Ounce

Harga Emas Dunia Diprediksi Tembus 2.000 Dolar AS per Ounce

Bisnis | Senin, 27 Juli 2020 | 07:38 WIB

Jamie Vardy Raih Sepatu Emas, Berikut Daftar Top Skor Liga Inggris

Jamie Vardy Raih Sepatu Emas, Berikut Daftar Top Skor Liga Inggris

Bola | Senin, 27 Juli 2020 | 05:30 WIB

Terkini

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 06:15 WIB

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

×