Gagal Selesaikan Misi di Game Online, Remaja 18 Tahun Gantung Diri

Minggu, 02 Agustus 2020 | 17:30 WIB
Gagal Selesaikan Misi di Game Online, Remaja 18 Tahun Gantung Diri
Ilustrasi Gantung Diri. [Berita Jatim]

Suara.com - Remaja 18 tahun asal Pakistan, Saad, ditemukan gantung diri di rumahnya di Pakistan, awal Agustus 2020.

Menyadur kantor berita Anadolu, Minggu (2/8/2020), saudaranya--nama tidak disebutkan--menyebut remaja itu bunuh diri setelah gagal menyelesaikan misi di sebuah game online.

"Saya tidak berani memberi tahu orang-orang mengapa saudara saya bunuh diri," katanya dikutip dari kantor berita Anadolu, Minggu (2/8/2020).

"Keluarga kami dan bahkan teman-temannya kaget karena hal itu. Kami tidak pernah menyangka langkah ekstrim itu bisa diambil seorang anak laki-laki yang brilian seperti dia."

Penyelidik sedang berusaha membuka sandi akun media sosial dan email remaja tersebut dalam upaya menemukan penyebab tindakan bunuh diri tersebut.

Menurut saudaranya, jenis game yang mempertontonkan kekerasan harus segera dilarang demi menjaga keselamatan remaja-remaja lain.

Ilustrasi game online e-Sports Dota 2. [Shutterstock]
Ilustrasi game online e-Sports Dota 2. [Shutterstock]

"Jenis-jenis permainan kekerasan ini harus dilarang selamanya untuk menyelamatkan nyawa anak-anak kita," kata dia.

"Mereka hanya memicu kekerasan di kalangan anak muda kita."

Kejadian serupa juga terjadi beberapa hari di Pakistan. Tiga remaja dilaporkan mati bunuh diri dengan alasan serupa, game online.

Baca Juga: Kelompok Transgender Dianiaya dan Dilecehkan Pria Bersenjata

Kondisi itu membuat Otoritas Telekomunikasi Pakistan (PTA) kelimpungan. Mereka berencana untuk memblokir konten game online dan beberapa aplikasi, kendati wacana itu menimbulkan pro kontra.

Beberapa aktivis menganggap pemblokiran konten game online, aplikasi, dan hal-hal serupa termasuk dalam pembatasan kebebasan berekspresi.

"Otoritas tidak berpihak pada pemblokiran platform-platform ini tetapi kami mematuhi hukum untuk mengambil tindakan terhadap konten, yang melanggar pedoman komunitas," kata juru bicara PTA Khurram Mehran.

Catatan Redaksi:

Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.

Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email [email protected] dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI