Sebut Gage Bikin Sengsara Rakyat, PDIP DKI: Memperparah Penularan Covid-19

Dwi Bowo Raharjo, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 04 Agustus 2020 | 14:27 WIB
Sebut Gage Bikin Sengsara Rakyat, PDIP DKI: Memperparah Penularan Covid-19
Hari pertama perluasan ganjil genap di Jakarta, Senin (9/9/2019). (Suara.com/Angga Budhiyanto)

Suara.com - Anggota fraksi PDIP DPRD Jakarta Gilbert Simanjuntak menentang kebijakan ganjil-genap (gage) yang diterapkan di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Menurutnya aturan ini hanya akan merugikan rakyat.

Gilbert mengatakan keputusan untuk menerapkan gage tidak memliki dasar permasalahan yang jelas. Karena itu ia meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengkaji ulang.

"Peraturan ganjil genap di tengah pandemi Covid-19 yang semakin parah belakangan ini di Jakarta, terasa sangat tidak tepat karena menambah kesulitan masyarakat," ujar Gilbert kepada wartawan, Selasa (4/8/2020).

Gilbert menjelaskan, gage bisa diterapkan jika memang mendesak dan kemacetan begitu parah. Namun situasi ini disebutnya tidak terjadi karena sekolah saja belum diizinkan beroperasi.

"Selama sekolah belum dibuka, kemacetan di Jakarta tidak mendesak untuk diberlakukannya kebijakan gage," jelasnya.

Selain itu, ia menganggap alasan gage diterapkan demi mencegah karyawan bekerja di kantor tak masuk akal. Sebab mereka disebutnya bisa tetap berangkat dengan angkutan umum yang bahkan memiliki risiko penularan corona lebih tinggi.

"Karyawan tetap akan masuk karena masalah peraturan kantor dan risiko tertular karena transportasi umum lebih berisiko daripada kenderaan pribadi," kata Gilbert.

Kebijakan ini juga dinilainya dapat merugikan warga yang ingin mencari nafkah tapi harus menaiki angkutan umum yang berbahaya. Bahkan untuk menampung penumpang di kendaraan umum, Pemprov juga tak memiliki solusi karena tidak menambah armada bus.

"Saat rakyat berusaha untuk mencari nafkah atau menjaga keberlangsungan usaha, terasa tidak bijaksana membatasi pergerakan mereka atau meningkatkan risiko rakyat terpapar covid-19 di kendaraan umum," imbuh Gilbert.

baca juga

Karena itu, ia meminta agar Pemprov mengambil solusi yang lebih substantif terkait mengurangi mobilitas warga. Contohnya seperti mengawasi aturan pengurangan kapasitas kantor lebih ketat.

"Maka pencegahan penularan bukan dengan membatasi pergerakan saja atau dengan tes swab saja tapi dengan mengikuti protocol dengan disiplin jangka panjang," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fraksi PDIP DKI Bantah Anggota Dewan Nganggur Selama Gedung Ditutup

Fraksi PDIP DKI Bantah Anggota Dewan Nganggur Selama Gedung Ditutup

News | Selasa, 04 Agustus 2020 | 12:48 WIB

369 Kendaraan Kedapatan Melanggar Ganjil Genap Hari Pertama di Jakarta

369 Kendaraan Kedapatan Melanggar Ganjil Genap Hari Pertama di Jakarta

News | Selasa, 04 Agustus 2020 | 12:42 WIB

Ganjil-Genap Diprediksi Tingkatkan Kasus Covid-19, Ini Kata Pemprov DKI

Ganjil-Genap Diprediksi Tingkatkan Kasus Covid-19, Ini Kata Pemprov DKI

News | Senin, 03 Agustus 2020 | 23:50 WIB

Ganjil Genap Berpotensi Munculkan Klaster Transportasi Publik

Ganjil Genap Berpotensi Munculkan Klaster Transportasi Publik

Otomotif | Senin, 03 Agustus 2020 | 22:40 WIB

Pemprov DKI Sebut Tanpa Gage, Banyak Orang Keluar Rumah Cuma untuk Kongko

Pemprov DKI Sebut Tanpa Gage, Banyak Orang Keluar Rumah Cuma untuk Kongko

News | Senin, 03 Agustus 2020 | 21:14 WIB

Ombudsman: Ganjil Genap Bisa Picu Klaster Corona di Transportasi Publik

Ombudsman: Ganjil Genap Bisa Picu Klaster Corona di Transportasi Publik

News | Senin, 03 Agustus 2020 | 19:02 WIB

Terkini

Manfaatkan Dua Kali Masa Reses, DPR Bakal Garap Maraton RUU Pemilu

Manfaatkan Dua Kali Masa Reses, DPR Bakal Garap Maraton RUU Pemilu

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:09 WIB

Pembebasan Bersyarat Indra Kenz Akan Dibatalkan, Ditinjau Kembali oleh Ditjenpas

Pembebasan Bersyarat Indra Kenz Akan Dibatalkan, Ditinjau Kembali oleh Ditjenpas

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:09 WIB

Diskon Buku Hingga 20 Persen di Kinokuniya, Bayar Pakai BRI!

Diskon Buku Hingga 20 Persen di Kinokuniya, Bayar Pakai BRI!

Bri | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:09 WIB

Ancaman Blacklist Manjur! Pemprov DKI Berhasil Paksa 29 Pengelola Sampah Perbaiki Layanan

Ancaman Blacklist Manjur! Pemprov DKI Berhasil Paksa 29 Pengelola Sampah Perbaiki Layanan

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Stem Cell Jadi Ladang Bisnis Kecantikan, Dokter Ingatkan Produk Ilegal dan Klaim Berlebihan

Stem Cell Jadi Ladang Bisnis Kecantikan, Dokter Ingatkan Produk Ilegal dan Klaim Berlebihan

Jogja | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Cara Membersihkan Tumbler Baru, Harus Pakai Air Hangat? Ini Langkah yang Benar

Cara Membersihkan Tumbler Baru, Harus Pakai Air Hangat? Ini Langkah yang Benar

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:07 WIB

PELOPOR BRI 2026 Perkuat Komitmen BRI Bangun Ekosistem Antikorupsi

PELOPOR BRI 2026 Perkuat Komitmen BRI Bangun Ekosistem Antikorupsi

Malang | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:06 WIB

Panci Rice Cooker Terkelupas, Apakah Berbahaya Bagi Kesehatan?

Panci Rice Cooker Terkelupas, Apakah Berbahaya Bagi Kesehatan?

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:06 WIB

Bakar Ban dan Blokade Jalan! Massa Geruduk Polda Jatim Pertanyakan Kasus Pemalsuan Merek

Bakar Ban dan Blokade Jalan! Massa Geruduk Polda Jatim Pertanyakan Kasus Pemalsuan Merek

Jatim | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:05 WIB

BGN Ungkap Alasan Hapus Insentif MBG Rp6 Juta Per Hari: Ada Potensi Pemborosan APBN

BGN Ungkap Alasan Hapus Insentif MBG Rp6 Juta Per Hari: Ada Potensi Pemborosan APBN

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:05 WIB

×