Ledakan Lebanon, Kenapa Amonium Nitrat Bisa Ada di Pelabuhan Beirut?

Dany Garjito, Hani

Jum'at, 07 Agustus 2020 | 13:17 WIB
Ledakan Lebanon, Kenapa Amonium Nitrat Bisa Ada di Pelabuhan Beirut?
Suasana pelabuhan Beirut setelah terjadinya ledakan dahsyat pada Selasa (4/8/2020). [AFP]

Suara.com - Ledakan hebat di Beirut, Lebanon, pada Selasa (4/8/2020) kemarin, diketahui telah menewaskan sedikitnya 135 orang dan menyebabkan 5.000 orang cedera. Jumlah kematian diperkirakan bisa meningkat seiring dengan upaya pencarian dan penyelamatan.

Gelombang ledakan yang merusak bangunan hingga sejauh 10 kilometer juga merusak empat rumah sakit. Layanan darurat yang digunakan sebagai layanan pandemi Covid-19 kini semakin tertekan.

Menurut Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab, ledakan tersebut terkait dengan 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan selama enam tahun tanpa adanya pengamanan optimal di gudang pelabuhan. 

Hingga saat ini penyebab ledakan di kota Beirut masih diselidiki pihak berwajib.

Lantas bagaimana amonium nitrat bisa sampai ke pelabuhan Beirut?

Kapal ditahan

Menyadur dari CNN, kapal milik Rusia, MV Rhosus yang membawa 2.750 metrik ton amonium nitrat ditahan di Beirut pada 2013.

Sebelum sampai di tujuan utamanya, Mozambik, masalah keuangan membuat mereka harus mengambil kargo tambahan. Dari hal ini, kapal berbendera Moldova tersebut singgah di Beirut. 

Nahas, sesampainya di Beirut, MV Rhosus ditahan oleh petugas pelabuhan karena pelanggaran berat dalam mengoperasikan kapal.

baca juga

Selain itu, mereka juga belum membayar biaya ke pelabuhan. Akhirnya, kapal tidak melanjutkan perjalanannya.

Setelah kru Rusia dipulangkan ke tanah air dengan gaji yang tidak dibayarkan, kapal dibiarkan tinggal di pelabuhan.

Otoritas pelabuhan Beirut yang mengetahui keberadaan bahan berbahaya berupa amonium nitrat di kargo kapal tidak mengizinkan untuk diturunkan atau dipindahkan ke kapal lain.

Amonium nitrat akhirnya hanya disimpan di hanggar oleh kapten kapal, Prokoshev pada tahun 2014.

Peringatan yang tidak pernah didengarkan

Ledakan Beirut awalnya diduga berasal dari bahan peledak. Tapi dugaan ini dibantah oleh kepala keamanan umum negara, Abbas Ibrahim karena bahan peledak yang dimaksud sudah disita beberapa tahun sebelumnya.

Direktur Jenderal Pelabuhan Beirut, Hassan Kraytem mengatakan, ia mengetahui bahwa bahan yang disimpan di gudang nomor 12 berbahaya. Beberapa jam sebelum terjadi ledakan, Kraytem sudah melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan di pintu gudang tersebut.

Menurut Kraytem, Bea Cukai dan Keamanan Negara Lebanon juga sudah mengirimkan surat enam tahun lalu kepada pihak yang berwenang untuk memindahkan atau mengekspor kembali bahan tersebut, tapi peringatan tersebut tidak diindahkan maupun ditanggapi.

Adapun surat tersebut berbunyi:

"Karena bahaya ekstrem yang ditimbulkan oleh barang-barang yang disimpan ini dalam kondisi iklim yang tidak sesuai, kami mengulangi permintaan kami kepada Otoritas Pelabuhan untuk segera mengekspor kembali barang-barang untuk menjaga keamanan pelabuhan dan mereka yang bekerja di dalamnya."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Otoritas Lebanon Tangkap 16 Orang Terkait Ledakan

Otoritas Lebanon Tangkap 16 Orang Terkait Ledakan

News | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 11:07 WIB

Protes Meletus di Beirut, Polisi Bentrok dengan Pengunjuk Rasa

Protes Meletus di Beirut, Polisi Bentrok dengan Pengunjuk Rasa

News | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 09:55 WIB

Warga Lebanon Gotong-royong Bersihkan Puing-puing Pasca Ledakan

Warga Lebanon Gotong-royong Bersihkan Puing-puing Pasca Ledakan

Video | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 09:00 WIB

Terkini

Novel Lahbako: Tanah, Tembakau, dan Kampung Halaman yang Menagih Kepulangan

Novel Lahbako: Tanah, Tembakau, dan Kampung Halaman yang Menagih Kepulangan

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 10:00 WIB

KDMP Berpeluang Ekspor, Tapi Belum Jadi Prioritas

KDMP Berpeluang Ekspor, Tapi Belum Jadi Prioritas

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:58 WIB

Siswa Pekanbaru Mulai Belajar di Sekolah, Wali Kota: Jika Sesak Napas Jangan Dipaksakan

Siswa Pekanbaru Mulai Belajar di Sekolah, Wali Kota: Jika Sesak Napas Jangan Dipaksakan

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 09:56 WIB

Rupiah Akhirnya Perkasa Pagi Ini ke Level Rp17.852

Rupiah Akhirnya Perkasa Pagi Ini ke Level Rp17.852

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:53 WIB

Profil dan Pekerjaan Dennis Talakua, Resmi Lamar Marion Jola setelah 5 Tahun Pacaran

Profil dan Pekerjaan Dennis Talakua, Resmi Lamar Marion Jola setelah 5 Tahun Pacaran

Entertainment | Rabu, 23 September 2026 | 09:47 WIB

Razia Gabungan di Lapas Cikarang: 15 Senjata Tajam Hingga Baut Disita dari Sel

Razia Gabungan di Lapas Cikarang: 15 Senjata Tajam Hingga Baut Disita dari Sel

Bekaci | Rabu, 23 September 2026 | 09:46 WIB

Lion Parcel Ekspansi ke Malaysia, Bidik Peluang Bisnis Logistik Lintas Negara

Lion Parcel Ekspansi ke Malaysia, Bidik Peluang Bisnis Logistik Lintas Negara

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:44 WIB

Disambut Histeris Keluarga, Momen Korban KM Virgo Transport 8 Pulang Rumah di Cianjur

Disambut Histeris Keluarga, Momen Korban KM Virgo Transport 8 Pulang Rumah di Cianjur

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 09:43 WIB

Banyak Prajurit Tangani Bencana, Upacara Puncak HUT TNI Batal Digelar di Monas

Banyak Prajurit Tangani Bencana, Upacara Puncak HUT TNI Batal Digelar di Monas

News | Rabu, 23 September 2026 | 09:41 WIB

Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi

Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi

Kaltim | Rabu, 23 September 2026 | 09:37 WIB

×