alexametrics
Cek Fakta

Cek Fakta adalah bagian dari produk jurnalistik yang dikerjakan khusus oleh tim redaksi Suara.com dengan metode tersendiri. Selangkapnya di sini

CEK FAKTA: Benarkah Aplikasi TikTok Dibuat oleh PKI?

Reza Gunadha | Farah Nabilla
CEK FAKTA: Benarkah Aplikasi TikTok Dibuat oleh PKI?
Cek Fakta: foto sejumlah petinggi perusahaan TikTok bersama anggota partai komunis. (Turnbackhoax.id)

Sebuah foto menunjukkan sejumlah petinggi perusahaan pembuat TikTok tengah berpose dengan anggota partai komunis.

Suara.com - Beredar kabar bahwa aplikasi TikTok yang tengah digandrungi warganet adalah sebuah program buatan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Sebuah akun Facebook Dolyy Sabunyaman Lotino membagikan sebuah foto sejumlah pegawai ByteDance tengah memegang bendera merah berlogo palu arit.

Akun Facebook itu juga menuliskan caption dengan narasi sebagai berikut:

“Ternyata tik tok si empunya PKI.
Tanpa kita sadari yg sering tik tokan menyumbang dana untuk anak cucu PKI
Naudzubillah”.

Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah BIN Tetapkan Jakarta Zona Hitam Covid-19?

Lalu benarkah jika aplikasi TikTok adalah buatan PKI?

Penjelasan

Berdasarkan penjelasan Turnbackhoax.id -jaringan Suara.com, klaim yang menyebut bahwa aplikasi TikTok adalah milik PKI adalah klaim yang salah.

Faktanya, Tiktok dibuat oleh perusahaan teknologi dari Tiongkok yaitu ByteDance.

Foto yang menunjukkan sejumlah orang di depan gedung bertuliskan ByteDance itu adalah beberapa pejabat eksekutif perusahaan yang tengah berpose bersama sejumlah anggota Partai Komunis Tiongkok.

Baca Juga: Top 5 SuaraJogja: Pemakaman Henry Jovinski, Rumah Kosong Selokan Mataram

Foto tersebut awalnya dimuat dalam sebuah artikel di situs Taiwannews.com berjudul "TikTok owners show true colors with communist flag" pada 6 Agustus 2020.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Komentar