Gerebek sebuah Rumah, Pihak Berwenang Turki Sita sekitar 3.200 Akar Ganja

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Kamis, 27 Agustus 2020 | 13:27 WIB
Gerebek sebuah Rumah, Pihak Berwenang Turki Sita sekitar 3.200 Akar Ganja
Ilustrasi pohon ganja.[Anadolu Agency]

Suara.com - Pasukan keamanan Turki pada hari Rabu (25/8) menyita 3.200 akar ganja di provinsi Malatya dalam sebuah operasi dan menangkap dua tersangka.

Menyadur Anadolu Agency, Kamis (26/8/2020), petugas keamanan di Provinsi Malatya, Turki melancarkan operasi di distrik Akcadag dan menggerebek sebuah rumah yang diduga sebagai tempat untuk belajar menanam ganja secara ilegal.

Satuan keamanan menyita 3.200 akar ganja, dua senapan tanpa izin, dan lebih dari seratus peluru. Petugas juga menahan dua tersangka.

Pada Juni 2020, pihak berwenang Turki juga menyita akar ganja bahkan jumlahnya hingga lebih dari 7,5 juta akar ganja sativa dalam sebuah operasi penggerebekan anti-narkoba.

Pasukan keamanan Turki menyita lebih dari tujuh juta akar ganja, dan lebih dari satu ton obat ganja dari 89 lokasi di Turki bagian tenggara.

Penyitaan tersebut adalah bagian dari operasi gendarmerie di distrik Baglan dan Kabakaya distrik Kutu, di provinsi Diyarbakir, untuk menghentikan perdagangan narkoba ilegal oleh kelompok teroris PKK, dan membawa pelakunya ke pengadilan, kata gubernur dalam sebuah pernyataan.

Lebih dari 1.600 kilogram ganja bersama dengan 7,5 juta akar ganja, pipa air sepanjang 8.400 meter dan enam mesin air disita, dan dihancurkan.

Itu adalah jumlah ganja terbesar yang pernah disita dalam satu operasi selama empat tahun terakhir.

Seorang tersangka yang menjatuhkan narkoba yang dimilikinya saat mencoba melarikan diri dari daerah itu juga ditangkap.

Dalam operasi anti-narkoba terpisah di provinsi Izmir di pantai barat Turki hingga Laut Aegean, polisi menyita total 1.371 akar ganja sativa di distrik Kemalpasa dan Beydag.

PKK dilaporkan telah mendanai aktivitas terorisnya melalui perdagangan obat-obatan terlarang sejak awal 1980-an.

Interpol memperkirakan hingga 80 persen pasar obat-obatan terlarang Eropa dipasok oleh jaringan perdagangan yang dikendalikan PKK.

Otoritas Turki telah menyita pengiriman narkotika yang dimiliki atau dioperasikan oleh PKK sejak 1980-an.

Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan UE - bertanggung jawab atas kematian lebih dari 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi. YPG adalah cabang PKK di Suriah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Putra Indonesia di Balik Penemuan Cadangan Gas Turki di Laut Hitam

Ada Putra Indonesia di Balik Penemuan Cadangan Gas Turki di Laut Hitam

News | Rabu, 26 Agustus 2020 | 13:05 WIB

Tambah Empat Balapan, Sirkuit Istanbul Park Turki Masuk Kalender F1

Tambah Empat Balapan, Sirkuit Istanbul Park Turki Masuk Kalender F1

Sport | Selasa, 25 Agustus 2020 | 21:21 WIB

Filolog: Turki Utsmani Bukan Kekhalifahan Kenabian

Filolog: Turki Utsmani Bukan Kekhalifahan Kenabian

News | Selasa, 25 Agustus 2020 | 18:34 WIB

Terkini

Bakom RI: Ekonomi Sumatra Pascabencana Mulai Pulih, Transaksi UMKM Tembus Rp13,2 Triliun!

Bakom RI: Ekonomi Sumatra Pascabencana Mulai Pulih, Transaksi UMKM Tembus Rp13,2 Triliun!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:05 WIB

Romy PDIP: Putusan MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pembangunan IKN Harus Realistis dan Strategis

Romy PDIP: Putusan MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pembangunan IKN Harus Realistis dan Strategis

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:05 WIB

Waspada Malaria Monyet Mengintai: Gejalanya Menipu, Bisa Memperburuk Kondisi dalam 24 Jam!

Waspada Malaria Monyet Mengintai: Gejalanya Menipu, Bisa Memperburuk Kondisi dalam 24 Jam!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 07:50 WIB

Mahfud MD Bongkar Fenomena 'Peradilan Sesat': Hakim Bisa Diteror hingga Dijanjikan Promosi Jabatan

Mahfud MD Bongkar Fenomena 'Peradilan Sesat': Hakim Bisa Diteror hingga Dijanjikan Promosi Jabatan

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 07:00 WIB

Soal Pemindahan Ibu Kota ke IKN, Politikus PKB Tegaskan Putusan MK Jadi Rujukan Final

Soal Pemindahan Ibu Kota ke IKN, Politikus PKB Tegaskan Putusan MK Jadi Rujukan Final

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 06:50 WIB

Ajarkan Seni Debat, Gibran Bagikan Tips Khusus ke Siswi SMAN 1 Pontianak yang Dicurangi Juri LCC

Ajarkan Seni Debat, Gibran Bagikan Tips Khusus ke Siswi SMAN 1 Pontianak yang Dicurangi Juri LCC

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 06:30 WIB

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:59 WIB

Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya

Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:13 WIB

Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia

Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:05 WIB

Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir

Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:30 WIB