5 Pemuda Flores Jadi Korban Penipuan TKI, Pengacara Sebut Bupati Terlibat

Bangun Santoso | Suara.com

Rabu, 09 September 2020 | 11:04 WIB
5 Pemuda Flores Jadi Korban Penipuan TKI, Pengacara Sebut Bupati Terlibat
Sebagai ilustrasi: Sejumlah TKI Ilegal yang dipulangkan dari Malaysia menunggu untuk menjalani pemeriksaan kesehatan setibanya di Terminal Penumpang Nusantara Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (12/6). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]

Suara.com - Kasus dugaan penipuan bekerja di luar negeri yang dialami lima orang pemuda asal Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tengah diselidiki jajaran Satreskrim Polresta Denpasar, Bali.

Para korban juga tampak didampingi pengacara dari Divisi Hukum dan Advokasi PENA NTT Bali.

Yang menarik, kasus penipuan tenaga kerja ini menyita perhatian pengacara senior asal Flores Timur (Flotim) yang tinggal di Jakarta, Petrus Bala Patyona.

Petrus bahkan sempat mendatangi Polresta Denpasar untuk memberikan dukungan kepada para korban, Senin (7/9/2020) malam. Para korban juga menceritakan seluruh kronologi yang terjadi hingga mereka merasa tertipu.

Dalam kasus ini, Petrus pun berharap agar penyidik tidak hanya memeriksa terlapor RSN tapi juga Bupati Flores Timur (Flotim). Pasalnya, selain terlapor RSN yang merekrut puluhan remaja ini dari Flores, Bupati Flotim juga harus diperiksa karena menandatangani dokumen kerja sama berupa MoU dengan para pihak lainnya.

"Turut membantu dalam hal ini adalah Bupati Flores Timur jadi harus segera diperiksa," ujar Petrus kepada awak media sebagamana dilansir Beritabali.com.

Petrus mengatakan, dalam perjanjian, Bupati Flotim yang menyiapkan tenaga kerja untuk dikirim. Tapi ternyata lembaga yang mengirim itu pun tidak memiliki hubungan kerja sama dengan pihak di negara di mana dikirim.

Dia menduga adanya permainan besar dalam kasus ini. Dia juga menduga pihak yang merekrut mengambil keuntungan besar per kepala remaja yang diduga menjadi korban.

"Terlepas apakah Bupati mendapat pembayaran atau honorarium, yang jelas kesalahan beliau adalah membuat surat perjanjian antara Pemda Flores Timur, LPK Darma, STIKOM Bali dan BRI," katanya.

Petrus mengimbau agar pihak-pihak yang dilaporkan ini harus memberikan ganti rugi kepada para korban. Sebab, mereka diberangkatkan dari Flores, NTT ke Bali untuk tujuan magang ke luar negeri dan menyerahkan sejumlah uang kepada pihak perekrut.

"Nilainya capai puluhan juta rupiah," ungkap Petrus.

Ia pun beranggapan bahwa para korban sudah diberangkatkan ke luar negeri dengan gaji Rp 20 juta per bulan sebagaimana yang dijanjikan.

"Jadi kalau misalnya sudah 24 bulan di luar negeri bisa dihitung 24 bulan dikali Rp 20 juta. Sekitar Rp 400 juga perorang. Jadi kalau memang mau diselesaikan pembayaran gaji atau ganti rugi saja," ujarnya.

Sebelumnya, lima pemuda asal Flores dijanjikan akan diperkerjakan di luar negeri oleh pihak perekrut yakni terlapor RSN. Tapi setelah sampai ke Bali mereka belum juga diberangkatkan.

Bahkan sudah dua tahun lamanya, mereka hidup terlunta-lunta di Bali sehingga akhirnya melaporkan ke Polresta Denpasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tertipu Ratusan Juta Beli Emas di Medsos, Emak-emak di Riau Lapor Polisi

Tertipu Ratusan Juta Beli Emas di Medsos, Emak-emak di Riau Lapor Polisi

Riau | Rabu, 09 September 2020 | 10:51 WIB

Biar Enggak Jadi Korban Penipuan Olshop, Cek 5 Pertanda Ini Sebelum Belanja

Biar Enggak Jadi Korban Penipuan Olshop, Cek 5 Pertanda Ini Sebelum Belanja

Jogja | Selasa, 08 September 2020 | 13:55 WIB

Bareskrim Pamerkan Barbuk Rp 58,8 Miliar Kasus Penipuan Ventilator Covid-19

Bareskrim Pamerkan Barbuk Rp 58,8 Miliar Kasus Penipuan Ventilator Covid-19

News | Senin, 07 September 2020 | 20:33 WIB

Miris, Manajer Kafetaria Ditipu Sugar Daddy Palsu saat Lockdown

Miris, Manajer Kafetaria Ditipu Sugar Daddy Palsu saat Lockdown

News | Senin, 07 September 2020 | 22:10 WIB

Penampakan Uang Rp58,8 Miliar Hasil Penipuan Belanja Ventilator Covid-19

Penampakan Uang Rp58,8 Miliar Hasil Penipuan Belanja Ventilator Covid-19

Foto | Senin, 07 September 2020 | 17:11 WIB

Polri ungkap Sindikat Penipuan  Ventilator Covid-19,Capai Rp58 Miliar

Polri ungkap Sindikat Penipuan Ventilator Covid-19,Capai Rp58 Miliar

Video | Senin, 07 September 2020 | 17:05 WIB

Capai Rp 58 M, Begini Aksi Tiga Sekawan Tipu Pembelian Ventilator Covid-19

Capai Rp 58 M, Begini Aksi Tiga Sekawan Tipu Pembelian Ventilator Covid-19

News | Senin, 07 September 2020 | 15:32 WIB

Terkini

Niat Lerai Cekcok Berujung Maut, Dico Tewas Dikeroyok dan Dilempar dari Lantai 2 Weston Billiard

Niat Lerai Cekcok Berujung Maut, Dico Tewas Dikeroyok dan Dilempar dari Lantai 2 Weston Billiard

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:14 WIB

'Pesta Babi' Ungkap Realitas Kelam, Kader PDIP: Jika Film Itu Tidak Bagus, Sediakan Ruang Debat

'Pesta Babi' Ungkap Realitas Kelam, Kader PDIP: Jika Film Itu Tidak Bagus, Sediakan Ruang Debat

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:25 WIB

Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua

Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:22 WIB

Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel

Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 21:45 WIB

Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?

Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 21:15 WIB

Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG

Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 20:14 WIB

Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?

Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:44 WIB

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:36 WIB

Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga

Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:29 WIB

Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara

Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:21 WIB