Miris, Manajer Kafetaria Ditipu Sugar Daddy Palsu saat Lockdown

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Senin, 07 September 2020 | 22:10 WIB
Miris, Manajer Kafetaria Ditipu Sugar Daddy Palsu saat Lockdown
Ilustrasi sugar baby ditipu sugar daddy palsu. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang wanita asal Massasuchets berusia 28 tahun mengaku telah ditipu oleh pria yang ia sebut sebagai sugar daddy palsu.

Menyadur Daily Star, Senin (07/09/2020), wanita bernama Elizabeth Mirah ini bercerita nyaris kehilangan pekerjaannya sebagai manajer kafetaria karena pandemi.

Tak mau kehilangan pemasukan, ia lantas mencoba peruntungan sebagai sugar baby dan menawarkan jasa berkencan pada pria-pria mapan alias sugar daddy di situs kencan Seeking Arrangements.

Bukannya untung, Mirah malah buntung karena ia justru ditipu oleh sugar daddy palsu. "Kami (berkomunikasi) bolak balik dan dia terlihat seperti orang yang sungguh-sungguh," ungkap Mirah.

Ilustrasi uang. (Pixabay/stevepb)
Ilustrasi sugar daddy. (Pixabay/stevepb)

Awalnya, Mirah percaya jika pria mapan yang ia kencani adalah seorang sugar daddy karena pria itu mengirimkan dua cek senilai USD 1.500 atau setara Rp 22 juta.

Setelah mengirim cek itu, sang sugar daddy palsu lantas minta dikirim uang senilai USD 500 atau sekitar Rp 7 juta untuk kebutuhan keponakannya.

Mirah yang merasa sudah memiliki hubungan emosional dengan sugar daddy lantas merasa curiga karena cek senilai Rp 22 juta yang ia terima tak bisa dicairkan.

Sejak saat itu, ia sadar, dirinya telah ditipu dan ia langsung memposting pengalamannya di situs FetLife. Tak disangka, banyak wanita muda yang juga ditipu oleh sugar daddy palsu seperti dirinya.

Hanya 16% dari anggota Seeking Arrangements yang secara resmi terdaftar sebagai sugar daddies asli.

Ratusan pengguna mengatakan mereka telah menerima pesan yang tidak diminta dari penipu yang berpura-pura menjadi sugar daddy sejak lockdown dimulai.

Jika korban merespons, sugar daddy palsu biasanya meminta mereka untuk membuktikan kesetiaannya dengan mengirimkan uang muka.

Diyakini banyak penipu bekerja untuk jaringan yang terorganisir karena ada kesamaan antara foto, pesan dan taktik sugar daddy palsu.

Seorang mantan sugar baby berusia 22 tahun, Josh mengatakan dia menghindari banyak percobaan penipuan tahun ini, setelah belajar mengenali tanda-tanda penawaran palsu.

"Sugar daddy ada di posisi berkuasa. Jadi, jika sugar daddy mempertanyakan kesetiaan dan apa yang dapat Anda lakukan untuk mereka, saat itulah mereka mungkin mencoba memanfaatkan Anda."

Antara April dan Juni, cuitan yang berkaitan dengan kata "sugar daddy" dan "scam" meningkat 51% dibandingkan periode Januari-Maret.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penampakan Uang Rp58,8 Miliar Hasil Penipuan Belanja Ventilator Covid-19

Penampakan Uang Rp58,8 Miliar Hasil Penipuan Belanja Ventilator Covid-19

Foto | Senin, 07 September 2020 | 17:11 WIB

Polri ungkap Sindikat Penipuan  Ventilator Covid-19,Capai Rp58 Miliar

Polri ungkap Sindikat Penipuan Ventilator Covid-19,Capai Rp58 Miliar

Video | Senin, 07 September 2020 | 17:05 WIB

Polri Buru WNA Nigeria Otak Penipuan Ventilator dan Monitor Covid-19

Polri Buru WNA Nigeria Otak Penipuan Ventilator dan Monitor Covid-19

News | Senin, 07 September 2020 | 15:50 WIB

Terkini

Meski SP3 Rismon Terbit, Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ijazah Jokowi Belum Selesai

Meski SP3 Rismon Terbit, Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ijazah Jokowi Belum Selesai

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:55 WIB

Menhut Ungkap Strategi Baru Penguatan Pasar Karbon Nasional,

Menhut Ungkap Strategi Baru Penguatan Pasar Karbon Nasional,

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:54 WIB

Izin Periksa Pelaku Tak Kunjung Turun, TNI Halangi Langkah Komnas HAM Usut Teror Aktivis KontraS?

Izin Periksa Pelaku Tak Kunjung Turun, TNI Halangi Langkah Komnas HAM Usut Teror Aktivis KontraS?

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:45 WIB

Marak Pejabat Korupsi Gegara Biaya Politik Mahal, KPK Usul Reformasi Pembiayaan Kampanye

Marak Pejabat Korupsi Gegara Biaya Politik Mahal, KPK Usul Reformasi Pembiayaan Kampanye

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:38 WIB

103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Resmi Diumumkan, Ini Daftar Lengkapnya

103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Resmi Diumumkan, Ini Daftar Lengkapnya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:36 WIB

Lonceng Kematian Kelas Menengah? Riset Sebut Populasinya Sisa 16,9%, Satu Pekerjaan Tak Lagi Cukup

Lonceng Kematian Kelas Menengah? Riset Sebut Populasinya Sisa 16,9%, Satu Pekerjaan Tak Lagi Cukup

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:30 WIB

DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel

DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:21 WIB

Begal Gambir dan Ironi Residivisme: Ketika Jalanan Terasa Lebih 'Menerima' Daripada Dunia Kerja

Begal Gambir dan Ironi Residivisme: Ketika Jalanan Terasa Lebih 'Menerima' Daripada Dunia Kerja

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:21 WIB

Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Segera Disidang

Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Segera Disidang

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:21 WIB

Rapat Internal Tertunda, Komisi II DPR Ungkap Ternyata RUU Pemilu Belum Ada Naskah Akademik

Rapat Internal Tertunda, Komisi II DPR Ungkap Ternyata RUU Pemilu Belum Ada Naskah Akademik

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:07 WIB