Ainun Najib Pasrah: Jokowi Benar-benar Tak Utamakan Nyawa Rakyat

Dany Garjito, Chyntia Sami Bhayangkara

Sabtu, 12 September 2020 | 16:08 WIB
Ainun Najib Pasrah: Jokowi Benar-benar Tak Utamakan Nyawa Rakyat
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Pasar Pelayanan Publik di Banyuwangi, Kamis (25/6/2020). (Foto dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

Suara.com - Inisiator Kawal Covid-19, Ainun Najib kibarkan 'bendera putih' terhadap penanganan Covid-19 di Indonesia. Ia menilai Presiden Joko Widodo tidak sungguh-sungguh mengutamakan kesehatan dibandingkan ekonomi.

Hal itu disampaikan oleh Ainun Najib melalui akun Twitter miliknya @ainunnajib. Ia menyebut Jokowi sebagai pemimpin tertinggi negara masih mengutamakan ekonomi daripada nyawa rakyatnya.

"Saya menyerah. Presiden @jokowi pemimpin tertinggi negara benar-benar tidak mengutamakan kesehatan dan nyawa rakyat berbanding ekonomi," kata Ainun Najib seperti dikutip Suara.com, Sabtu (12/9/2020).

Ia mengaku pasrah dengan kondisi Indonesia saat ini dengan lonjakan kasus Covid-19.

Menurutnya, saat ini Indonesia hanya bisa menghitung jumlah kematian akibat Covid-19 yang merebak di Nusantara.

"Indonesia mungkin cuma bisa count down saja sekarang," ujarnya.

Ainun Najib juga memanjatkan doa agar diberikan perlindungan. Ia tampak pasrah dengan pemerintahan di bawah kepemimpinan Jokowi dalam penanganan Covid-19.

"Semoga Allah melindungi kita dan keluarga kita. We are on our own," ungkapnya.

Ainun Najib nyerah soal kebijakan penanganan Covid-19 di Indonesia (Twitter/ainunnajib)
Ainun Najib nyerah soal kebijakan penanganan Covid-19 di Indonesia (Twitter/ainunnajib)

Jokowi Inkonsistensi

baca juga

Publik ramai menyoroti penanganan Covid-19 di Indonesia. Mereka menilai Jokowi tidak konsisten dengan pernyataannya.

Salah satunya akun Twitter @wordfangs. Ia mengkritik sikap Jokowi yang berubah-ubah dalam penanganan Covid-19.

"Belom ada empat hari sudah balik lagi," ujarnya.

Akun tersebut mengunggah foto tangkapan layar dua pernyataan Jokowi yang berubah dalam waktu cepat terkait penanganan Cocid-19.

Pada 7 September 2020, Jokowi menegaskan akan mengutamakan sektor kesehatan dalam penanganan pandemi Covid-19.

Dengan tertanganinya sektor kesehatan, maka pemulihan ekonomi nasional akan bisa mudah dicapai.

"Agar ekonomi kita baik, kesehatan harus baik. Ini artinya, fokus utama pemerintah dalam penanganan pandemi ialah kesehatan dan keselamatan masyarakat. Jangan sampai urusan kesehatan ini belum tertangani dengan baik, kita sudah me-restart ekonomi. Kesehatan tetap nomor satu," kata Jokowi dalam cuitan di akun Twitter miliknya.

Tak lama berselang setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengumumkan akan memberlakukan PSBB total, Jokowi kembali bereaksi. Ia mengingatkan para kepala daerah untuk berhati-hati dalam menetapkan PSBB.

"Sebab banyak aspek yang terkait misalnya kondisi sosial dan ekonomi yang bisa terdampak akibat kebijakan tersebut," kata Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sekda Pemprov DKI dan Wali Kota Jakbar Dikabarkan Positif Covid-19

Sekda Pemprov DKI dan Wali Kota Jakbar Dikabarkan Positif Covid-19

Jakarta | Sabtu, 12 September 2020 | 14:17 WIB

Penanganan Covid-19 Dianalogikan dengan Ayah dan Anaknya yang Sakit

Penanganan Covid-19 Dianalogikan dengan Ayah dan Anaknya yang Sakit

News | Sabtu, 12 September 2020 | 14:03 WIB

Pemkab Tangerang Larang Resepsi Pernikahan saat PSBB, Pengajian Boleh

Pemkab Tangerang Larang Resepsi Pernikahan saat PSBB, Pengajian Boleh

Jakarta | Sabtu, 12 September 2020 | 12:31 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×