Penanganan Covid-19 Dianalogikan dengan Ayah dan Anaknya yang Sakit

Siswanto Suara.Com
Sabtu, 12 September 2020 | 14:03 WIB
Penanganan Covid-19 Dianalogikan dengan Ayah dan Anaknya yang Sakit
Ilustrasi Covid-19. (Pixabay/geralt)

Suara.com - Penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan pemerintah Indonesia dianalogikan dengan keluarga.

"Sang anak terkena penyakit menular. Agar bisa sembuh atau mencegah penularan ke anggota keluarga lain, ayah lakukan apa saja: kuras tabungan, jual harta, dan  berutang. Setelah keluarga sehat, tapi ayah bangkrut dan keluarga kelaparan," kata analis politik dan ekonomi Rustam Ibrahim, Sabtu (12/9/2020).

Padahal, dalam analogi Rustam Ibrahim, kesempatan anggota keluarga untuk sembuh cukup tinggi, di atas 70 persen.

"Cukup dengan banyak istirahat, makanan bergizi, plus vitamin, dan olahraga. Ketika keluarga itu semuanya kelaparan, tidak ada lagi daya untuk mencari nafkah dan kemungkinan meninggal sangat tinggi," kata Rustam Ibrahim.

Masih dalam kaitan penanganan pandemi Covid-19, Rustam Ibrahim melontarkan pertanyaan mengenai landasan para epidemiologi. 

"Saya mau tanya, mengapa para epidemiologi tidak pernah bicara tentang biaya ekonomi (economic cost) dalam penanganan virus corona? Apa asumsi yang mereka pakai bahwa pemerintah bisa menangani dampak ekonomi jika melakukan lockdown atau PSBB ketat?" kata Rustam Ibrahim.

Rustam Ibrahim mengatakan meragukan aktivitas ekonomi menjadi penyebab utama meningkatnya penularan Covid-19 di Jakarta. Dia menduga pemicunya pertemuan sosial (social gathering).

"Misalnya demo, arak-arakan, ritual atau ibadah keagamaan, pesta, kegiatan anak-anak muda termasuk tawuran. Mengapa aktivitas ekonomi yang "dikorbankan," bukan aktivitas sosial?" kata dia.

Dia juga menyoroti sikap sebagian media dalam memberitakan penanganan pandemi corona di Indonesia yang menurutnya suka membandingkan dengan Vietnam atau Thailand.

Baca Juga: Menteri Muhajir Effendy: Sudah Seharusnya Beras untuk PKH Kualitasnya Bagus

"Apa persamaan mereka dengan Indonesia dari segi jumlah penduduk, kondisi geografi, sistem politik, disiplin sosial? Mengapa bukan dengan AS, Mexico, India, Brazil?" kata Rustam Ibrahim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI